
Keesokan hari nya adalah saat yang paling mereka tunggu tunggu yaitu masuk ke asrama.
Bippp bipp
Bunyi alarm dari HP Nadhirah. Ia mencari keberadaan HP nya itu, setelah menemukan apa yang ia cari nadhirah langsung mematikan alarm itu.
tuuttt tuttt
Bunyi HP nadhirah saat ia melakukan panggilan grup yang berisi tasya, luna dan nadhirah.
" Assalamu'alaikum girlsss , udah pada bangun belom " Ucap nadhirah yang memastikan sahabat nya bangun tepat waktu.
" Udahh dong " Jawab luna
" caca? " tanya nadhirah heran karena yang muncul hanya suara luna saja.
" Udah gue bangunin tapi kayak kebo " Kata luna yang sudah mencoba membangunkan tasya sedari tadi.
" Ya allah, kebiasaan tu anak " Imbuh nadhirah
" Yaudah ya gue mau mandi dulu, lo bangunin lagi tu caca " Ucap nadhirah menyuruh luna.
" Oke babayy, nanti lo di jemput supir nya tasya ya " Ucap luna
" Oke ashiaappp, assalamu'alaikum " akhiri nadhirah.
" Waalaikumsalam " Jawab tasya.
pagi harinya.
Tin tinnn
Suara klakson mobil tasya. Nadhirah yang sudah siap dengan satu koper dan satu totebag besar serta tas ransel nya itu langsung keluar rumah.
Kakak nya nadhirah segera membawa tas tas nadhirah dan memasukkan nya ke dalam mobil. Begitupun supir nya tasya.
Sedangkan tasya dan luna masih di kosan karena kosan mereka dekat dengan SMA Plus Nusantara hanya sekitar 1 km.
Merasa semua nya sudah di masukkan nadhirah langsung masuk ke dalam mobil.
Sedangkan kakak nya aimar dan lidia menyusul dengan motor.
Sekitar 15 menit mereka sampai di kosan nya tasya dan luna.
Barang - barang mereka sudah di mobil hanya saja tadi tasya belum siap sehingga mereka tidak ikut menjemput nadhirah.
Tasya dan luna sudah masuk ke dalam mobil.
" Haii gaisss " Ucap tasya
" Deg deg an gue beneran deh " Imbuh nadhirah sambil memegang dada nya.
" Santai aja kaleee, gue juga " Jawab luna
" Yaelooo, sama aja dongg " Ejek tasya.
" Eh btw kalian udah liat pembagian kamar nya semalem? " tanya nadhirah pada sahabat nya.
" Ohhh iyaa, gue kamar nomor e- " Ucap tasya yang terpotong akibat tangan nadhirah memukul mulut nya.
" Eittttsss, nanti kita sebutin bareng bareng " Ucap nadhirah.
Tasya berusaha melepas bungkaman tangan sahabat nya itu.
" Woiii lepasinn " Imbuh tasya dengan samar samar karena mulut nya masih terbungkam.
" Eh oiya lupa maaf ya hehe " Kata nadhirah dengan rasa tak bersalah nya.
" Lo ya awas aja lo " Marah tasya.
" Oke, sebutin bareng bareng yaaa kamar nya " Imbuh Luna, melerai perdebatan kedua sahabat nya itu.
" okee satu, duaa, tigaa " Ucap tasya memberi aba aba pada teman nya.
" Enam "
" Sembilan "
" Empat "
Ucap mereka serempak ketika sudah hitungan ke tiga.
" Yahhhhh " Imbuh nadhirah, pupus sudah harapan mereka untuk satu kamar.
" Yaahhh kamar gue jauh banget sembilan, lo berdua mayan deket " Imbuh luna meratapi nasib nya.
Kini, mereka sudah berada di halaman SMA Plus Nusantara.
Ternyata kakak nya nadhirah juga baru sampai.
Selesai dengan barang barang nya, tasya, luna dan nadhirah berpamitan dengan aimar dan lidia.
Namun sebelum itu mereka di minta untuk berfoto dulu oleh lidia.
" kak aku masuk ya " pamit nadhirah dengan aimar dan lidia sambil menyalami nya, di ikuti dengan tasya dan luna.
" Iya, hati hati yaa " peringat aimar.
Mereka bertiga berjalan menuju gedung asrama nya.
" bayyy " ucap nadhirah sambil melambaikan tangan nya.
nadhirah di kamar 4, tasya di nomor 6 dan luna di nomor 9. Pada pertengahan jalan mereka berpisah untuk menuju kamar masing masing.
Setelah melihat lihat nomor kamar yang tertera di depan pintu itu, akhirnya ia melihat nomor 4 beserta daftar nama siswa di kamar itu.
nadhirah mengetuk nya terlebih dahulu dan membuka pintu itu sembari mengucap salam.
Terlihat di dalam sana ada beberapa orang wanita yang sedang mengeluarkan barang barang nya dari koper dan menaruh di loker masing masing.
Nadhirah tersenyum sembari menyeret koper nya.
" haloo " sapa salah satu dari mereka.
" haii " Jawab nadhirah tersenyum ramah.
" Kenalin aku dara, nama kamu siapa? " tanya cewek itu.
" Ohh, kenalin aku nadhirah " Jawab nadhirah.
Kemudian satu per satu dari mereka juga mengenalkan diri masing masing. Dikamar ini total ada 8 siswi.
Begitu juga yang terjadi di kamar tasya dan luna.
Jam makan siang telah tiba, mereka serempak menuju ruang makan. Nadhirah, tasya dan luna pun bersama sama ke sana, mereka memang tidak bisa di pisahkan.
" Eh tunggu woi, jalan cepet amat kayak di kejer setan " Imbuh nadhirah sambil memegang bahu tasya.
" Ya elo setan nya " Ejek tasya dengan enteng nya
" Berarti lo temennya setan " Balas nadhirah
HAHAHAHHAHAHA
Di akhiri dengan tawa.
Saat sampai di ruang makan, ternyata antrian di meja prasmana itu sudah sangat panjang.
" Subhanallah panjang banget woi " Ucap luna terkejut melihat antrian di depan nya.
" Potong antrian aja yuk, udah laper banget gue " ajak nadhirah yang sudah tidak tahan.
" Gila lo, baru masuk udah mau bikin onar " Marah tasya.
" iya lo ra, kita tu harus jadi adik yang baik dulu untuk sementara " Imbuh luna
" Lo jangan pura pura ga mau ca, mau kan loo ayok " Ajak nadhirah sekali lagi.
" Kalo mau nyerobot antrian bukan di sini, ini bukan sekolah bapak lo " Ucap seorang laki laki yang menggunakan baju seragam panitia, yang berarti itu adalah kakak kelas mereka.
Nadhirah melihat sekilas pada nametag nya yang bertulis M. Zhafran Al-fatih.
" Hehe, iya kak maaf " Ucap nadhirah sopan karena malu sudah kepergok.
laki laki yang bernama zhafran itu tak menanggapi permintaan maaf nadhirah ia langsung saja pergi.
" HAAHAHHHAHAHHA" Tasya dan Luna serempak tertawa ketika melihat nadhirah di marahi.
" Gue bilang juga apa, kualat kan lo " Imbuh Luna.
" Iya maaf bu nyai " Ucap nadhirah mengejek Luna.
" Woi buruan maju ra " Peringat tasya yang takut takut jika antrian nya akan di terobos karena ada space yang sedikit besar di depan nadhirah.
Setelah mengantri cukup lama, sampai lah mereka di depan meja prasmanan, terdapat nasi beserta lauk pauk lainnya.
" Yaelah, dingin lagi nasi nya, ga nafsu gue " Gumam nadhirah.
" Paksain ra, nanti lo krempeng kalo kayak gitu mulu " Ejek Luna.
" Iya tu ra, udah asrama masih aja milih milih makanan " Sambung tasya.
Nadhirah memang orang yang suka memilih milih makanan. Bahkan jika di rumah ia tidak selera dengan lauk nya nadhirah bisa saja tidak makan.