3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL

3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL
Part 8



Hati nadhirah sedikit teriris mendengar itu, bagaimana tidak akhtar adalah laki laki yang ia cintai sejak pertama mereka bertemu.


Nadhirah memang bisa di katakan mempunyai standar yang tinggi dalam memilih laki laki dan menurut nya akhtar adalah lelaki yang tepat.


Namun ia memang seringkali tidak sadar diri, pikir nadhirah.


Bagaimana bisa wanita yang berparas pas pas an seperti nya bersanding dengan akhtar yang memiliki segudang prestasi, paras yang sempurna, ilmu agama yang luas berbeda dengan nadhirah.


Itu yang ada di pikiran nadhirah saat ini. Akhtar memang sangat cocok di sangdingkan dengan luna.


" Assalamu'alaikum " Ucap nadhirah sembari berjalan masuk ke UKS.


perhatian akhtar dan teman teman nya itu serta luna dan tasya beralih ke nadhirah yang sedang berjalan menuju meja di samping ranjang UKS.


" Lama banget ra, lo abis dari mana aja? " Tanya tasya yang sudah menunggu dari tadi.


" Gue ke wc dulu tadi " Jawab nadhirah berbohong pada tasya dan yang lain nya.


" Eh ra lo kenapa pincang gitu? " Tanya Luna heran.


" Gapapa, pegel aja " Jawab nadhirah berbohong


" Ini makanan lo berdua " Imbuh nadhirah menyodorkan tangan nya yang terdapat piring itu kepada tasya dan luna bergantian.


" Makasiiih raa " Ucap luna


Nadhirah mengangguk tanda mengiyakan ucapan luna.


" Eh kok kamu sendiri, zhafran mana? " Tanya akhtar yang kini mengeluarkan suara nya.


" Tadi kak zhafran lagi masang spanduk kak " Balas nadhirah.


Mulut akhtar menyimbol kan huruf O sambil menganggukkan kepala nya.


" Eh kamu adek sepupu nya ayu kan ya " Tanya seorang wanita yang mungkin mengenali nya.


" Eh iya kak, kok bisa tau aku? " Jawab nadhirah heran.


" Kenalin aku ziva temen nya ayu, kemaren ayu ngasih tau aku tentang kamu " Jelas senior perempuan nya itu.


" ooo, iya kak " Balas nadhirah mengangguk dan tersenyum tanda hormat.


Mereka bertiga segera menghabiskan makan siang nya itu karena sebentar lagi waktu istirahat habis.


Kini sudah tak ada lagi akhtar dan teman teman nya di UKS.


" Cieee, senyam senyum aja nih dari tadi ada apa siiiih " goda nadhirah yang sedari tadi melihat bibir luna tak lepas dari senyum nya.


" Lagi kasmaran tuuh temen loo raa " Imbuh tasya.


" Apaansih kalian, senyum tuh sedekah " Sangkal luna dengan tangan memegang sendok yang berisi nasi untuk di masukkan ke mulut nya.


" Sedekah apa salting nieeehh " Ejek tasya.


Nadhirah hanya tersenyum tipis melihat kedua sahabat nya ini.


Bagi nya sudah cukup jika kedua sahabat nya bahagia. Ia berusaha mati matian menyimpan rasa di hati nya.


' ikhlasin raa, lo emang ga pantes bareng kak akhtar ' Batin nadhirah menyemangati dirinya sendiri.


Tiba tiba di tengah perbincangan mereka, suara alarm yang menandakan bahwa waktu istirahat segera habis dalam 5 menit itu berbunyi.


" Eh eh gimana iniii " Ucap tasya kebingungan


" Aahh yaudah lah langsung cuci ajah deh, ga sempet kalo mau ngabisin " Saran luna


" Oke lahh ayok cepet "


" Bentar woi satu sendok lagi nanggung ini mah " Imbuh nadhirah.


" Cepetan raa, nanti kena hukum kita " Imbuh tasya


Nadhirah mengarahkan sendok berisi nasi di tangan nya ke dalam mulut nya.


" Nahh udah selesai " Ucap nadhirah samar samar karena mulut nya penuh dengan makanan.


Tasya dan luna yang panik akan kena hukum karena tidak ingin dihukum langsung berlari ke ruang makan untuk mencuci piring mereka meninggalkan nadhirah.


" Aduh obatin dulu ga ya " Gumam nadhirah mengingat kaki nya yang sakit.


" Udah dehh ga sempet lagi ini " Jawab nadhirah atas pertanyaan nya sendiri.


Nadhirah keluar UKS dengan sedikit pincang namun ia paksa untuk berlari melihat waktu sudah sedikit lagi.


Sampai di tempat cuci piring, disana masih ada tasya dan luna, nadhirah menyusul mencuci piring nya.


" Aduhh, UKS terlalu nyaman sih " Imbuh luna merutuki sikap mereka tadi.


" GAIS GUE KEBELET, PLIS TUNGGUIN GUE " Jerit tasya yang sudah tidak bisa menahan buang air kecil lagi.


" Aduhh caa, bisa bisa nya lo kebelet ca " Keluh nadhirah.


Tasya yang sudah tidak tahan lagi segera berlari sekencang mungkin ke wc.


Sedangkan nadhirah dan tasya setia menunggu sahabat nya.


" WOI YANG DI DALEM CEPETAN KE LAPANGAN " Teriak zhafran yang melihat tiga adik kelas nya ini.


" Bentar kakk, tasya lagi di wc " Jawab nadhirah lantang.


" CEPETAN GAK, GUE HUKUM NANTI " Ancam zhafran.


" Sabar napesih marah marah mulu jadi orang " Keluh nadhirah pada luna yang kiranya tak di dengar oleh zhafran.


Namun ternyata zhafran memiliki pendengaran yang tajam, ia bisa mendengar adik kelas nya ini menghina nya.


" Woi raaa, lo kalo ngomong di filter dong, bisa bisa kena cincang ini kit- " Belum sempat luna menyelesaikan kalimat nya, sudah terpotong oleh zhafran.


" Lo bilang apaan tadi? lo pikir gue budeg hah " Imbuh zhafran sembari berjalan mendekati mereka berdua.


" Kan gue bilang juga apaa " Bisik Luna pada nadhirah.


' ni senior ngeselin banget dah, sabar raa astagfirullah. ' Batin nadhirah


" Kak jangan marah marah mulu nanti cepet tua terus ga laku " Imbuh nadhirah yang sudah kehabisan stok kesabaran nya.


' ya allah ni anak hobi bener nyari masalah ' Batin luna sembari mencubit tangan nadhirah untuk memberhentikan aksi nya.


" Maksud lo apa hah jangan sok belagu deh baru jadi junior juga " Ucap zhafran yang tersinggung atas perkataan nadhirah.


" EH GAIISSS GUE UDAH NIIH " Teriak tasya keluar dari wc.


Zhafran sontak mengalihkan pandangan nya ke tasya.


Tasya yang tadi nya tak menyadari ada zhafran disana mengangguk tanda hormat sambil menyapa nya.


" Yaudah, sekarang kalian bertiga cepet ke lapangan " Titah zhafran pada mereka.


Mendengar nada bicara zhafran yang berubah drastis saat tadi dengan nadhirah, Luna dan nadhirah saling menatap menunjukan kebingungan mereka.


' Kok jadi kalem ' Batin nadhirah.


Di lapangan angkatan 27 itu kembali melanjutkan kegiatan latdis mereka yang tadi terpotong jam istirahat.


Kali ini mereka di latih baris berbaris. Kaki nadhirah sudah tidak bisa bertahan lagi.


Kini ia terjatuh karena merasakan nyeri luar biasa di punggung kaki nya itu.


" Aduhh " Gumam nadhirah memejamkan mata menahan nyeri di kaki nya.


" Eh eh lo gapapa " Ucap salah satu siswi yang baris di belakang nadhirah.


" Kaki gue sakit banget " Adu nadhirah pada siswi itu karena ia sudah tak bisa menahan nya lagi.


Siswi itu memanggil akhtar yang memang bertugas menjaga barisan kelas mereka.


" KAK! " Jerit siswi itu meminta bantuan.


Akhtar yang merasa terpanggil, segera menuju ke sumber suara.


" kenapa? " tanya akhtar