
“Urggh”
Reynold terbangun dengan gerangan rendah, dia perlahan berdiri dan memandangi ke sekeliling sambil memegang kepalanya.
“Argh, Apa yang terjadi?” Ucapnya dengan heran.
Dengan tertatih-tatih, Reynold keluar dari gudang dan duduk di sebuah kursi kayu mencoba menghilangkan rasa pusing di kepalanya.
‘Apa itu? Bagaimana aku bisa pingsan? Cahaya apa itu?’ Banyak pertanyaan di kepala Reynold yang tidak ada satupun yang bisa menjawabnya.
Namun seketika, Reynold mendengar suara yang menjawab isi pikirannya.
⟨Salam tuan saya kecerdasan buatan yang akan menemani tuan adapun bagaimana tuan bisa pingsan hal itu terjadi karena proses konfigurasi saya dengan internal otak milik tuan⟩
“Hah? Hieek” Reynold perlahan bingung namun tiba tiba dia ketakutan dan memandang ke sekitarnya.
"Siapa itu? Dimana kamu?" Reynold berdiri dan memandang sekitar dengan ketakutan.
⟨Saya Silvi, Tuan. Kecerdasan Buatan milik tuan! Saya ada di dalam internal otak Tuan, Adakah yang perlu saya bantu tuan?⟩
Namun yang menjawabnya tetap suara gadis yang ceria dan manis.
“Hah kecerdasan buatan? Tapi aku tidak pernah membuatmu!” Gumam Reynold sembari menggaruk kepalanya dengan bingung.
Tiba tiba Reynold tersadar dan bertanya
“Tunggu? Apakah kamu buatan ayahku?”
⟨Ya Tuan, Saya di ciptakan oleh Tuan Besar dan Nona Besar untuk anda Tuan Muda⟩
"Uh Bisakah kamu berhenti memanggilku Tuan! Panggil aku Reynold, itu namaku" Merasa jengkel dengan sebutan Tuan, Reynold mencoba merubah pemikiran kecerdasan buatan sekaligus menguji apakah dirinya dibawah kendalinya 100%.
⟨Siap pergantian pengucapan nama pemilik menjadi Reynold!⟩.
⟨Halo Reynold Adakah yang bisa saya bantu?⟩
Reynold mengangguk dan bertanya tentang keperluannya.
"Iya jika yang kau bilang Nona Besar maka dimana ibuku? apa kau tahu keberadaannya?"
⟨Maaf Reynold, Saat ini Data milik Nona Besar di hapus olehnya dan semua hal tentang Nona Besar juga di hapus oleh Nona Besar sendiri hanya itu yang kuingat tentang Nona Besar.⟩
"Lalu apakah kau tahu hal hal tentang ayahku?"
⟨Diketahui⟩
⟨Nama Tuan Besar adalah Liver, Sosok yang menciptakanku, kepribadian baik dan ramah, memiliki kedua anak bernama Reynold dan Re⟩
Saat ingin melanjutkan kata-katanya, Reynold tiba tiba menginterupsi dengan berkata.
"Sudah sudah kau tidak perlu menyebutkan nama ****** itu! Dia tidak berhak menjadi anak Ayah setelah dia mengkhianati kita" Entah mengapa nadanya terdengar marah juga sedih.
"Baiklah, Silvi apa yang kau bisa lakukan?"
⟨Saya bisa menganalisa, mengumpulkan, memilah, mencampur, membongkar, meretas...
"Ya ya baik baik tidak perlu di bicarakan!" Reynold menggelengkan kepalanya dan tidak ingin mendengar kata kata tadi.
"Jadi jam berapa sekarang?"
⟨8:20 Pm⟩
"Apakah bisa ganti format?Jika bisa gantikan"
⟨Format berhasil diganti⟩
⟨20:20⟩
"Baiklah ini lebih nyaman, aku lebih terbiasa dengan ini" Batin Reynold.
Dikarenakan dirinya telah tak sadarkan diri dengan waktu yang lama, Reynold mau tidak mau harus tinggal di rumah lamanya.
Pertama dia lakukan adalah bersih bersih hingga memakan banyak waktu, 3 jam kemudian.
Rumahnya yang kumuh dan kotor telah bersih meskipun tidak terlalu bersih sekali namun layak untuk di tinggalkan. Lagipula proses bersih-bersih memakan banyak waktu.
Di dalam kamar, Reynold memainkan game di Hpnya, meskipun daerah merupakan daerah persawahan tapi koneksi internet tetap terhubung walaupun sangat lambat tidak secepat di kota.
Namun memainkan beberapa Game Offline yang melepaskan rasa suntuknya tidak buruk juga.
⟨Reynold Tuan apakah ini handphone? Bolehkah aku masuk kedalamnya?⟩
⟨Bisa⟩
Lalu sebuah cahaya muncul di tangannya dan masuk ke dalam hp melalui jari jarinya.
“Apakah kau sudah masuk ke dalamnya?” Reynold memandang tangannya yang tadi bercahaya dengan tatapan tidak percaya.
‘Apa itu tadi? Kemampuan Magis?’ Batinnya dengan heran.
⟨Aku sudah berhasil masuk ke dalamnya sekarang Hpnya merupakan bagian dari tubuhku! Aku bisa melakukan apapun dengan data didalamnya⟩
"Hah? Seriusan?" Reynold menatap hpnya yang tidak berubah sama sekali.
⟨Iya Serius⟩ Ucap Silvi lalu si HP Reynold muncul sebuah emoji berkedip.
.....
"Nyonya selamat datang dan silahkan beristirahat dengan nyaman" Pelayan itu membungkuk hormat didepan wanita cantik dengan gaun yang mewah.
"Hmm" Namun balasannya hanya erangan biasa.
Wanita Cantik itu berjalan ke kamar hotelnya yang baru di pesannya. Sementara Asisten Wanita Dewasa di sampingnya mengikuti dibelakangnya.
"Nona Rebecca bagaimana perawakan Negara Singapure? Jika tidak ada masalah lokasi konser kita besok di adakan disini!" Asisten itu bertanya tanpa berani melihat wajah wanita cantik yang dipanggil Rebecca itu.
"Singapore? Tidak buruk juga kok Natasha" Rebecca tersenyum manis dan duduk di kasur mewah tanpa merasa kemewahan sedikitpun.
"Apakah Nona ingin sesuatu?" Asisten itu bertanya namun Rebecca hanya menggelengkan kepalanya sembari membuka hpnya.
‘Hehe Aku Penasaran Apa yang di lakukan Lancer di London? Apa dia baik baik saja?' Batin Rebecca sembari membuka kontak HP-nya.
‘Eh siapa ini? Apakah orang yang kukenal? Bagaimana bisa dia memiliki nomor telepon ku yang di rahasiakan?' Rebecca penasaran dia membuka Chat tidak di kenal ini.
[Hei ******]
Melihat pesan pertamanya saja, Rebecca sangat marah dan ingin langsung melacak orang ini namun pesan selanjutnya.
[Ayah telah tiada, jika kau ingin menemui kuburannya ada di *** **** Nomor Kuburannya 363]
Rebecca terdiam, dia menatap tulisan yang terus muncul didepannya dengan tatapan tidak percaya.
Seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak, hanya tetes demi tetes air mata yang jatuh, hp mahal di tangannya tadi jatuh ke tanah tanpa dia sadari.
"Rebecca... Rebecca"
Rebecca tidak mengerti pandangannya pusing, suara yang masuk juga sangat tidak jelas, suara asistennya di dalam kondisinya seperti suara Ayahnya yang memanggilnya.
Dengan rasa berat di kepalanya, Rebecca yang tidak sanggup menahan, kehilangan kesadarannya.
Pagi harinya..
Reynold telah terbangun dari tidur panjangnya, berkat bantuan Silvi yang mengajarkannya cara tidur yang cepat dan nyaman. Reynold merasa beruntung akan hal itu.
Di pagi hari ini, tidak banyak yang dilakukannya..
Reynold hanya berkeliling menghirup udara segar pergi membuat kopi dan memainkan hpnya.
Saat membuka game offline kesayangannya..
*Pfuukk..
Reynold tiba tiba menyemburkan kopi yang barusan dia minum.
"Apa ini? Tidak mungkinkan?" Reynold memandang akunnya yang mencapai leaderboard pertama di seluruh dunia.
"Silvi apa yang terjadi? Apa kau meretas gamenya?" Tanya Reynold dengan panik, meskipun rekornya selama ini tidak menyentuh 100 keatas namun dirinya memasuki 1000 keatas, jika akunnya ketahuan ngecheat dia bisa di ban selamanya.
Sebagai game favoritnya, Reynold sangat tidak mau di ban permanen oleh developer game.
⟨Tidak Silvi hanya memainkannya karena merasa menarik! Karena begitu mudah juga Silvi bisa mendeteksi kolom apa yang akan datang permainannya menjadi sangat mudah⟩
"Uhuk uhuk yah bukan salahmu juga tapi terimakasih berkat itu aku mendapatkan 2000$ karena menjadi peringkat pertama" Meskipun tidak rela di akui gamenya sebagai game yang mudah, tapi Reynold tetap berterimakasih.
Lagipula alasan lain dia menyukai game ini karena memasuki 1000 - 1 peringkat mendapatkan uang sesuai peringkatnya. Karena pekerjaannya sebagai kasir minimarket bergaji kecil, Reynold terpaksa melakukan hal yang lain untuk memaksimalkan pendapatannya.
Meskipun 2000$ merupakan jumlah yang sangat banyak baginya, Reynold tetap tenang dan berusaha untuk tidak panik, dibandingkan Adiknya uang 2000$ sebenarnya bukan apa apa.
⟨Selain itu tuan! Di beberapa berkas sepertinya aku mendapatkan petunjuk mengenai Nona Besar⟩.
"Apa?" Reynold terkejut sangat-sangat terkejut Hingga dia menjatuhkan cangkir kopinya tanpa disadarinya.