A Contract Marriage without Love

A Contract Marriage without Love
Kehidupan baru



Lizzie hanya pasrah karena dia sudah di hianati oleh orang yang sangat dia Cintai.


Setelah mereka sudah resmi jadi sepanag Suami dan Istri. Lizzie kemudian tinggal di Rumah mewah milik Dave.


Krek...


Pintu yang terbuka dan seluruh pembantu berbaris dan menundukan kepala nya


"Selamat datang Tuan muda dan Nyonya muda". jawab pembantu dengan kompak dan kemudian Dave menyuruh pembantu nya untuk menjaga Lizzie dan membawa barang barang Lizzie ke kamar utama


"Ini istri saya Elizabeth Grace. Saya minta untuk menjaga nya dan menuruti perintah dari dia, karena dia sedang mengandung anak saya. Dan antar kan dia ke kamar nya, saya akan pergi karena ada urusan penting". perintah Dave kepada pembantu dan memberitahu bahwa Lizzie sedang hamil


"Baik nyonya Elizabeth". jawab pembantu


"Panggil saja Lizzie". pinta Lizzie kepada pembantu agar enak di dengar


"Baiklah. Nyonya Lizzie, sini barang nyonya". kata bibi Rima yang segera membawakan barang Lizzie yang terbilang sedikit.


Dan menurut pembantu Dave. Nyonya Lizzie terlihat sederhana tidak terlihat glamor seperti mantan pacar nya Tuan Dave yang pernah ia kenal


"Tuan Dave, sangat beruntung mempunyai istri yang cantik tanpa make up dan terlihat sopan". batin bibi Rima yang sedari tadi sudah melihat penampilan Nyonya muda yang begitu terlihat sederhana tanpa memakai high heels


Krek...


Bibi Rima membuka pintu kamar utama sekaligus akan menjadi kamar Lizzie


"Nyonya Lizzie ini kamar anda, bibi akan merapihkan pakaian nyonya Lizzie". kata bibi Rima yang membuka koper Lizzie untuk di masukan ke lemari baju, tapi kemudian Lizzie menolak bantuan bibi Rima takut merepotkan


"Bi Rima, saya saja yang masukin bibi istirahat saja". pinta Lizzie yang tak mau merepotkan bibi nya karena Lizzie sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini di rumah nya dulu


"Tak apa Bi Rima nanti aku yang bilangin pak Dave, bibi istirahat saja". pinta Lizzie menyuruh bi Rima untuk istirahat


"Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu". jawab bibi Rima dan pergi meninggalkan kamar utama dan menuju ke ruang tamu


Setelah Lizzie selesai memasukan pakaian nya yang sangat sedikit. Dia melihat jendela kamar Dave dan membuka nya dan dia tampak terkejut ternyata di rumah ini ada taman yang penug dengan bunga - bunga yang indah dan bermekaran. Lizzie tak sabar untuk pergi ketaman. Lizzi meninggalkan kamar nya dan turun tangga dengan cepat


Drap....drap...drap


"Nyonya mau kemana? Terlihat sangat buru -buru?". tanya bibi Rima yang melihat Lizzie tampak buru buru menurunin tangga


"Bi Rima bolehkah saya melihat taman bunga yang di belakang rumah?". tanya balik Lizzie kepada bibi Rima


"Boleh sekali nyonya. Mau saya antarkan?". jawab bibi Rima dan menawarkan untuk mengantarkan nyonya Lizzie karena Lizzie juga istri dari Tuan Dave


"Iya bi Rima tolong ya. Terima kasih bi Rima". jawab Lizzie yang tampak tersenyum karena senang bahwa di sini ada taman bunga


Sesampai nya di taman bunga belakang rumah Lizzie terlihat sangat bahagia dan tenang


"Sangat indah dan juga angin nya sangat nyaman". kata Lizzie tampak tersenyum tulus dan bahagia senyuman nya seperti bidadari


"Ya nyonya di sini sangat indah". jawab bibi Rima yang juga terlihat tampak senang karena nyonya muda nya sangat baik dan juga sopan kepada nya


Dan setelah 30menit Lizzie dan bibi Rima berada di taman belakang Rumah.


"Nyonya Lizzie, udara di sini bertambah dingin san tak baik bagi nyonya dan juga bayi nya. Sebaik nya kita masuk ke rumah ya. Nyonya Lizzie". pinta bibi Rima yang mulai mengawatir kan nyonya Lizzie dan juga bayi nya


"Humm. Oke bi". jawab Lizzie yang sudah puas setelah melihat taman bunga