A.I: Adventures on Earth

A.I: Adventures on Earth
Eps.10 Aura Tak Tertahankan



Ni novel cuma gabut aja kalo kalian enjoy thanks bre.


"Baiklah Vina kau bisa duduk dan memakan bekal yang ku beli tadi, aku tidak tahu apakah itu enak tapi cobalah" Reynold memegang pundak Vina dan tersenyum hangat.


Vina mengangguk dan duduk di mejanya, sementara Reynold membuka bekal yang dibelinya tadi. Setelah menyusunnya, Reynold berkata.


"Vina kamu makan dulu disini yah kakak ada sesuatu yang harus dilakukan" Reynold mengelus kepala Vina sambil tersenyum ceria berbeda dengan matanya yang melihat ke sekelilingnya dengan tatapan dingin dan tajam.


"I iya" Vina menjawab dengan lemah, dia menatap makanan di meja dengan mata yang berbinar-binar.


"Nah gitu dong, adik yang baik harus makan yang banyak" Reynold memberi semangat dan menunggu Vina makan, Saat Vina makan dengan nyaman dan bahagia, Reynold tersenyum senang.


"Vina tunggu disini sebentar yah kakak ada urusan" Vina yang mendengar itu hanya mengangguk dan melanjutkan makan sosis gurita yang imut.


Reynold berdiri tegak dan berbalik badan, dia menatap ke sekeliling dan menemukan seseorang.


"Hei bocah, dimana ruangan kepala sekolah! Antarkan aku kesana" Reynold berkata dengan nada yang marah, selama ini perilaku yang menyulitkan Vina adalah si kepala sekolah bajingan itu.


Dari berkas yang di ambil Silvi, di ketahui Kepala Sekolah selalu menyewa seseorang untuk membully Vina. Dan dengan embel embel dia sebagai pahlawan yang menyelamatkan Vina dari pembully.


Sebenarnya tujuan dia tidak lain adalah untuk mendapatkan Vina.


Yah lagipula kecantikan Vina bisa melebihi Rebecca jika dia dewasa.


Mengetahui tujuan asli kepala sekolah, Reynold sebagai kakak Vina mau tidak mau harus naik pitam dan menyelesaikan kepala sekolah dengan cara yang berbeda.


Reynold membuka pintu masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu, dia melihat kepala sekolah sepertinya sedang bermain dengan siswi yang mengenakan pakaian minim.


"Hei bajingan" Reynold langsung gercap mencengkram lehernya erat-erat dan mengangkatnya tinggi-tinggi dengan satu tangan.


"Aku dengar selama ini kau sudah melakukan perbuatan yang menyulitkan adikku yah bangsat" Amarah Reynold naik ke puncak tertinggi, cengkeraman tangannya menjadi lebih kuat membuat Kepala Sekolah kesulitan bernafas.


"Siiick Aappkk Kkakuu?"


(Siapa Kau?)


Kata Kepala Sekolah.


"Aku siapa? Kau tidak perlu tahu! Yang harus kau tahu! Aku akan membuatmu merasakan neraka di keesokan harinya! Dan membuat hidupmu lebih mengerikan dibandingkan kematian" Ucapnya dengan dingin dibarengi siluet mengerikan dibelakangnya membuat kepala sekolah menjadi bisu ketakutan.


Reynold melemparkan kepala sekolah, ke dinding membuat kepala sekolah memuntahkan darah dari mulutnya.


"Ingat ini, keesokan harinya hidupmu akan menjadi neraka hingga kau mati" Reynold membersihkan tangannya, dia sedikit melirik ke dua gadis yang sepertinya terpaksa melakukan hal hal tidak senonoh yang dilakukan kepala sekolah.


"Besok kalian bisa bebas! Jangan pernah melukai harga diri kalian dengan tindakan seperti tadi" Ucapnya tanpa melihat ke belakang dan pergi dengan punggung yang membawa ketakutan bagi kepala sekolah dan cahaya Dimata siswi.


Dikarenakan kedatangan Reynold, sekolah menjadi ribut bahkan guru-gurunya mulai pusing karena menganggap keberadaan Reynold seperti *******, bahkan mereka bersiap memanggil polisi jika ada sesuatu yang terjadi.


'Silvi sebarkan dokumen transaksi ilegal dan bukti penggelapan dana dari kepala sekolah Chesam ke pihak yang berwajib' Ucap Reynold di pertengahan perjalanan kembali ke kelas Vina.


⟨Baik Rey⟩


Dikarenakan Vina sepertinya di pojokan dilihat dari kondisinya sepertinya dia dipukuli hingga pingsan, bahkan bekal yang diberikan Reynold berantakan ditanah.


Sementara itu sekelompok laki laki dengan penampilan berandalan ada didekat Vina.


Reynold maju mendekati Vina dan ingin memeriksa kondisinya, wajah Reynold saat ini menjadi sangat gelap dia hanya menahan aura mengerikannya.


Namun di tengah-tengah seseorang menghentikannya, Salah satu anak yang berandalan menghentikannya.


"Oi bro sepertinya lu abangnya si lont" Saat ingin melanjutkannya dia terdiam di tempat, dikarenakan sebuah moncong pistol tepat di tengah alisnya.


"Diam atau ku tembak?" Reynold menatapnya dengan tatapan marah, siluet mata tak terhingga muncul di belakangnya seakan menginginkan kematian berandalan didepannya.


Reynold tidak memperdulikan mereka, juga dia tidak ingin melakukan kekerasan di sekolah, rumit nanti masalahnya, dalam hatinya dia hanya berkata "Tunggu sebentar lagi malam"


Sekelompok berandalan sepertinya sedikit takut dan memberinya jalan. Reynold berlutut satu kaki dan memeriksa kondisi Vina, setelah itu dia membersihkan debu di wajah Vina.


Reynold menggendong Vina dengan gendongan tuan putri, Reynold mengabaikan tatapan dan gosipan banyak siswa di sekitarnya.


Saat tiba di depan pintu kelas, Reynold menoleh ke para berandalan dan berkata "Berharaplah jika besok kau bisa melihat matahari" setelah itu dia pergi meninggalkan segerombolan berandalan sekolah yang kebingungan.


Reynold membawa Vina ke mobil namun saat di koridor sekolah, sekolompok pria berseragam yang sepertinya polisi ingin menahannya dan berkata.


"Mohon maaf tuan kami ingin berta--" Pemimpin polisi itu ingin memegang pundak Reynold dan menahannya.


Reynold hanya meliriknya dan aura yang selama ini di tahannya lepas, siluet iblis sepertinya muncul di belakangnya.


Reynold menoleh dan bertanya "Ada apa?" Pemimpin polisi yang tadinya memiliki keberanian langsung ciut seperti menghadapi atasan mereka.


"Tidak tuan lanjut saja, mohon maaf jika menganggu waktunya" Mendengar penjelasan polisi yang sepertinya tidak berguna, Reynold pergi kembali ke mobilnya, dia menaruh Vina di posisi Co Pilot lalu setelah Reynold duduk di posisi Pilot mereka berangkat.


Reynold kembali ke rumah Alvina, dirinya menaruh Vina di kamar dan menyiapkan makanan di dapur, dengan keahlian memasak Reynold tidak perlu di pertanyakan lagi.


Sore hari kemudian, Vina terbangun dari pingsannya. Dirinya terkejut melihat telah kembali di rumah dan tidur dengan nyaman. Vina membuka pintu kamar dan mencium aroma makanan yang sangat lezat.


Karena tidak bisa menahan lapar, dia berjala. menuruni tangga dan melihat Ryu sedang mencuci piring di dapur.


"Kakak? Bagaimana aku bisa di rumah apa yang terjadi? Aku harus ke sekolah jika tidak aku akan di keluarkan" Ucap panik Vina, karena trauma selama ini dia sangat takut jika di keluarkan.


Reynold yang mendengar ini, tatapannya menjadi dingin sejenak lalu berubah menjadi ramah, " tenanglah kamu akan sekolah di tempat lain yang lebih baik dan tidak akan ada yang menggangu mu, jika ada bilang sama kakak." Ucap ramah Reynold. Sementara Vina perlahan turun dari tangga.


"Tapi kak, Aduh" Vina merasakan sakit di kakinya dan tidak sengaja terjatuh, untungnya, Reynold cepat tanggap dan menangkapnya.


"Vina kamu tidak apa-apa?" Tanya khawatir Reynold, dia melihat kaki Vina yang seperti terluka.


"Tunggu jangan banyak bergerak" Reynold mengangkat Vina yang wajahnya memerah, dan menaruhnya di meja makan.


"Tunggu sebentar yah, dokter akan datang sebentar lagi memeriksa kondisi mu! Untuk sekarang makan dulu! Sepertinya kamu tidak makan dengan sehat teratur yah" Reynold Berkata sambil mengelus kepala Vina. Dia menyiapkan piring, dan perlengkapan makan juga beberapa sayuran yang berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuh.


Vina ingin berkata-kata namun dirinya tidak bisa karena Reynold terlalu sibuk mengurusinya