
Juna memeluk Alia sekian lama.hingga Alia kurang nyaman.
" lepaskan " saut Alia.
" tidak akan aku lepaskan lagi Alia ,
sudah cukup kau pergi 5 tahun ini " saut Juna.
setia dengan memeluk Alia.
hingga alia kehabisan sabar.
hingga Juna melepaskan pelukannya.
" kenapa kau bisa __" blum selesai Alia bicara
Juna langsung mencium bibir Alia.
" Cupppp " sontak alia membulatkan matanya.
ciuman itu penuh kerinduan dan kehangatan.
Alia pun mendorong tubuh Juna hingga jarak 1 meter.
" Plakkkkk " entah kekuatan dari mana Alia hingga menampar pipi Juna hingga Juna kaget ( duarrrrrr ).
" a a Alia " lirih Juna dengan tidak percaya.
Dengan sikap Alia.
Juna maju satu langkah, Alia mundur dua langkah.
" jika anda maju satu langkah lagi tuan Juna Sanjaya saya tidak segang2 memanggil keamanan disini untuk mengusir tuan dari sini " Alia sengaja menekan nama Juna . Juna pun terdiam Juna tau kenapa sikap Alia begitu dingin kepadanya.
" kenapa anda datang kerumah saya tuan .
apa anda mau menyakiti saya lagi.
apa anda inggin kan lagi dari saya. " saut Alia dengan datar.
" a aku hanya " blum selesai Juna bicara.
alia memotong nya.
" hanya apa , kau menyuruhku ku pergi dan sekarang saya pergi dan kenapa kau datang kesini " saut Alia dengan kemarahan.
" tidak Alia aku hanya mintak maaf atas kesalahan ku yg dulu aku inggin memperbaiki semua nya " saut Juna dengan mata berkaca-kaca.
" kau tidak salah tuan, keadaan lah yg salah dan kehadiran ku yg salah " saut alia.
" sudahlah lah tuan ini sudah terlambat " saut Alia dengan dingin.
" kenapa kau jadi begini alia.
dimana Alia ku yg dulu, yg suka ketawa " saut Juna.
" emang nya saya kuntilanak yg suka ketawa,
dan ku harap tuan anda pergi dari sini " saut Alia. ada 3 mobil yang masuk ke halaman rumah nya.
hingga sang pemilik mobil pun turun.
" mama, Alia " teriak mereka bersamaan dari dalam mobil dan langsung turun.
"mama papa,Kevin Kenzo dan jga ada Angga disini "dalam hati Alia, dan merekapun memeluk Alia dengan begitu erat.
" mama kenapa mama pergi begitu lama " saut Kenzo dengan manja.
" ma jangan pergi lagi ya " saut Kevin.
" dari mana saja kau, anak nakal " saut mama Tika ( mama Alia ).
" menantu ku " saut Rika.
" kak dari mana saja kami semua mencarimu " saut Angga .
" kau ini mengawatirkan orang tua saja " saut DAVIT. Alia mendapatkan pertanyaan hingga bertubi tubi.
" sudah sudah, kalau kalian bertanya bertubi tubi bagaimana Alia bisa jawab, beri dia waktu " saut Wawan (papa Juna).
" ma pa,masuk dulu " saut Alia.
dan keluarga pun masuk bahkan Juna pun ikut masuk kedalam rumahnya.
dan mempersilakan mereka semua duduk.
dan Alia pun menyuguhkan kopi,teh kepada mereka.
karena Alia tidak inggin dianggap buruk didepan orang.
" pa ma silahkan diminum " saut Alia.
dan mereka pun minum, Juna pun tidak minum kopi seakan tangan nya berat untuk mengambil kopi tersebut.
" Alia kami semua sudah tau permasalahan kalian berdua, maafkan anak ku Alia jika ia salah dab ini semua salah ku, sebagai orang tua aku tidak bisa mendidik putraku dengan baik " saut Wawan.
" papa tidak salah dan juga ini bukan salah siapa siapa, ini hanyalah kemauan ku saja pa,
dan juga Alia senang bisa hidup mandiri Tampa belaskasihan orang lain ( melirik Juna) " saut Alia dengan tenang.
" sayang pulang lah " saut mama Tika.
" ia sayang kata mamamu benar pulang lah.
apa kau tidak ingin kembali ke rumah mu " saut David.
" maaf pa bukan nya Alia mau menolak.
rumah Alia disini pa " saut Alia.
" Alia aku ingin bicara " saut Juna.
Alia pun menaikan sebelah alisnya.
" kalau kau ingin bicara bicaralah disini " saut Alia dengan dingin.
" apa benar kau hamil sewaktu kau pergi dari rumah " saut Juna dengan tatapan memohon.