3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL

3 GIRLS IN SENIOR HIGH SCHOOL
Part 3



" Yaudah saya ikut kalian aja " Jawab nayla mengarah pada tasya, nadhirah dan juga luna.


" Yaudah ayok gih, liat tu udah merah semua lengan nadhirah " Ucap tasya yang khawatir dengan keadaan nadhirah.


" Kak kita duluan ya, makasi ya kak " Kata nadhirah pada akhtar, seperti nya ini cinta pada pandangan pertama.


Akhtar hanya tersenyum menanggapi nadhirah.


Karena tadi luna membawa motor, jadilah ia yang mengendarai motor nya sendirian sedangkan tasya, nadhirah dan nayla menggunakan mobil.


tinnn


klakson luna yang di tujukan untuk pamit kepada akhtar


Sesampai nya mereka di rumah sakit terdekat, segera saja mereka membawa nadhirah ke dalam dan menunjukkan pada dokter di sana.


Alhasil nadhirah di bawa seorang perawat ke igd untuk di tangani luka luka sayatan nya.


" kok bisa sampe segini nya dek? kamu coba bunuh diri ya? " Tanya seorang perawat yang heran dengan banyak nya luka sayatan di lengan dan leher gadis ini.


" Astaghfirullah Sus, ya engga dong, tadi saya jadi bahan sanderaan " jawab nadhirah


Perawat itu tertegun ketika mendengar kata 'sandera'.


" Hah kok bisa si dek? " Tanya perawat itu


" Ya bisa laa Sus, masa ga bisa sih " Jawab nadhirah dengan santai nya.


30 menit kemudian nadhirah telah selesai di tangani.


" ayok gais udah ni, anter mbak nayla yokk. "


kata nadhirah mengajak teman teman nya


Mereka segera keluar rumah sakit dan menuju rumah nayla sembari mengobrol bersama.


Tadi saat menunggu nadhirah di tangani, karena rumah luna tidak jauh dari rumah sakit ini alhasil ia mengembalikan motornya ke rumah.


" Nah nanti abis ini belok kiri ya " Ucap nayla yang mengarahkan tasya menuju rumah nya.


" Oke mbakk " Jawab Tasya.


Jalan menuju rumah nayla ini bisa dikatakan cukup sempit sehingga Tasya menjalankan mobil nya dengan pelan.


" Rumah yang kuning itu yahh " Kata nayla


" Yang sebelah kanan ini mbak " Jawab Tasya memastikan dugaan nya.


" Iyaaa " Jawab nayla


" Okeee udah sampe d-"


Ucapan Tasya terpotong kala melihat tulisan Panti Asuhan yang besar terpampang di depan mobil nya ini.


Mereka baru mengetahui bahwa nayla tinggal di panti asuhan. Terlihat di sana ada beberapa anak sedang main bersama.


Namun mata nadhirah hanya bisa menuju satu lelaki yang tak asing bagi nya, namun ia lupa siapa. Lelaki itu bermain dengan anak anak panti.


' papa able ' batin nadhirah yang terlihat kagum dengan nya.


" Eh mbak tinggal d-di panti asuhan? " Tanya luna


" Iya aku tinggal di sini, jangan kaget yaah, di sini emang ga semewah tempat kalian " imbuh nayla


" Apaansi mbak, emang di pikir rumah kita kaya istana " Ucap tasya tidak enak pada nayla.


" Yaelahhh rumah lo mah emang kaya istana dodol " Imbuh nadhirah jengkel saat tasya berkata demikian. Merendah sekali pikir nadhirah.


Tasya hanya bisa menampilkan gigi nya saat mendengar nadhirah.


" Yaudahh ayok, turun aja ngapain kita masih di dalem " Imbuh luna, karena dari tadi mereka hanya asik mengobrol di dalam mobil.


" Iyaa, ayok mampir dulu nanti aku kenalin ke ibu panti " Ajak Tasya


" Eh itu siapa ya kok gue ga asing sama muka nya " Tanya nadhirah yang menyimpan rasa penasaran nya dari tadi.


Tasya dan luna mengikuti arah mata nadhirah. Mereka juga terkejut ketika melihat lelaki itu.


" Eh itu kan kak akhtar yang tadi ikut nolongin, kok bisa ada disini " Imbuh Luna


" OH IYA GUE BARU INGET ASTAGA " Ucap nadhirah heboh ketika mengingat lelaki itu.


" Tauk pikun banget si lo raa, masih muda juga " Ejek Tasya pada nadhirah.


" Dih kayak lo engga aja, lupa tu sifat manusia brooh " Balas nadhirah yang tak terima di ejek.


Saat itu juga tasya menjitak kepala nadhirah tanpa aba aba membuat sang empu marah dan berusaha untuk membalas.


" Wleeeee ga kenaaa " Ejek Tasya


Namun lagi lagi kesialan berada pada nadhirah hari ini, ketika sedang berusaha menyentuh kepala tasya reflek Tasya mendorong nadhirah, nadhirah yang tidak siap akhirnya terjatuh.


brukkk


" Astaagaa tadi pagi gue jatoh di rumah, terus siang nya di sandera, terus sekarang jatoh lagi " Kesal nadhirah dengan nasib nya hari ini.


Tasya, luna dan nayla tertawa melihat nadhirah terjatuh dengan tidak estetis nya, di tambah lagi keluhan nadhirah yang meratapi nasib nya itu.


Akan tetapi ada yang berbeda. Mengapa suara tertawa nya menjadi banyak? pikir nadhirah.


Ketika ia melihat ke sumber suara itu, alangkah terkejut nadhirah saat menyadari jika anak anak yang tadi nya bermain bersama akhtar kini menertawakannya.


Malu


itulah yang di rasakan nadhirah, jika bisa ia ingin menghilang sekarang juga. Terlebih saat melihat akhtar ikut menertawakannya.


' Omaigadd, kenapa sih harus di liat kak akhtar. pengen ngilang ya allahh ' batin nadhirah


Akhtar pun juga terkejut saat mata nya mengarah kepada apa yang anak anak ini tertawakan.


' Lah, mereka ngapain kesini? ' batin akhtar


Namun dia tidak menghiraukan nya, ia mengajak anak anak itu bermain kembali.


Segera nadhirah berdiri, walaupun kaki nya sedikit sakit. Namun rasa malu nya lebih besar daripada sakit nya.


" Udah deh ketawa nya, malu gue, tu di liatin anak anak, gue pulang duluan aja yaa " Ucap nadhirah menahan malu.


" Hahaahahah, lagian lo kenapa bisa jatoh si gue kan cuman dorong dikit aja " Ejek Tasya


" nyenyenye " Imbuh nadhirah yang sudah malas meladeni Tasya


" yaudah ayok masuk " ajak nayla menyudahk perdebatan dua gadis ini.


Sembari berjalan menuju rumah nya, melalui halaman yang sedikit luas. Luna penasaran mengapa akhtar bisa ada di sini.


" Mbak, kak akhtar tinggal di panti juga? " tanya Luna dari sebelah nayla, nadhirah yang memang penasaran juga segera memasang kuping.


" Engga, dia bukan anak panti kok. Aku juga ga tau kenapa bisa di sini. Nanti tanya ibu panti aja " Imbuh nayla


" Okedehhh mbak " Jawab Luna


" Assalamu'alaikum " Ucap nayla sambil memasuki ruang tamu panti itu di ikuti dengan nadhirah, Luna dan Tasya.


Tanpa di suruh mereka langsung mendudukkan bokong nya ke kursi yang tersedia.


" Waalaikumsalam " jawab seseorang dari dalam, tak lama kemudian muncullah seorang wanita paruh baya.


Tasya, Luna dan nadhirah segera berdiri melihat kedatangan nya, mereka juga menyalami wanita itu.


" Nah ini ibu yang udah ngerawat aku dari kecil " Ucap nayla memperkenal kan ibu panti yang sudah di anggap nya ibu kandung ini.


Ibu panti atau sebut saja bu aisyah itu hanya tersenyum.


" Ini siapa nay? " Tanya bu aisyah heran tiba tiba kedatangan orang baru