A.I: Adventures on Earth

A.I: Adventures on Earth
Eps.8 PC Terkuat Didunia



Kemarin Siang.


Aku mengunjungi makam ayahku, entah itu kebetulan atau tidak aku juga bertemu dengan bajingan itu. Pada waktu itu aku sangat marah, aku melemparkan sebab Kematian ayah kepadanya.


Pada saat itu aku sangat marah namun apa yang dia katakan??


Bisa bisanya seseorang sepertinya mengatakan hal seperti itu padaku..


"Argggh bajingan itu!!" Rebecca berteriak saat sedang tidur. Keesokan harinya, dia bangun pagi dan melakukan rutinitas pagi.


"Nona! Kita tidak bisa menunda konser di Singapura! Kita harus kesana secepatnya" Asisten Rebecca, Natasha berkata sembari menyajikan sarapan pagi.


"Ah baiklah, aku sangat muak berada disini" Rebecca menyetujui saran Natasha. Saat dia sedang memakan sarapannya dia memikirkan kata kata Reynold.


Bukan saat berbincang dengannya tapi saat dia berdoa.


'Pesan terakhir? Ibu? Apakah pesan terakhir itu berhubungan dengan ibu? Tapi tidak mungkin bukankah ayah bilang ibu telah tiada saat melahirkan aku dan bajingan itu?' Rebecca memikirkan jawabannya namun dia tidak mendapatkan jawaban apapun.


'Ah sudahlah, dipikir-pikir nanti jadi kepikiran'


.....


Lin Chen memasuki rumah Reynold, dia sangat kagum dengan interior, perabotan dan desain kamarnya. Saat di ujung ruangan, Lin Chen melihat Reynold sedang berlatih dengan tatapan kagum.


'Aku sangat yakin apakah ini model kelas atas?' Lin Chen sedikit menganga, dia sedikit terkejut dengan Reynold dan juga kagum dengannya.


"Permisi Bos, barang barangnya!" Lin Chen ingin berkata namun Reynold langsung menginterupsinya.


"Kau bisa menaruh semua VGA dan CPU di ruangan itu" Reynold berdiri dan menunjukkan ruangan kosong yang ada dilantai bawah.


"Juga bisakah kau menyusun meja komputer dan komponen-komponen lainnya di ruangan lantai atas terletak di ujung kiri ada ruangan kosong" Reynold bertanya melihat Lin Chen menjawab dengan lama Reynold berkata lagi "Tidak perlu khawatir, aku akan memberi biaya tambahan"


Lin Chen tersadar dan sedikit membungkuk "Maaf bos saya sedikit terkejut tadi! Untuk biaya tambahan tidak perlu bos ini juga merupakan bagian dari jasa saya?"


"Eh benarkah?" Reynold sedikit terkejut dia tidak mengetahui apakah itu benar bagian dari jasanya. Sepertinya dia lupa membaca deskripsi Lin Chen.


"Ya bos, Baiklah saya akan lakukan kerjaannya bos"


Reynold mengangguk dan memberitahunya "Oh iya kau dapat menyusun komponen lainnya di ruangan atas terlebih dahulu karena ruangan bawah akan membutuhkan waktu yang sangat lama"


"Ba baik bos" Dengan cepat Lin Chen mengerjakan tugasnya.


Sementara Reynold dia terus menerus olahraga melampaui batas tubuhnya untuk membuatnya lebih kuat. Karena semakin kuat dirinya, jalannya kedepannya akan lebih mudah.


Hingga waktu memasuki tengah hari, tepatnya melakukan makan siang. Reynold memesan makanan di restoran bawah, dan ketika makanannya sudah sampai.


Reynold berteriak...


"Heii berhenti bekerja dan beristirahatlah"


Lalu selang beberapa lama suara Lin Chen terdengar "Tapi bos!"


"Udah mari turun sekarang" Saat Reynold mengatakan itu, Lin Chen turun dari lantai atas dengan keringat di tubuhnya.


"Eh?" Lin Chen sedikit terkejut melihat meja makan di penuhi makanan.


"Makanlah, ini sudah waktunya makan siang" Reynold duduk di salah satu kursi dan memulai mwmakan. Sedangkan Lin Chen hanya terdiam di kejauhan.


"Apa yang kau lakukan! Mari makan jangan berdiri diam begitu saja, aku tidak sanggup menghabisinya sendiri" Reynold menawarkan makanan di meja kepadanya dan bertanya dengan heran.


"Ti tidak bos, tidak sopan untuk makan bersamamu" Lin Chen menggaruk bagian belakang kepalanya dan terkekeh rendah.


"Cepatlah datang dan makan sebelum aku marah" Melihat wajah Reynold yang berubah, Lin Chen sedikit takut, dia mendekat ke meja dan duduk sesuai arahan Reynold.


Reynold: "Nah gitu dong, gausah terlalu formal kita ini satu generasi yang sama"


Lin Chen terdiam dan tidak bisa berkata-kata.


Reynold: "Siapa namamu? Kelihatannya kau dari Asia yah?"


Lin Chen: "Ya nama saya Lin Chen, saya berasal dari China bos"


"Ada apa kenapa kau tidak mau memakannya?" Reynold memandang Lin Chen dengan heran.


"Tidak bos bukan saya tidak ingin memakannya, cuman saya segan bos. Orang sekaliber bos tidak sepantasnya makan bersama dengan rendahan seperti saya" Mendengar penjelasan, Lin Chen. Reynold tiba tiba tersadar, yah perilakunya sekarang mungkin tidak benar benar mencerminkan perilaku orang kaya yang biasanya mengoceh jika tingkatan mereka lebih tinggi dibandingkan jelata.


"Lin Chen, Dengar ini Ayahku pernah mengatakannya, Rendah Tingginya Status tidak boleh dinilai oleh siapapun. Di mataku semua manusia memiliki status sosial yang sama, hanya perbedaannya adalah jahat dan baik" Reynold tersenyum, dia mengulurkan tangannya.


"Salam kenal, Lin Chen. Aku Reynold. Saya berharap kita menjadi teman"


"Sa salam kenal Bos Reynold"


Mendengar jawaban Lin Chen, Reynold sedikit cemberut.


"Bisakah kau menghilangkan panggilan bos?"


Lin Chen menggelengkan kepalanya dan berkata "Tidak bisa bos, bos selamanya akan tetap bos"


Reynold terdiam, dia memegang kepalanya dan berkata "Ya terserah mu, mau menyebutnya apa"


Tiba tiba Reynold keingat akan sesuatu, yah dia mengingat tentang kebutuhan sehari-harinya yang kurang, yah semuanya telah di selesaikan, dia hanya kurang sosok asisten yang mengerjakan keperluannya.


Meskipun Silvi adalah asisten yang sangat bisa dipercaya, namun Silvi tidak berwujud. Jadi jika Reynold memiliki asisten disampingnya akan sangat mudah untuk memanajemen keperluannya.


"Lin Chen, Apakah kau memiliki kenalan yang jago dalam hal manajemen yang bisa menjadi asisten ku?" Tanya Reynold.


"Eh itu, sepertinya ada bos."


Reynold memegang dagunya tampak berpikir, mendengar balasan Lin Chen dia berkata "Apakah dia temanmu?"


"Emm dia itu kakakku bos cuman dia sedang tidak berada di kota ini"


Reynold mengangguk sedikit.


"Ya kau bisa tanya kakakmu dulu apakah dia mau jadi asistenku? Tenang saja penawarannya tidak akan buruk" Reynold tersenyum tipis.


"Siap Bos" Lin Chen memberikan hormat.


...


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka kembali ke aktivitasnya masing-masing.


Lin Chen melanjutkan pekerjaannya di lantai atas, sementara Reynold hanya duduk di kasur sambil menonton Tv.


Setengah jam kemudian...


Lin Chen turun dari lantai atas...


"Apa kah lantai atas sudah selesai?" Reynold menoleh dan melihat Lin Chen, tidak perlu dibicarakan siapa yang memberitahunya bagaimana bisa dia mengetahui Lin Chen kembali.


"Ya Bos, semuanya telah selesai dengan rapih dan bersih" Balas Lin Chen dengan senyuman senang, sepertinya dia sangat menikmati pekerjaannya.


"Hmm baguslah, apa kau perlu istirahat? Lagipula perakitan di lantai bawah berbeda dan membutuhkan waktu yang sangat lama?" Reynold bangkit dari Sofanya.


"Tidak apa bos, aku sangat bersemangat Hari ini" Bagi Lin Chen hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya selain mendapatkan gaji yang tinggi, dia juga dapat merakit VGA 4090 yang diimpikan banyak gamer termasuk dirinya.


Bukan 1 VGA melainkan 1000.


'Aku tidak mengerti apa yang dilakukan bos? Bukannya hal ini terlalu banyak? Apakah dia tidak khawatir overheat? Dan juga tidak mungkin untuk menjaga keseimbangan jika seperti ini?' Batin Lin Chen, sebagai jurusan IT, Ilmu Teknologi. Hal hal seperti ini merupakan hal yang mustahil namun karena dia hanya pekerja yang digaji dia harus melakukan sesuai persyaratannya.


Saat Lin Chen sedang berpikir, Reynold telah selesai membuka pintu ruangan bawah dan menghidupkan lampu ruangannya.


"Disini! Kau bisa mengerjakannya disini! Tenang saja karena ini eksperimenku aku akan mengawasi secara langsung dan memberimu beberapa arahan" Reynold menoleh dan menatap Lin Chen yang sepertinya bingung.


"Eh? Baiklah" Setelah lepas dari kebingungannya, Lin Chen mulai melakukan pekerjaan yang sangat melelehkan ini.


Untungnya Reynold di berikan arahan oleh Silvi jadi Reynold yakin PC dengan 1000 Cpu dan Kartu Grafis ini bisa dijalankan.


Pengerjaan 1000 VGA ini merupakan hal yang melelahkan dan juga lama apalagi penggabungannya dengan kabel dan prosesor.


Untungnya Reynold ada di sini, jika tidak Lin Chen akan menjadi orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun.


Pekerjaan ini berlangsung sampai malam tidak lebih tepatnya tengah malam.


Dan bagaimana perasaan Lin Chen? Dia sangat kelelahan lagipula semua tugas fisik dikerjakan olehnya sedangkan Reynold hanya mengawasi dan memberikan arahan saja.


Ya lagipula dia di berikan gaji besar oleh Reynold. Lin Chen harus tidak mau melakukan hingga tubuhnya keram.


Tentang 1000 VGA..


Yah sudah menutupi sisi sisi dinding bahkan lantainya sebagian di tutupi VGA. Jika di tanya pada dasarnya satu ruangan ini adalah sebuah PC.


Dengan begitu PC Terkuat di dunia muncul.


Dirumah Reynold.