
...----------------...
...[ I Feel Like I'm Losing My Mind ]...
...^^^Chapter 33 : HaHa, Hi.^^^...
...----------------...
...-DUAK-...
...-BRUK-...
Siswa Yang Tadinya Sedang Tertawa, Mendadak Kepalanya Sudah Ada Dilantai Kayu Lorong Sekolah...
Suasana Menjadi Begitu Hening..., Mereka Bahkan Tidak Melihat Apa Yang Terjadi!!.
Namun Ketika Melihat Sebuah Kaki Yang Menginjak Kepala Siswa Tersebut Mereka Sadar...
Vellix Baru Saja Menendang Kepalanya!!.
Dengan Tatapan Kosong, Dia Menambah Kekuatan Untuk Menginjak Kepala Siswa Tersebut!!.
"G-Guh!!" Siswa Tersebut Masih Sadar, Menatap Vellix Dengan Rasa Amarah.
Namun... Mendengar Kalimat Dingin Yang Vellix Ucapkan, Membuat Suasana Menjadi Mencekam...
..."Katakan Sesuatu..."...
..."Katakan Kalimat Yang Baru Saja Kau Ucapkan."...
Mendengar Hal Itu Siswa Tersebut Menggertakan gigi!, Menatap Vellix Dengan Rasa Amarah Karena Baru Saja Dipermalukan Didepan Teman Temannya!!.
Dengan Rambut Hitam Panjang Yang Menutupi Salah Satu Matanya, Serta Tindik Di Telinga Kirinya. Kita Tahu Kalau Dia Adalah Seorang Brandalan Yang Bodoh.
"K-Kau Bajingan Sialan!, Kubilang Jika Sese-.
...-Duak!-...
"GUH!!" Belum Sempat Menyelesaikan Kalimatnya, Kaki Vellix Menendang Hidungnya Hingga Kepalanya Mendongak Keatas!.
..."Ulangi Kalimat Itu Lagi."...
"Si-Siala-"
...-Duak!-...
Tendangan Kaki Vellix Menghantam Perutnya Ketika Dia Hampir Mengucapkan Satu Kata!.
"Ohok!!" Tak Bisa Ia Pungkiri Tendangan Itu Melebihi Remaja Normal!, Jika Tubuhnya Tidak Terlatih Dengan Baik...
Ia Yakin Akan Muntah Darah!!
Namun Sesaat Sebelum Dia Bereaksi Kembali...
...-DUAK!!-...
Tendangan Sama Dengan Kekuatan Yang Berbeda Menghantam Dadanya!,
...-krek..-...
Siswa Itu Bersumpah, Kalau Ia Baru Saja Mendengar Tulang Rusuknya Retak!!.
"CHOUGH!!" Darah Keluar Dari Dalam Mulutnya, Membasahi Lantai Dengan Mirisnya!.
"KYAA!!!" Salah Seorang Gadis Menjerit Keras Melihat Adegan Berdarah Tersebut!!, Disusul Para Murid Murid Lain Yang Baru Saja Sadar Dari Lamunan Mereka!!.
..."Katakanlah Sesuatu Seperti Tadi."...
...^^^"Kau Belum Kubuat Bisu Kan?."^^^...
Dalam Kesunyian Yang Menyebar Dalam Lorong Tersebut, Vellix Menginjakkan Kakinya Lagi Dengan Keras.
...-Brak!-...
Membuat Siswa Yang Ada Dilantai Menggertakan Gigi Menahan Rasa Sakit!.
Namun Saat Menatap Mata Yang Dipenuhi Kebencian Tersebut, Vellix Hanya Menambah Kekuatan Pijakannya.
Membuat Siswa Tersebut Hampir Patah Tulang!.
"Sudah Kubilang..., Katakan Sesuatu." Kalimat Dingin Terucap Begitu Saja, Membuat Suasana Menjadi Begitu Mencekam.
"Si-Si*lan!!!"
"LEPASKAN AKU BANGS*T!!!" Berteriak Sekuat Tenaga, Siswa Tersebut Mencoba Kembali Bangkit!!.
Takut. Hal Itu Yang Sedang Dirasakan Oleh Siswa Tersebut...
Namun Apakah Vellix Peduli?, Jelas Tidak!.
Pandangan Horor Itu Disaksikan Oleh Banyak Siswa, Mereka Tanpa Tagu Menghubungi Polisi!.
Namun Sesaat Sebelum Itu Terjadi, Vellix Menjentikan Jarinya...
Membuat Suasana Menjadi Hening..., Bahkan Dia, Sona dan Siswa Tadi Sudah Menghilang!.
"Hmm?, Apa Yang Kita Lakukan Disini?" Salah Satu Diantara Mereka Bertanya Seolah Tak Mengingat Apapun.
"Entahlah!, Yang Jelas Aku Ingin Makan Dikantin!"
Melihat Kedepan, Dia Hanya Bisa Menatap Datar Kearah Lapangan Yang Kosong.
Tanpa Suara Yang Mengiringi, Dia Berjalan Bersama Kesunyian Yang Indah.
Tak Ada Yang Menyadarinya, Menanyainya, Maupun Menganggabnya Ada.
Kesendirian Adalah Bagian Dalam Hidupnya, Tak Peduli Jika Bahkan Ada Yang Ingin Mencoba Bersamanya.
Dia Tetap Akan Menjadi Seperti Sekarang, Sampai Jalan Neraka Datang Menemuinya.
Dia Adalah Vellix, Sesaat Setelah Bersenang Senang Dengan Siswa Tadi Ia Sudah Berada Di Lapangan...
Nasip Siswa Tersebut, Sudah Jelas Bukan?.
...-Kring!-...
Bell Tanda Pulang Telah Dibunyikan, Vellix Menoleh Kearah Belakang.
Terlihat Rias Menunggu Dengan Senyum Cerah Dibibirnya.
"Apa Vellix-Sama Ingin Pulang Bersama??" Dengan Antusias Rias Mengajak Vellix Menuju Kerumah bersama.
"Terserah" Berkata Acuh, Dia Berjalan Berdampingan Dengan Rias.
Mereka berjalan menelusuri taman dikota, dimana suasana disana terasa sangat sunyi. Rias akhirnya membuka topik pembicaraan, namun dengan suara yang pelan.
"A-Apakah malam ini Vellix-Sama senggang?" Bingung, adalah yang Vellix rasakan saat ini, melihat kearah Rias yang malu ia langsung membandingkannya dengan kejadian tadi pagi. Dimana dengan semangat percaya diri Rias mampu menggendongnya dari markas sampai sekolah.
"Pfftt" Vellix tertawa sesaat, membuat Rias terdiam bisu. Dunia seakan melambat, senyum yang sesaat lalu ia saksikan telah hilang. Namun sebuah sensasi hangat dihatinya mengalir ke dalam jiwa. Dia benar benar yakin untuk sesaat jiwanya sempat hilang. Hatinya telah tertusuk oleh suatu perasaan yang terasa asing.
Bukan lagi perasaan kagum atau hormat yang ia rasakan, ini benar benar berbeda...
'Perasaan itu ... apakah Vellix juga merasakannya?'
Ryas benar benar cemas, entah mengapa hatinya sangat resah. Ia tak tahu bahwa ia sendiri khawatir dengan perasaan Vellix sama atau tidak dengan dirinya.
"Malam ini kah?...
Kurasa aku tidak memiliki rencana, memangnya kenapa?"
Mendengar balasan santai Vellix, Ryas menjadi sedikit bersemangat sambil sesekali melihat mata merah yang bersinar di sore hari, dia berkata dengan senyum manisnya.
..."Kalau begitu malam ini ... maukah Vellix-Sama berkencan dengan...ku?"...
"Boleh saja ..."
Mendengar jawaban Vellix yang sangat cepat, Ryas sempat mematung beberapa saat. Tetapi gerakan Vellix membuatnya kembali tertegun.
-Swoshh-
Memojokkan Ryas pada tembok, Vellix mendekatkan wajah sambil memegang kedua tangan Ryas dengan satu tangan. Kemudian dengan lembut ia bisikkan sesuatu pada telinga Ryas.
"Tapi ingatlah satu hal ... setelah hal ini maka hidupmu tak akan sebebas dulu, hanya akan ada kekangan rantai pada jiwa dan ragamu....
Dan orang yang memegang semua itu, hanya aku seorang."
Ryas dengan gugub dan tanpa sadar berkata
"J-Jadi artinya ..."
"Dengan kata lain, kau akan jadi milikku" Mata merah yang penuh akan rasa haus darah menatap kearah Ryas dengan pandangan mangsa.
Saat pandangan mata itu melekat, jarak wajah mereka juga semakin mendekat. Saat kedua bibir bersentuhan, Vellix melahapnya dengan panas.
Sementara Ryas diam tak melawan, karena kesadarannya sudah meninggalkan tubuhnya. Vellix mencoba menembuskan lidahnya kedalam, sensasi lembut hangat lidah Ryas ia rasakan menggunakan lidahnya sendiri.
Saat sadar, Ryas mendapati dirinya sendiri sedang berciuman. Ciuman pertama sang Kaisar Dewa Iblis Vellix Avalon untuknya.
Wajahnya memerah dengan cepat, nafasnya memburu tak karuan. Jatungnya terus berdegub kencang, pikirannya mulai kosong bahkan nyaris hilang untuk kedua kalinya.
End.
*Yoo balik lagi sama Author bersama novel ga jelas ini!!, wkwkwkwk dah lama author ngga up.
*Sibuk?, nggak. Tapi cuma kehilangan mood untuk nulis beberapa bulan ini..,
*Lima Avalon sudah ada, tinggal lanjut jalan. Tapi yah meski agak pusing karena harus garap 6 novel sekaligus haha.
*Untuk yang baca sampe sekarang, Author ucapin makasih banget...
*Apalagi yang 2 hari lalu minta up itu, kalau ngga diingetin author mungkin nggak bakal up malam ini haha. Makasih ya.
*Salam dari author Alone 022, bersama Vellix, Ryan, Haza, Alex dan Arthur. Dan jangan lupakan Hans juga!.
*Semoga Author bisa lanjut ke 6 novel itu, karena itulah impian author saat menjadi penulis novel disini.
*Author bersyukur kalian masih mau baca karya urak²an milik Author..., Bahkan terasa begitu sampah...
*Tapi ini adalah jati diri Author, jadi sekali lagi. Aku sebagai Alone 022 akan kembali menggarap Novel!.
*Meski up tetep slow karena moodnya dikit haha.
*Jadi Seperti Biasa Ya Kawan...
*Jangan Lupa Like dan Komen!!
Dada!