Alone With System < Season 1 >

Alone With System < Season 1 >
Yang Ngga Like Gua Bantai



______________________________________________


yahh...., dikarenakan author sedang bingung ingin menentukan judul chapter kali ini, yaaaa jadi begini aja


______________________________________________


Vellix yang telah selesai berbicara dengan Rias sang Great One-Sama, memutuskan untuk....


"Beru" panggil Vellix


-swash- muncul mahluk humanoid berkepala semut



"Ya Yang Mulia" ucap Beru sambil berlutut


"Carikan Aku Pemuda Yang Hina Dan MenjijiKan Bernama Issei Hyoudou" kata Vellix dengan nada datar


"Apakah ia harus saya bunuh Yang Mulia?" tanya Beru yang mendengar diskripsi singkat Vellix terhadap orang yang bernama Issei.


"Cukup bawa saja padaku" jawab singkat Vellix


"Baik Yang Mulia!" Beru segera menghilang dalam kabut hitam.


"baiklah saatnya jalan jalan" gumam Vellix santay.


skipp...


Vellix saat ini sedang berada di kota Tokyo


(busett...., jalan dari kuoh sampe tokyoo)


Ia berjalan hingga tak sadar bahwa Ia sudah berjalan sangat jauh bagi manusia normal.


saat ia dekat dengan tempat parkir yang terbangkalai, dimana tumpukan mobil menjulang seperti bukit kecil


Ia mendengar...


"Membunuh Seseorang Memanglah Salah!!!"


"Tapi Orang Yang Membunuh Musuhnya...., Adalah Pahlawan!!"


"Demi menjadi Pahlawan..., Aku akan Membunuh Musuhku!!"


terdengar seseorang sedang berteriak disertai teriakan banyak orang yang lain.


Namun Vellix hanya mengabaikannya serta lanjut jalan jalan, Namun dalam hatinya


' Tokrev?! Dunia ini memang aneh ' batin Vellix heran


[ sementara host sedang jalan jalan, Mari kita buat ilustrasi karakter yang dijanjikan Author pada chapter 15 ] kata system dengan datar malas


(sial)


[ ilustrasi karakter


Vellix avalon (18 tahun, 180 cm)



waktu ke akademi kuoh (mengganti penampilan, alasan ???, 18 tahun, tinggi 180 cm)



Alice Rainsfer (17\=bocah bagi para elf, namun entah mengapa Alice sangat berbakat dalam bidang sihir serta memiliki pengetahuan yang luas)



Nami Vusyon (Bangsawan Kerajaan Light,19 tahun)



Luna Moon (Bangsawan Kerajaan Ligth, 20 tahun)



Mine Esgurd (Bangsawan Kerajaan Beast, 18 tahun)



Mona/elf (rakyat biasa, 45 tahun\=Remaja bagi elf)



Shira/Demi Human (rakyat biasa, 20 tahun)



Yuchi/Ryma Waysh (bangsawan kerajaan Light, 17 tahun)



Aegis Laysya (Sang Loli Bangsawan Kerajaan Beast, 16 tahun)



(FBI!!!...., OPEN UP!) (SIALL!)


Dewi Kepala Pelayan Vellix


Dewi Khoru



Untuk Yang lain, nyusul kata Author ]


______________________________________________


Vellix akhirnya mengakhiri sesi jalan jalannya yang tak tentu arah, Sekarang ia Dalam perjalanan pulang ke kediaman Rias.


Vellix memutuskan untuk berjalan kaki karena ia.......


'Aku lupa bawa Uang' Batin Vellix yang melupakan GoB miliknya sendiri.


Karena jika Vellix menggunakan Teleport maka perjalanan ini tak bisa disebut jalan jalan. (hadehh)


skipp sampai pada kediaaman Rias (Dunia Manusia).


Vellix yang sampai di halaman depan rumah disambut hangat oleh Rias beserta para Peerage nya


""Vellix-sama!!""


"Hm?" Vellix menatap heran kepada mereka (Rias,Akeno,Kiba,Koneko, cuma ini kan?)


"Berapa Lama Kalian Menungguku?" Tanya Vellix


"Kami hanya kebetulan melihat Vellix-Sama dari kejauhan"


"Jadi kami putuskan untuk menyambut Vellix-Sama" Jawab Akeno sopan


"Hah...., Lain kali santay saja, jika itu bukan pertemuan resmi" perintah Vellix datar


""Baik!"" jawab semua org ehh iblis


-Tap-Tap-Tap-


Vellix melangkah menuju lantai dua tempat kamarnya yang telah disiapkan.


-Cklak- Membuka pintu, Vellix melihat Didalam kamar sudah ada yang menunggu dirinya dalam posisi berlutut.


""Salam Yang Mulia!"" Sambut Beru dan Bellion bersamaan, dapat terlihat di belakang mereka terdapat beberapa Malaikat Jatuh dan seorang Manusia dalam keadaan tak sadarkan diri


"Terimakasih Yang Mulia" jawab cepat Beru


"Bellion?"


"Ya Yang Mulia!?"


"Mengapa yang Kau bawa perempuan semua?"


"ehh..., Itu Karena bagi saya mereka dapat berguna bagi Yang Mulia!!" Sempat bingung sesaat, Bellion langsung menjawab dengan tegas dan percaya diri.


"Baiklah.., Kerja bagus kalian semua" Puji Vellix puas


"Kalian bisa kembali" perintah Vellix


"Baik Yang Mulia!" jawab mereka sambil masuk ke bayangan Vellix


Vellix menatap Malaikat Jatuh dengan seksama, sementara Ia menatap seorang manusia dengan jyjyk.


Ia mengikat Malaikat Jatuh dengan sihir, sementara manusia tersebut menggunakan tali


(Draig belum bangkit).


"Aku akan menunggu mereka bangun" kata Vellix santay sambil berbaring di atas kasur.


skipp5 menit.


"ughh...., dimana aku?" gumam seseorang dengan rambut, mata coklat.


Ia melihat sekeliling


-!!!!- Namun yang ia lihat hanyalah Seorang pemuda Berambut hitam, Mata merah yang sedang duduk di depan dirinya serta beberapa wanita yang diikat entah menggunakan apa


' Apa Apaan Ini!!! 'batin pemuda yang tak lain bernama Issei.


"Ohh..., jadi kalian semua sudah bangun?" kata dingin Vellix menjalar di telinga para tahanan


"Jadi mari kita mulai perkenalannya" Dengan Wajah datar Vellix mendekati mereka yang sedang meronta ronta.


"Lepaskan Aku Sialan!!" Teriak Issei panik


Sementara para Malaikat Jatuh terdiam, mereka tau jika Vellix adalah eksitensi yang mengerikan hanya dari sedikit Aura yang bocor dari tubuhnya.


"Pertama tama.....,"


-Ctak- Vellix menjentikan jari nya.


"Umhh!....,Umhh!!!!....." Muncul kain putih yang menyumpal mulut Issei


"Aku tak butuh Manusia menjijikan seperti dirimu...., Yang ingin ku Ajak bicara hanya ada di tubuhmu." Kata Vellix Dingin serta Jijik


-Ctak- -Srinkk- Vellix menjentikan jarinya, Namun tiba tiba tangan Kirinya memancarkan cahaya merah terang


Muncul sebuah Sarung Tangan merah yang tak lain adalah Booster Gear.


"Neee....., Draig....." Panggil Vellix Datar


"......." Tak ada yang menjawab panggilan Vellix


"Apa Kau Tak Ingat diriku?" Tanya Vellix datar namun sengaja membocorkan sedikit Aura Kaisar


"Kau!!...., Kaisar Dewa Iblis, VELLIX AVALON!?" Teriak Draig dengan suara berat, namun memiliki nada semangat juang tinggi untuk membalas kekalahannya di masa lalu.


-!!!?!- Semua Malaikat Jatuh Bergetar, sementara Issei sedang syok berat.


"Umh!...,Umhh!..."


'MENGAPA TANGAN KIRI KU BISA BICARA!?, DARI MANA ASAL SARUNG CAKAR INI!?' Batin Issei frustasi.


"Draig...., Bagaimana jika kau ikut denganku?" tawar Vellix


"Hah!..., Maksutmu Aku Akan Menjadi Bawahanmu!?!" Teriak Draig dengan Arogan(Harga Diri seorang Naga itu sebesar otak mereka, jadi yang ada di otak mereka cuma harga diri mereka).


"Aku takkan menjadi bawahanmu!"


"Karena Aku Dan Pertnerku Akan Mengalahkanmu!!" Teriak Draig dengan Nada percaya diri, namun didalam hati ia juga ragu karena sifat Issey


"Maksutmu Mahluk Menjijikan ini?" Kata Jijik Vellix sambik menunjuk Issei yang tengah diam mematung.


"Yy.. Yaahh...., dia memang menjijikan, namun tak apa!"


"Suatu saat, kami akan mengalahkanmu!!!!!" dengan percaya diri Draig berteriak


"Mari kita lihat...., Apa yang akan kau katakan setelah melihat ini" kata Vellix tenang sambil menyentuh Sarung tangan dengan jari telunjuk miliknya.


-DEG!!-


Draig terdiam beberapa saat sebelum


"SIALAAAANN!!!!!, KUBUNUH KAU ISSEI!!!!...., ARGHHH!!!"


-!!!!- para Malaikat Jatuh Termasuk Issei sangat terkejut.


"Bb baiklah Aku lebih memilih menjadi bawahanmu!!"


"sungguh...., cepat lepaskan aku dari tubuh manusia menjijikan ini!!!" draig terlihat seperti seseorang yang sedang putus asa, memohon pada Vellix. (Kalian pasti tau apa yang dilakukan Vellix kan??, yaa tepat Vellix mengirim ingatan tentang oppay dragon)


"baiklah" kata Vellix tenang.


'system belikan aku tubuh naga milik draig dan perkuat 2× lipat' perintah Vellix


[ system telah membeli tubuh tersebut dari awal, barang tersimpan di Inventory ]


'bagus'


-Ctakk- Vellix menjentikan jari miliknya. Tak lama kemudian Booster Gear kini berada di tangan Vellix, meninggalkan tubuh Issei yang sudah tak bernyawa yang kemudian menghilang.


"Akhirnya...., Aku tak akan menderita!" kata draig dengan lega


Vellix mengabaikan Draig dan menatap para Malaikat yang diam tak bersuara


"Nahh..., kini giliran kalian" kata Vellix tenang.


-!!- para Malaikat masih bergetar


"Ucapkan saja nama kalian" Perintah Vellix santay.


"Nna... nama saya Rayner Kk... kKaissaar...." kata Rayner dengan takut dan gugub.


"Dan mereka adalah Mittelt dan Kalawarner" lanjutnya


"Langsung saja keintinya..., apakah kalian mau menjadi pelayan pribadi ku?" tanya Vellix


tanpa pikir panjang mereka menerimanya karena mereka tak mau bernasip sama seperti Issei


"kk... kaami mmau kaisar!" Mereka menjawab dengan cepat.


END


*Yoo gua up setelah sekian lama


*Karena gua lagi sibuk menata jalan cerita yang agak mbingungin ini


*Jangan lupa Like dan Komen


*Saran/Kritik bisa di ketik di komentar



dadahh