
⟨Ya, Aku menemukan sedikit petunjuk yang berkaitan namun berkas-berkas itu sepertinya di simpan di bagian Mariana Web, untuk sekarang perlu waktu 10 tahun agar bisa membobolnya⟩
"Tidak bisakah di percepat?" Reynold menggigit kuku ibu jarinya dan mengerutkan keningnya. Bahkan kopi yang tumpah di lantai tidak di pedulikan nya.
Meskipun Silvi memberikan harapan kepadanya tapi 10 tahun terlalu lama untuk mencari informasi saja, Reynold takut dalam 10 tahun kedepan akan ada beberapa masalah.
⟨Prosesnya bisa di percepat sesuai dengan tingkat prosessor nya, jika ingin instan membukanya maka membutuhkan Komputer Kuantum yang dapat menembus ke Mariana Web.⟩
"Mariana Web? Hmm bukannya berarti dengan itu aku di anggap sebagai kriminal karena meretas data rahasia dunia?" Reynold berpikir keras, ajaran ayahnya mengajarkannya untuk tidak berbuat hal hal yang dianggap sebagai kejahatan selama ini.
Namun meretas data rahasia negara itu akan di anggap sebagai kriminalitas. Dan dia bisa dinyatakan sebagai penjahat dimanapun dan kapanpun.
⟨Rey, Sadarlah jika kau mencari nona besar hanya dengan 1 jalan saja akan sangat mustahil untuk menemukannya, Kau harus siap untuk jalan jalan lainnya. Ingat Rey tujuanmu jangan sampai di batasi oleh orang lain⟩
Reynold terdiam, dia menundukkan kepalanya tampak berpikir.
Beberapa menit kemudian.
Reynold mengangkat kepalanya dan menghela nafas panjang.
"Baiklah Silvi terimakasih atas nasehatnya" Senyum tipis Reynold, seakan dia menganggapnya mudah padahal di hatinya telah terjadi perasaan yang campur aduk.
Karena kopi yang berserakan di lantai, Reynold membersihkannya sebentar lalu mengunci pintu dan semua jendela rumahnya, karena sebentar lagi dia akan kembali ke apartemennya.
Sebelum pulang ke apartemen, Reynold berjalan jalan ke sekitar tidak lebih tepatnya dia pergi ke suatu tempat.
"1010 Langkah Kedepan"
"660 Langkah ke kiri"
"200 Langkah ke belakang"
"Hadap ke kanan"
"Maju 100 Langkah"
Setelah semuanya dia lakukan, Reynold muncul tepat didepan sebuah pintu kayu horizontal yang ada di tanah.
Tempat ini dulunya merupakan tempat kerja ayahnya saat dia menguntit ayahnya bepergian, tanpa sadar Reynold menemukan tempat ini.
Membuka pintu kayu yang terkunci, Reynold melihat ruangan bawah tanah yang gelap tanpa cahaya.
⟨Mengaktifkan Night Vision⟩
Suara Silvi bergema di kepalanya, tiba tiba dengan dengung di otaknya, pandangan Reynold berubah.
Hal hal yang tadinya gelap sekarang tidak di matanya.
"Wah aku tidak tahu kau bisa melakukan hal ini Silvi" Ungkap kagum Reynold. Sepertinya kecerdasan buatan di otaknya ada di tingkat yang lain dengan kecerdasan buatan lainnya.
Perlahan menuruni tangga besi yang agak keropos, Reynold telah tiba di ruangan bawah tanah yang tidak terlalu luas.
Di ruang bawah tanah ini, Reynold hanya melihat satu meja kayu, yang di atasnya terdapat sebuah buku dan lampu belajar.
Tebat di sebelah meja tersebut ada sebuah koper hitam dan dinding di depan meja tertata topeng putih polos yang hanya menyisakan dua lubang untuk melihat.
Reynold mendekati meja tersebut dan membaca buku yang ada di atasnya.
{Namaku Reviler, Dari Kecil aku sudah di latih untuk menjadi pembunuh bayaran oleh orang yang mengadopsiku}
{Aku tidak tahu siapa orang tuaku, aku hanya mengingat jika aku hanyalah anak di panti asuhan kecil}
{Sejak dulu dikarenakan diriku dilatih pembunuhan terus menerus, kepribadian ku secara bertahap berubah}
{Perjalanan hidupku sangat membosankan dan sangat jahat di mata orang lain}
{Hingga Suatu Misi yang membuatku tertekan, sangat sangat tertekan}
{Organisasi yang selalu ku percayai, tidak menyangka mengkhianatiku! Mereka melakukan rencana penyergapan untuk membunuhku}
{Untungnya aku sempat lolos dari penyergapan itu dan tiba di sebuah pedalaman sawah yang sangat sepi}
{Disini dengan penuh luka, aku berjuang semampuku membangun rumah dan mengobati luka milikku}
{Aku ingin balas dendam, Aku sangat ingin hingga itu mempengaruhi diriku setiap harinya, Sampai}
{Dia muncul}
{Yah belahan hatiku, aku tidak mengerti mengapa, tapi saat aku di pangkuannya. Dunia yang tadinya dingin perlahan menjadi hangat}
{Keinginanku untuk balas dendam langsung sirna}
{Dia mengajarkanku banyak kebaikan dalam hidupku ini}
{Kami berdua saling mencintai dan menyukai satu sama lain}
{Sebuah kejadian terjadi}
Saat Reynold membalikkan kertas di belakangnya, tidak ada tulisan lagi hanya ada sebuah robekan kertas.
"Sialan!" Reynold meninju tapak meja tanpa ragu.
"Siapa yang merobek ini?" Reynold sangat bingung, baginya hanya dirinya dan ayahnya yang mengetahui tempat ini tidak mungkin orang lain menemukannya.
Setelah mendinginkan kepalanya sebentar.
Reynold melihat koper hitam di samping meja dan mencoba membukanya.
Dia mengangkatnya terlebih dahulu di atas meja agar mudah untuk melihat barang apa nantinya yang ada.
Untungnya sandi pada koper ini, Reynold mengetahuinya yah tidak lain adalah nomor yang ada di gudang yang saat itu hampir dia abaikan. Untung saja Silvi mengingat hal itu.
Membuka koper ini.
Reynold melihat isi didalamnya.
Sebuah Glock 19 dengan Kotak Peluru 9 × 19 mm serta Silencer. Dua bilah belati yang terlihat sekilas kalau itu Belati Damaskus. Dan satu set baju serba hitam dengan corak merah.
Namun yang paling menarik perhatiannya adalah.
Desert Eagle emas yang masih bersih dan mengkilap. Dengan satu kotak berisi 14 Butir Peluru .50 Action Express.
"Wtf, Ini terlalu keren!" Reynold Memegang Desert Eagle tersebut dengan tatapan kagum dan penasaran.
"Dengan 14 Butir Peluru .50 AE cukup untuk 2 kali pengisian magazine, Silvi bisakah kau memeriksa apakah ini emas asli?" Tanya Reynold dengan penasaran. Meskipun 14 Butir Peluru terbilang cukup sedikit dengan 2 kali pengisian magazine tapi peluru .50 AE merupakan peluru berkaliber besar dengan daya ledak mematikan untuk jarak dekat.
⟨Scanning Dimulai⟩
Tanpa berbasa basi Silvi langsung memeriksa Desert Eagle tersebut, karena disini tidak ada kaca jadi Reynold tidak bisa mengetahui kalau mata kanannya berubah menjadi biru untuk sementara.
⟨Scanning Selesai, Desert Eagle ini memiliki emas asli sebagai hiasan dan titanium dengan campuran baja khusus yang membuat Desert Eagle ini lebih tahan lama dan lebih baik dibandingkan Desert Eagle lainnya⟩
"Patut dilihat dari bentuknya saja Desert Eagle ini sedikit berbeda dengan aslinya"
⟨Selain itu Desert Eagle ini memiliki nama⟩
"Nama apa namanya?" Reynold sedikit penasaran, dia mencoba membidik bidik daerah yang tidak jelas.
⟨Egler⟩
Reynold terdiam..
"Ha ha ha sepertinya penamaan ayahku sangat buruk yah" Reynold menggaruk keningnya.
"Lupakan tentang itu, Silvi karena kau bisa memeriksa Egler ini kau dapat memeriksa mereka ini" Reynold menunjukkan jarinya ke koper hitam tersebut. Walaupun Reynold tahu di dalamnya itu apa namun tidak apa apa memiliki sedikit informasi lebih.
⟨Scanning Dimulai⟩
⟨Koper Hitam Istimewa, Dengan teknologi menghilangkan deteksi logam dan memiliki pengawetan yang lebih tahan dari sifat korosi.⟩
⟨Glock 19 + Silencer, Sebuah Pistol berkaliber 9 × 19 mm dengan Magazine yang menampung 15 Peluru, Akibat efek silencer jarak serangannya berkurang 20%. Bonus Kotak Amunisi 9 × 19 mm yang berisi 50 Butir Peluru⟩
⟨Double Belati Damaskus, Belati yang sangat tajam yang di asah sedemikian rupa. Kedua Belati memiliki Fungsi yang berbeda, Satu belati untuk menebas karena memiliki satu sisi tajam. Sedangkan belati lainnya di pergunakan untuk menusuk karena berbentuk runcing sendiri dua sisi tajam.⟩
⟨Pakaian Organisasi Pembunuh, Memiliki efek sedikit menyamarkan suhu tubuh, kainnya dapat menyerap keringat serta tidak mudah pengap ketika memakainya⟩
"Yah lumayan aku mendapatkan informasi yang berguna terimakasih Silvi" Reynold menutup kembali kopernya dan berencana untuk pergi.
⟨Rey, Apakah kamu tidak ingin memeriksa topeng yang di pajang itu?⟩
Reynold berhenti sejenak dan berkata "Kenapa? Bukannya itu topeng biasa? Namun jika kau ingin memeriksanya silahkan"
⟨Baik terimakasih Rey⟩
Silvi memulai scanning nya kembali.
⟨Topeng Aneh, Topeng Putih Polos hanya dengan 2 lubang untuk mata, memiliki teknologi penyaring udara super tinggi, dan juga memiliki teknologi perekat yang menyesuaikan⟩
"Hah? Penyaring Udara Super Tinggi?" Reynold tercengang, dia berjalan kembali ke meja tadi dan mengambil topeng putih tersebut.
Membersihkan debu di topengnya.
Reynold mencoba memakainya.
Saat di pakai topeng ini langsung bergerak sendiri dan melekat ke wajahnya, bahkan jika dia menggoyang-goyangkan kepalanya. Topeng ini tidak akan jatuh kecuali dengan inisiatifnya sendiri untuk melepasnya.
Meskipun terlihat tidak memiliki lubang udara, Reynold bisa bernafas dengan nyaman bahkan lebih nyaman dibandingkan sebelumnya, tidak hanya itu nafasnya tidak menganggu penglihatannya sama sekali.
"Terimakasih lagi Silvi, jika bukan karenamu aku mungkin akan kehilangan topeng yang berharga ini" Reynold sangat berterimakasih, bahkan jika ada Silvi disini di akan mengusap kepalanya.