
"ugh" seorang pemuda berjenis kelamin laki laki sedang terbaring dengan lemah tak berdaya, keadaanya bisa dibilang sangat mengenaskan.
"dimana aku?" pemuda tersebut bergumam dengan nada rendah, namut kita bisa melihat tatapan mata yang kosong dari pemuda tersebut.
melihat sekeliling, ia hanya melihat gang yang tampak familiar baginya.
"ahh aku ingat, tadi aku dihajar preman" pemuda tersebut mencoba mengingat apa yang terjadi padanya
"bagaimana ya nasip gadis itu?" pemuda tersebut berkata dengan nada datar dan tatapan kosong yang selalu melekat padanya.
"huh.. yang harus lebih ku khawatirkan adalah kondisiku?!" sambil mengecek luka luka pada tubuhnya ia mencoba untuk berdiri, namun hanya rasa nyeri dan tusuk yang ia rasakan.
"hmm luka tusuk kaki kanan, tulang rusuk dan lengan patah ya?" kata pemuda tersebut dengan datar.
"kurasa kehidupanku akan berakhir sebentar lagi." pemuda tersebut tetap tenang pada masa masa sekaratnya.
dan akhirnya ia menghembuskan nafas terakirnya.
`tap tap tap`
disisi lain gang terdapat seorang gadis yang diikuti oleh para polisi menuju tempat pemuda tersebut.
'tolong bertahan lah!!, kumohon!!!' batin gadis itu dan berlari secepat yang ia bisa.
namun pada saat ia hampir dekat dengan tubuh pemuda tersebut, ia hanya melihat tubuh pemuda yang sudah terbujur kaku dengan keaadaan mengenaskan.
"ehh" gadis tersebut tertegun melihat tubuh pemuda tersebut
para polisi yang mengejar pun ikut tertegun.
"hiks.. hiks..."gadis tersebut menangisi pemuda yang tak dia kenal.
"pakk!!.. pemuda ini telah tewas.." polisi tersebut berkata pada kapten polisi
"apa!!.. cepat berpencar!!, cari preman yang terlihat mencurigakan dekat sini!!" kata kapten polisi
"baik pak!!.."
sementara gadis tersebut hanya diam mematung dang bergumam "MAAF" berulang kali
"nak, lebih baik kita segera menelfon ambulan, untuk pemakaman kita urus nanti" kata kapten polisi dengan ramah dan lembut untuk memenangkan gadis tersebut.
gadis tersebut hanya diam dan mengangguk.
sementara di kegelapan tak berujung terlihat sesosok bola berwarna putih yang sedang mengambang.
sosok tersebut dalam keadaan tertidur.
1 hari......
1 minggu.....
1 bulan.....
1.000.000 tahun kemudian ia masih terdiur.
tepat pada 1.000.001 tahun ia akhirnya terbangun.
membuka mata secara perlahan, ia mulai melihat sekeliling, namun yang ia lihat hanya kegelapan tak berujung.
ia mencoba menggerakan tubuhnya.
"hahh aku sekarang sudah mati"
"bahkan tubuhku tak dapat kurasakan"
pemuda tersebut tetap tenang meski dia sudah tau kalo dirinya sudah mati
"hm... apa yang harus aku lakukan disini?"
"ini jelas bukan surga maupun neraka"
"hahh... ini akan sangat membosankan, persis seperti hidupku yang dulu" berkata dengan frustasi sambil mengenang ingatan lamanya, ia cuma bisa mengingat hal² yang menyenangkan seperti anime, novel dan manga yang ia baca dahulu.
4 hari.... kemudian, "bosan" cuma kata itu yang pemuda tersebut rasakan saat ini. Sendirian, kesepian, kehampaan yang tak terukur, meskipun ia sudah terbiasa dengan hal tersebut karena kehidupan yang dulu ia lalui dengan menyendiri.
"ahh andai aku bawa novel yang aku kumpulkan dirumah, pasti aku tidak kesepian" kata pemuda dengan datar.
bluss.....
muncullah novel yang pemuda tersebut ucapkan.
"apa?"
"tunggu, apa ini mungkin?"
"aku ingin PS 5!"
bluss....
muncul kembali barang dalam kehampaan tersebut.
"ahh kalo begitu aku minta ............"
END
*yo selamat membaca cerita pertama gua, semoga lo pada terhibur.
*kalo bahasanya kurang enak gua minta maaf, soalnya gua baru pertama kali bikin novel
*oke sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya!.