3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL

3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL
Part 1



Pagi hari menjelang siang mereka menuruti keinginan nadhirah untuk bertemu di taman bunga bersama.


Nadhirah yang notabene nya tidak bisa mengendarai motor dan juga ayah nya tidak ada di rumah, jadilah ia menelpon luna untuk menjemputnya.


" Lun, jemput gue yaaa, plissss" ucap nadhirah dengan nada memohon yang dibuat buat.


" Salam dulu kek ra " imbuh luna


" Assalamu'alaikum qaqaaa, jemput yaa nantii " kata nadhirah meniru gaya bicara orang yang berjualan di online


" Waalaikumsalam iya iyaa nanti dijemput " jawab luna


" Makasiii sayangg " ucap nadhirah dengan nada menggelikan


" Apaan woi geli gue " jawab luna


" iya, gue juga sebenernya, udah yaaa gue matiin yaa, bye Assalamu'alaikum " imbuh nadhirah


" Waalaikumsa- " belum sempat mengucapkan salam hingga selesai namun panggilan sudah di akhiri oleh nadhirah.


" Buset dah ni anak " gumam luna


di rumah nadhirah


" ibuuuk ayah aku lulus SMA Plus Nusantara buu semalem pengumuman nya, tapi baru aku buka shubuh tadi. " kabar nadhirah pada ibunya


" hah? yang bener nak, Masya'allah nak, hebat kamu " ucap Ibu nadhirah terlihat ia sangat senang dengan kabar yang diberikan nadhirah.


" iya dongg anak siapa dulu, ayah gitulohh " sambung ayah nya nadhirah sambil menyombongkan dirinya.


" anak ibu juga laah, bikin nya berdua kalee " kata ibu nadhirah


Akhirnya mereka tertawa bersama mendengar jawaban ibu nya. di rumah hanya ada mereka bertiga, karena kakak kakak nya nadhirah sedang menempu perguruan tinggi.


Ya ini lah keluarga nadhirah yang penuh dengan kehangatan dan keharmonisan.


sedangkan di sisi lain, yaitu keluarga tasya


" ma, tasya lulus SMA Plus Nusantara ma " ucap tasya.


Namun sangat sakit hati nya ketika mama nya hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Bukan reaksi seperti ini yang ia harap kan.


Namun ia berusaha untuk tidak membenci wanita yang telah melahirkan nya ini. Selalu ia berdoa kepada yang Maha Kuasa agar hati mama dan papa nya di luluhkan.


______________________________________________


**tinnnnn


tinnnn


Nadhirah telah menebak jika itu adalah luna, ia sangat mengenal suara klakson motor luna. Saking sering nya ia menebeng pada luna.


" Woi cepet banget lo lun gue belom hijab an " ucap nadhirah dengan setengah menjerit, pasalnya jarak mereka berdua sedikit jauh.


" yaelah lo, udah di bilang jam 10 juga, tasya udah nunggu itu pastii " jawab luna dengan sedikit marah akibat tingkah sahabat nya itu yang selalu saja ngaret.


" Iya iya bentar gue pake jilbab dulu " imbuh Nadhirah.


setelah berkata demikian, ia segera masuk kembali ke dalam rumah nya, mengambil jilbab yang sudah di siap kan, lalu memakai nya.


" Nah udahh siap gue ayook " Kata nadhirah sembari mengikat tali sepatu nya.


" gas ngengggg " Canda luna yang di akhiri dengan tawa oleh kedua nya.


" buukk, aku pergi yaa " izin nadhirah pada ibu nya yang sedikit mengeraskan suara nya karena ibu nadhirah sedang masak di dapur.


Selesai mengikat sepatu nya itu Nadhirah berlari ke depan pagar nya, namun nadhirah tetap lah nadhirah, ceroboh itu dia.


bruk


" Omaigaddd bokong guee " teriak nadhirah histeris


" HAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHA " Luna sibuk tertawa sambil memegang perut nya yang sakit akibat terlalu lepas ketawa.


" lun, tolongin kek, malah ketawa " Ucap nadhirah yang sedang berusaha berdiri dari sikap ter duduk nya itu.


" Sensi amat " ejek luna pada nadhirah yang sedang marah marah dari tadi


Luna kemudian meng gas motonya itu.


Saat di pertengahan jalan, terjadi kemacetan akibat dari acara pernikahan orang yang tinggal di rumah pinggir jalan.


Karena tidak ingin ikut terjebak di dalam nya, luna mengambil jalan pintas melewati gang gang sempit yang sepi.


" Lun, kok kesini sii, ngeri gue lun " Adu Nadhirah pada luna, pasalnya bulu kuduk nadhirah sudah terangkat sekarang ini.


" Udah santai aja deh, gue kan jago karate " jawab Luna menenangkan teman nya yang penakut ini.


" Ya iya kalo yang di liat penjahat lun, kalo yang ganggu setan gimana, mana bisa lo ngelawan setan pake karate " Ucap nadhirah


bruk


bruk


" BERANI NYA ANDA MELECEHKAN SEORANG WANITA "


"ARGH"


Terdengar suara jeritan yang mengerikan dari tempat mereka berada ini.


" Lun, apaan tu lun, beneran gue takut banget lun " kata nadhirah pada luna


" Iya ini gue juga sebenernya " Jawab Luna, ia merasakan hal yang sama dengan nadhirah.


" Kita samperin aja ya kali, siapa tau ada yang bahaya ra " Imbuh Luna


Luna memang terkenal dengan bakat beladiri nya, ia juga wanita pemberani yang tidak takut dengan apa pun selain Tuhan dan orang tua nya.


Itulah alasan mengapa nadhirah dan tasya merasa aman jika sedang bersama Luna. Mereka merasa dilindungi jika dalam bahaya.


Tasya, Luna dan Nadhirah memiliki kemampuan di bidang masing masing.


Tasya yang jago melukis dan bakat seni lainnya bahkan ia sangat fasih berbahasa Inggris.


Nadhirah yang jago dalam sains apalagi mata pelajaran yang paling ia sukai adalah matematika. Ia juga berbakat dalam bidang public speaking dan itu juga salah satu hobinya.


Ya walaupun tidak banyak piagam yang mereka dapatkan dengan bakat nya itu. Namun mereka tetap mengasah skill nya, dan tak ada kata menyerah bagi mereka.


Back to topic


Luna berhenti di sebuah gubug tempat dimana suara itu berasal, ia berdua yakin jika itu adalah tempat nya.


brukkk


Luna dengan kuat mendobrak pintu rapuh itu.


terlihat di sana depan kepala mereka ada dua lelaki yang sedang bertarung dan seorang perempuan yang terlihat sangat ketakutan dengan badan bergetar.


" tolong " rintih nya pada nadhirah dan Luna


Mereka berdua langsung berlari menghampiri wanita itu.


Ketika sampai di sebelah wanita yang kira kira beda 2 tahun di atas mereka, nadhirah langsung memeluk nya.


" Mbak, kenapa mbak? " tanya nadhirah sambil khawatir


" Sa- saya hampir di gilir oleh mereka " jawab wanita itu dengan rintihan.


Nadhirah dan Luna baru menyadari jika wanita itu sudah tidak mengenakan celana namun tertutupi oleh hoodie laki - laki.


Luna yang mendengar itu sontak emosi, ia segera menghampiri para laki laki itu membantu seorang lelaki lain nya yang berusaha melawan sendirian.


" KURANG AJAR LO SEMUA " Sarkas Luna yang sudah terbawa emosi


lelaki tadi tersenyum melihat Luna yang dengan berani nya menghajar para preman itu.


brukkk


satu preman telah ambruk akibat tendangan dari luna.


Nadhirah segera menelpon polisi untuk datang di lokasi, ia juga mengabari Tasya agar datang ke lokasi membawa mobil nya.


" Halo caa, cepetan kesini ya pake mobil lo ya cepetan nanti gue sharelock " desak nadhirah, Tak menunggu jawaban Tasya, nadhirah langsung mematikan telpon nya.