
" tolong panggil ambulan " Alia
dan orang disana sudah melelpon ambulan.
" sabar nona ambulan nya dalam perjalanan "
" a aaku ti dak kuat la gi a Alia " terbata bata Juna.
" kumohon bertahan lah " lirih Alia.
uhukkk
Juna pun batuk mengularkan darah dari mulutnya.
" a ali a " Juna pun menutup mata nya.
" junaaaaaa bangun jangan tinggalkan aku
kumohon Juna " triak Alia
dan ambualn pun datang
" permisi nona " perawat dan mereka pun
membawa Juna kerumah sakit.
Alia pun Mesuk kedalam ambulan.
dan bertapa saat ppun sampai dirumah sakit.
" cepat bawa keruang operasi " Ibrahim
Juna di pindah kan ruang operasi
" dok tolong selamatkan kan nyawa nya " Alia.
" ia alia aku akan melakukan usaha semapu saya " ucap Ibrahim.
Ibrahim pun masuk keruang operasi.
Alia pun menunggu diluar operasi
bagai mana perlakuan Alia terhadap Juna
masih perputaran 2 di dalam pikiran Alia
keluarga pun sudah dihubungi dan mereka dalam perjalanan.
" yaallah selamat kan lah suamiku
jika kau berikan satu kesempatan
buat kami untuk memperbaiki semua
maka selamatkan lah dia" dalam hati Alia
dan keluar ga pun Samapi.
" dimana Juna Alia " mama ( mama Juna ).
" didalam ma lagi ditangani dokter " saut Alia.
" bagai mana bisa terjadi seperti ini " saut papa. dan Alia pun menceritakan semua kepada keluarga nya.
" begitu lah. ma pa kejadian nya " Alia
" yaallah cobaan apa lagi yg kau berikan
kepada keluarga kami " saut mama.
" bersabar lah ma ,
semoga Juna baik baik saja dan
jangan lupa berdoa kepada yg maha kuasa "
papa dan mereka pun berdoa.
cukup lama ruang operasi dan akhirnya
dokter pun keluar,
" dok bagai mana keadaan anak saya " mama.
" maaf buk pasien kekurangan darah yg cukup banyak dan luka yg cukup serius kami
hanya bisa melakukan nya dengan maksimal.
" Ibrahim.
" maksudnya dok " Alia
" dia dalam kritis hanya menunggu keajaiban
yg bisa kita tunggu " Ibrahim
" apa kami bisa melihat nya " saut Alia.
" bisa tapi jangan terlalu lama
karena ia sangat lemah " saut dokter.
dan mereka pun masuk keruang Juna.
bunyi suara dari alat terpasang di badan juna masih terdengar dan berbagai selang infus pun terpasang di tangan Juna.
" sayang bangun ini mama " lirih Juna.
" bangunan lah nak " lirih papa.
" Juna bangun lah sayang " lirih Alia
drift drit tin tin tin ( bunyi alat detak jantung )
√√√√ dan sekarang berubah menjadi lurus __________________________________________
dan keluarga pun panaik dan mereka pun memanggil dokter.
" dokter cepat dok " Alia.
" kalian keluar dulu " saut perawatan dan merekam pun keluar.
" selamat kan lah dia " dalam hati Alia.
alai pun tak lupa melelpon Nabila.
dan ruangan tersebut terbuka.
" apa keadaan Juna d0k "
" dok " alia
" maaf tuhan berkehendak lain " saut Ibrahim
dan mereka pun teriak histeris.
" tidak Juna " Alia pun masuk
dan diikuti keluarnya.
" Juna bangun lah,
lihat disini ada mama " saut mama
" bangun lah nakkkk " lirih papa
" kakakku bangun lah dimana kakak ku yg suka marah apa kau tidak ingin memarahiku lagi " lirih Angga.
" papa bangun papa " saut Kevin Kenzo.
" ma papa lagi bobok ya .
tapi kenapa papa blum bangun " Kenzo.
" bangun lah pah bangun.
ayo kita bermain Kevin janji
tidak marah lagi sama papa " Kevin
Alia pun mendekati Juna dan berbisik ditelinga Juna.
" bangun lah sayang.
bangun lah suamiku
apa kau tidak ingin melihat anak kita.
anak kita perempuan , tapi dia mirip sekali dengan mu , kau tau dia merindukan mu ,
apakau tidak inggin mendengar anak mu
memanggil mu dengan sebutan " papa "
dan masuklah seorang anak perempuan.
" mama kenapa banyak orang disini "Khanza
semua orang disana menangis
" kesini lah nak ( Khanza pun mendekat )" Alia.
" mama dia siapa " saut Khanza.
" papa sayang papa pulang ( kata pulang tak mengerti di anak usia 4 tahun ) dan peluk papa dan panggil ia sayang." saut Alia.
dan khanza pun mendekati Juna yg tertup.
" paaaa papa , papa sudah pulang " saut kanza dan semua orang, Angga, Wawan ( papa juna) DAVIT, mama Tika dan rika , Ibrahim dan Nabila dan para perawat disana menangis
termasuk autornya ya.
" Khanza kangen sama papa
Khanza pengen peluk papa ( kanza pun memeluk jenazah nya Juna ) papa kenapa
diam apa Khanza salah ,
papa kenapa papa dibalut dengan
perban apa papa sakit " saut Khanza
khanza pun memegang tangan Juna.
" papa kalau papa bangun kita main ya pa
Khanza ingin dipegang oleh papa.
seperti teman Khanza ,
papa tau kalau khanza pergi ke taman
Khanza Lian teman2 khanza bermain sama papa mereka dan sekarang Khanza bisa bermain bersama papa dan khanza bilang sama temen Khanza bahwa aku punya papa "
saut kanza dan disana lah semua tambah menangis.
baru pertama kali pertemuan
dengan cara begini batin mereka.
...