A.I: Adventures on Earth

A.I: Adventures on Earth
Eps.4 Mendapatkan Uang



"Natasha! Batalkan konser untuk esok hari, dan pesan pesawat untuk kembali pulang ke kota ***" Rebecca saat ini terlihat sedang terburu-buru bahkan dia tidak memperdulikan make upnya kali ini.


"Tapi nona ada apa mengapa terburu-buru? Tidak bisakah kita lakukan selesai konser?" Natasha bertanya dengan khawatir karena konser besok sangat penting untuk karir Rebecca kedepannya.


"Tidak bisa, Ada sesuatu terjadi!" Rebecca dengan sigap memakai pakaian casual dan bersiap pergi.


"Apa yang terjadi nona? Tolong tunggulah" Natasha mencoba menghentikan Rebecca yang ingin pergi begitu saja.


"Ayah ku! Ayah ku telah tiada!" Rebecca menundukkan kepalanya dan mencoba menahan tangisannya.


"Ayahmu? Bukannya dia sehat sehat saja nona?" Natasha menjadi semakin heran dan menatap Rebecca dengan tatapan tidak percaya.


"Bodoh! Ayah biologis ku! Sudah jangan banyak tanya aku ingin kembali ke kota ***" Rebecca memakai masker dan topi dan bersiap pergi.


.....


Setelah keluar dari ruang bawah tanah, Reynold membakar ruangan tersebut, karena dia tidak ingin orang lain tahu tentang rahasia ini lagi.


Untuk buku diary ayahnya, Reynold membiarkannya terbakar.


Sedangkan dia menatap api yang membumbung tinggi untungnya tidak ada bahan yang mudah terbakar jadi Reynold dapat memadamkan api dengan aman.


"Ayah" Reynold menatap api yang membumbung tinggi ke langit dan bergumam. Karena beberapa alasan saat dia membaca diary ayahnya, Reynold tiba tiba merubah pemikirannya.


"Akan ku pastikan, Dendammu terbalaskan entah kau suka atau tidak"


Setelah beberapa saat menunggu semuanya terbakar, Reynold memadamkan apinya. Dan kembali ke tempat penunggu bis untuk kembali ke apartemennya.


Karena perjalanan memakan waktu lama, Reynold tiba kembali ke apartemennya tepat pada tengah malam dimana preman J kembali muncul.


"Hehe, Dik Reynold sepertinya kau membawa hal yang bagus" Jarred memandang koper Reynold dengan tatapan serakah.


"Sudahlah tidak perlu basa basi! Mari kita hajar dia" Jerry sudah malas menghadapi Reynold jadi dia ingin cepat cepat menghabisinya.


Reynold yang di hadang 3 orang preman hanya terdiam di tempat.


'Silvi aktifkan Mode Petarung Jarak Dekat'


Saat di dalam bis, Reynold tidak bermalas-malasan dia menyuruh Silvi untuk mengingat segala macam gerakan seni bela diri. Dengan kemampuan Silvi yang ketika dia memberi izin untuk mengambil alih tubuhnya.


Reynold hanya perlu diam karena tubuhnya bergerak sendiri sesuai data seni bela diri yang di kumpulkan oleh Silvi.


Saat Jarred ingin meraih koper hitam di tangannya, Reynold berkata "Berhati-hatilah" Ucapan Reynold membuat Jarred sedikit heran.


Tiba tiba Reynold menjatuhkan koper dan bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat.


Dia menggunakan kemampuan taekwondo menendang dagu Jared membuatnya pingsan sementara, lalu dengan cepat dia menyerbu pria berotot Jorden, karena tubuh kuat Jorden, Reynold tidak menggunakan kekuatan untuk melawannya.


Reynold bergerak menggunakan kekuatan karate, dia pertama menepis pukulan mematikan Jorden, dan menyelinap ke belakangnya.


Dalam kemampuan karate ini, Tubuh Reynold bergerak sendiri mencari sendi leher Jordan. Reynold yang di belakang Jorden, memukul leher bagian belakangnya membuat Jorden pingsan di tempatnya.


Dan untuk yang terakhir, Karena dia menggunakan parang sebagai senjatanya, Reynold menggantikan seni beladiri menjadi Muay Thai yang lebih keras dari taekwondo.


Karena Jerry ketakutan dan tidak bisa bergerak, Reynold dapat dengan mudah menyerang bagian kiri tulang rusuknya.


*Crack


Suara patah terdengar, Jerry yang di tendang dengan kekuatan penuh terlempar ke samping dan menabrak tong sampah di sekitarnya, selain itu tulang rusuknya tampaknya patah dengan tendangan mengerikan itu.


Meskipun Reynold tidak bertarung sesungguhnya namun dampak timbal baliknya tetap mengenainya, apalagi saat memukul Jerry, kaki Reynold terasa terkilir.


Menahan rasa sakit di kakinya, Reynold kembali ke apartemen untuk mengobati kakinya.


Setelah mandi dan kembali ke kamarnya, Reynold membuka laptop jadulnya.


"Silvi silahkan masuk ke dalam Laptop ini" Reynold menyentuh laptopnya. Seperti biasa, cahaya putih keluar dari tangannya memasuki laptop jadulnya tersebut.


"Bagaimana berapa lama waktu yang di butuhkan untuk menerobos Mariana Web?"


⟨Dengan bantuan prosesor ini membutuhkan waktu 9 tahun 6 bulan untuk membukanya⟩.


"Uhh, Sepertinya aku harus menghasilkan uang" Gumam, Reynold dengan sedih, jika dia ingin mempercepat prosesnya, sepertinya harus membuat komputer tingkat tertinggi pada teknologi saat ini.


"Baiklah kau, diijinkan untuk mengakses semua informasi di internet dan juga cari informasi beberapa koruptor negara ini, setelah kau berhasil mendapatkannya, ambil semua uang di rekeningnya, berikan data tentang perilaku koruptor ke negara. Untuk uangnya berikan 40 persen untuk negara, 50 bagikan ke rakyat miskin dan sisanya masukkan ke rekeningku! Jika bisa sembunyikan transaksi pemasukan uang ke rekeningku"


Setelah Reynold memberikan perintah yang panjang, dia kembali berisitirahat dengan tidur, meskipun tugas yang di lakukan sulit untuk manusia, tapi bagi kecerdasan buatan sepertinya itu merupakan tugas yang mudah untuk mencari para koruptor.


Sementara itu dia tidak tahu efek yang terjadi setelah dia melakukan hal itu.


Keesokan harinya pada pagi hari


Rebecca telah kembali ke kota, namun dia tidak langsung ke kuburan dia beristirahat sebentar karena sangat kelelahan.


Sedangkan itu Reynold telah bangun dari tidurnya. Melakukan rutinitas pagi seperti biasa, Reynold kembali ke laptopnya dan melihat apa saja yang terjadi.


"Silvi jelaskan apa yang terjadi?" Karena malas mencari-cari informasi, Reynold langsung bertanya kepada ahlinya.


⟨17 Koruptor tertangkap, Dari ketujuh belas koruptor tersebut Silvi mendapatkan 5 miliar $. Untuk tuan 500 Juta $, Untuk Rakyat 1,5 Milliar $ dan itu dibagikan kepada masyarakat yang benar benar miskin dan membutuhkan. 2 Milliar $ diberikan kepada negara, 1 Milliar $ Untuk sumbangan amal terhadap panti asuhan dan juga amal kesehatan.⟩


"Hmm bagus bagus! Tapi 500 Juta $?? Itu benar benar mengerikan aku sudah menjadi orang kaya sekarang walaupun duitnya hasil maling" Ucap Reynold dengan sangat gembira.


Tiba tiba dia teringat sesuatu, Reynold mengambil telponnya dan menelpon seseorang.


Pemilik Apartemen: "Ya ada apa?"


Reynold: "Aku ingin membayar semua hutangku dan pindah dari apartemen, total berapa semua uangnya?"


Pemilik Apartemen: "Baiklah tunggu sebentar"


.....


....


Pemilik Apartemen: "Semuanya sekitar 2300$, 300$ nya merupakan biaya renovasi"


Reynold: "Baiklah akan kirimkan 2500$, terimakasih karena telah memberiku hutang, berikan nomor rekeningnya akan segera ku kirim"


Pemilik Apartemen: "Yah tidak apa apa! Dan nomor rekening ku ini *********"


Setelah mendapatkan nomor rekeningnya, Reynold berbasa-basi sejenak lalu menutup telponnya.


"Silvi berikan 2500$ ke nomor rekening yang tadi"


⟨Baiklah⟩


"Oh iya kau sudah bisa melepas kendali mu dari laptop ini, aku akan mengganti hp dan laptopku menjadi baru"


⟨Sip tenang saja⟩


Laptop yang tadinya di rasuki Silvi, tiba tiba mengeluarkan cahaya yang kembali ke tubuh Reynold. Dan kenapa tidak pada Handphone, karena hpnya masih di pakainya.


Setelah menyelesaikan semuanya.


Reynold hanya mengambil barang barang penting saja seperti foto keluarga dan lain lain, untuk perabotan yang lain Reynold tidak perlu khawatir tentang itu, dia bisa membeli yang lebih bagus dibandingkan dengan itu.


Setelah keluar dari apartemennya.


Reynold pergi ke suatu perusahaan di kota yang menjual rumah, dan juga apartemen yang lebih mewah.


"Selamat datang tuan ada yang bisa saya bantu?" Meskipun pakaian Reynold tidak terlihat kaya, tapi resepsionis tetap bersikap ramah.


"Apakah ada apartemen yang bagus? Aku ingin membeli ruangan disana?" Reynold bertanya dengan acuh tak acuh, karena perawakan yang tampan dan acuh tak acuh.


Resepsionis menjadi lebih ramah, lagipula hanya orang miskin yang akan terpesona dengan interior mewah kantor mereka sementara untuk orang seperti Reynold. Resepsionis menganggapnya sebagai model kelas atas dengan ketampanannya saja.


"Ini tuan" Resepsionis itu menyuguhkan buku mewah yang di lapisi emas yang didalamnya terdapat banyak apartemen dengan ruangan ruangan yang sangat menakjubkan.


"Hmm?" Reynold mencari-cari, lalu dia menemukan apartemen yang bagus tidak lebih tepatnya apartemen termahal di antara semuanya dan terbagus.


"Tuan apakah anda yakin? Sewa perbulannya 1 juta $ dan pertahunnya 10 Juta $" Resepsionis walaupun memandang Reynold seakan orang kaya tapi dia tidak yakin kemampuan Reynold bisa sampai segitunya.


Lagipula mereka yang tinggal di apartemen ini hanyalah orang-orang kaya peringkat menengah keatas. Bahkan orang orang kaya menengah hanya menyewakan perbulan dan orang orang kaya tingkat rendah hanya menyewa perhari.


"Aku tidak ingin menyewanya aku hanya ingin membelinya!" Reynold memandang harga 350 Juta $ yang tertera untuk membeli 1 ruangan.


"Eh" Resepsionis sedikit terkejut lalu dia berkata "Mohon tunggu sebentar tuan, saya akan memanggil manajer untuk berbicara lebih lanjut"


Orang orang kaya di sekitarnya sangat terkejut mereka memandang Reynold dengan tatapan kagum. Hal hal yang perlu memanggil manajer karena resepsionis tidak mampu untuk menanggapinya bukannya itu hanya terjadi ketika seseorang membeli apartemen yang mewah.


Membeli dan menyewa adalah dua hal yang berbeda.


Jadi sekelompok orang kaya segera datang ke Reynold untuk membentuk hubungan baik dengannya.


"Hahaha tuan apakah anda punya waktu luang? Anakku yang cantik ini sangat ingin bertemu denganmu?" Seorang pria paruh baya datang dan berbicara kepadanya.


Reynold yang sedang memainkan Hpnya menoleh dan melihat pria paruhnya baya dengan gadis cantik di sampingnya.


"Ya ada perlu apa?" Tanya Reynold dengan wajah acuh tak acuh.


"Ti tidak aku hanya ingin meminta nomor telpon mu? Bolehkah aku mendapatkannya tuan?" Anaknya yang cantik segera bertingkah imut dan menggodanya.


Reynold menatap gadis itu sejenak, lalu dengan tatapan tajam dia menoleh ke ayah anak tersebut.


"Apa kau menjual anakmu sendiri?" Pertanyaan Reynold membuat pria paruh baya itu membatu dan tidak bisa berkata-kata.


"Eh apa maksudmu tuan?" Pria paruh baya itu sedikit kebingungan.


"Apa kau hanya mempergunakan anakmu untuk mendapatkan kekayaan martabat? Bahkan dengan itu kau sampai rela menjual anakmu di depan publik?" Reynold berkata dengan sedikit marah, trauma di kehidupan sebelumnya muncul kembali.


"Pergilah aku paling membenci orang sepertimu!" Reynold berbalik dan mengabaikan keduanya yang terdiam.


"Apa yang salah dengannya?"


"Dia terlihat tampan tetapi ada apa dengan sirkuit otaknya?"


Banyak orang yang mulai menggosipnya.


Meskipun begitu Reynold tetap tidak peduli, Karena di ingatan lamanya, Reynold melihat adiknya sendiri menghina ayah dan dirinya dan pergi di adopsi orang lain hanya karena uang.


"Cih" Reynold mencibir.


Untungnya manajer datang lebih cepat dan membawanya ke ruangan khusus untuk membicarakan bisnis.