Alia

Alia
muzijat Juna.



" paaa bangun pa. " Khanza.


" sayang papamu ( diam sejenak )


tidur selamanya " saut Tika ( mama )


" tidak Oma papa hanya tidur sebentar


sebentar lagi papa bangun " celetuk Khanza.


dan perawat pun mendekati jenazah Juna.


" permisi jenazahnya akan dipindah kan di


ruang mayat ya pak buk " perawat.


sedangkan Alia menangis dan tidak bisa


berkata apa2.


" mksudnya kenapa papa di pindahkan " Khanza.


" nona kecil papa mu akan dipindahkan diruang sebelah nona " saut perawat.


karena ia tak tega melihat anak itu menangis.


" tidak jangan pindah kan papaku diruang lain papa disini saja " Khanza.


" tapi _ " perawat.


" kalian bohong pasti kalian inggin misahin aku sama papa kan " sambil menangis.


dan khza pun melingkar kan tanggan mungil


nya di leher nya Juna dan wajahnya ditertunduk kearah tengkuk lehernya.


" papa bangun mereka ingin pisahin aku sama papa " rengek Khanza.


" sayang _ " saut alia.


keluarga pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apapun.


" hik hik hik mereka jahat pa


mereka tidak sayang Khanza


apa papa juga tidak sayang khanza. "


dan khanza inggin turun dari tempat tidur Juna tetapi tangan mungilnya ditahan oleh


seseorang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Juna.


" dimana aku " saut Juna karena disana hanya


gelap dan cuma cahaya sedikit tiba tiba datang seorang prempuan cantik


yg memakai baju putih.


" Juna kemarilah " panggil wanita itu.


dan Juna pun menoleh.


" siapa kau " saut Juna karena ia tidak mengenali nya karena disana hanya ada asap


dan cahaya sedikit.


dan wanita itu mendekati Juna.


" apa kau lupa padaku " lirih nya dan tersenyum.


" fen ti kau lah itu sayang. " saut Juna


ya wanita itu adalah Fenti istrinya Juna yg pertama.


" ia ini aku kemarilah "saut Fenti.


" kita mau kemana sayang " saut Juna


dan Fenti hanya tersenyum.


" kita akan pergi jauh apa kah kau mau ikut " saut Fenti dan Juna pun mengangguk kepalanya, ketika Juna dan Fenti berjalan tiba-tiba langkah mereka terhenti oleh suara panggilan.


" paaaa papa " saut Khanza.


dan Juna pun berhenti dan menoleh kearah Khanza.


" sepertinya kau dipanggil Juna.


dan kembalilah kepada mereka " saut Fenti.


" tapi aku mau bersamamu " saut Juna.


" mereka lebih menyayangi mu dari pada aku Juna dan berbahagialah, aku akan menunggumu " saut Fenti.


dan Fenti pun menghilang dan Juna pun mendekati arah suara yg memanggilnya.


" hik hik papa jahat " saut Khanza.


Khanza yg inggin turun dari kasur Juna.


tetapi tangan mungilnya ditahan oleh seorang. dan khanza pun menoleh.


" papa kau bangun,


lihat kan papa bangun kalian tidak percaya kepadaku " saut khanza


Juna pun perlahan-lahan membuka matanya.


dan mereka diruang tersebut melihat kearah Juna dan bertapa terkejut mereka melihat Juna kembali kepada mereka.


" dokter tolong periksa dia "saut papa Juna


dan dokter pun memeriksa keadaan Juna.


sedangkan Khanza masih setia disamping


Juna sambil tersenyum.


" syukurlah ini muzijat dari maha kuasa


hingga ia diberi kesehatan dan ia lewat dari masa kritisnya " saut Ibrahim.


Juna pun sadar dan melihat keliling disampingnya.


" kenapa dengan ku " lirih Juna.


" kau habis kecalakaan Juna " mama Juna.


" kecelakaan " saut Juna


dan merekapun mengiakan nya.


Alia hanya bisa terdiam dan ia sangat bahagia karena Juna diberi kesempatan


untuk hidup kembali.


" apa kau baik2 saja


apa ada yg sakit " saut Alia


Juna pun hanya terdiam dan menatap Alia.


" siapa kau " saut Juna.


dan bertapa terkejut nya Alia bahwa lelaki yang ia khawatir kan malah tidak mengenalinya.


" aa aku " saut Alia


sesungguh nya Alia inggin menangis


dan pergi dari ruangan tersebut.


ketika Alia ingin melangkah satu kaki


tangan ya di tahan.


..


..


..


..


" mau kemana


aku hanya bercanda " saut Juna


dan menarik alia dalam pelukan nya.