
brummmm
Tasya segera menjalankan mobil nya menuju lokasi nadhirah dan Luna.
" Mbak jangan khawatir yaa, tenang aja, saya udah telpon polisi kok " ucap nadhirah menenangkan wanita itu.
" Iya, makasi ya dek " Jawab wanita itu masih dengan nada lirih nya.
Melihat bagian bawah wanita ini yang telanjang, ia mencari cari keberadaan celana wanita itu.
Setelah menemukan itu ia segera menuju tempat celana itu berada.
Namun belum sempat sampai, ada seorang lelaki yang termasuk dalam komplotan preman ini, lelaki tersebut mencekik nadhirah dari belakang sembari menodong kan pisau nya pada leher nadhirah.
Nadhirah tertegun ketika mendapat tindakan demikian. Ia sangat gugup sebenarnya, namun berusaha menetralkan jantung nya dan bersikap tenang.
" KALIAN SEMUA MAU PERGI ATAU GADIS INI YANG PERGI SELAMA NYA "
Semua orang yang ada di sana sangat terkejut melihat nadhirah yang sudah di sandera, terlebih lagi wanita yang tadi hampir di gilir. Ia berteriak histeris melihat nadhirah.
" JANGAN TOLONG JANGAN SAYA MOHONN " Teriak wanita itu dengan nada penuh mohon pada preman yang menyandera nadhirah.
" Banci lo, maen nya sama cewek " kata laki laki yang bertarung bersama Luna tadi.
" WOI LO LEPASIN GA TEMEN GUE " Bentak Luna yang tidak terima sahabat nya jadi bahan sandera.
Nadhirah menyebut nama allah dalam hati nya, ia senantiasa berzikir kepada yang maha kuasa. Tidak ada yang tau kapan ajal kita datang kan? pikir nadhirah.
" Oke, kalo lo mau temen lo lepas, lepasin gue sama temen temen gue dulu " Ancam preman itu
" Pengecut lo bang " ejek nadhirah yang ber pura pura santai padahal aslinya ia takut setengah mati melihat pisau itu.
" Ngomong apa tadi sayang " goda preman itu, sembari mendekatkan pisau nya pada leher nadhirah dan kini sudah ada luka sayatan pada leher nya.
Nadhirah memejamkan mata menahan sakit itu. Dalam hati ia berdoa kepada sang Pencipta.
" Lo mau main main sama gue " ucap lelaki tadi
" Cemen lo bang, sini lawan gue aja " Imbuh Luna menyerahkan diri nya.
" TOLONG JANGAN SAKITI DIA, SILAHKAN KALIAN SAKITI SAYA SAJA " Teriak wanita tadi.
" ANGKAT TANGANN!!! " Tiba - tiba saja ada sekita 5 orang polisi yang datang di lokasi tersebut.
Dan Tasya juga baru sampai di sana ber barengan dengan para polisi itu.
" WOI LEPASIN TEMEN GUE BOTAK " Jerit Tasya yang histeris melihat hijab bagian leher sahabat sudah berwarna merah.
"LEPASIN GUE, ATAU NYAWA DIA YANG GUE LEPASIN " Ancam preman itu pada para polisi.
" Pak udah biarin saya mati, asal kalian tidak melepaskan orang biadap ini pak. " Ucap nadhirah pasrah jika ini adalah akhir hidup nya.
arghhhhh
" RARAAAAA " Jerit Tasya dan Luna serempak sambil merangkul satu sama lain.
Satu sayatan di tangan nya nadhirah. Namun gadis itu tidak mengeluarkan air mata sekalipun itu sangat menyakitkan bagi nya.
Ia percaya pada allah, dalam hati ia selalu menyebut nama allah.
Sedangkan wanita yang tadi, ia telah berdiri di samping nadhirah sambil memohon mohon pada preman itu untuk melepaskan nadhirah.
" Tolong, saya mohon lepasin dia "
' Ya allah jika ini akhir hidup hamba, hamba ikhlas ya allah ' Batin Nadhirah
Tak ada yang menyadari jika lelaki baik yang telah menolong wanita tadi sudah berada di belakang preman itu.
Nadhirah sudah mengerti maksud lelaki itu dari awal, jadi lah ia mengalih kan perhatian preman ini.
Greppp
Cowok tadi berhasil mencengkram tangan sang penyandera yang memegang pisau, ia segera menarik tangan nya membuat nadhirah lepas dari sanderaan preman itu.
Tasya dan Luna sangat senang menyaksikan nya, ia berdua segera berlari menghampiri nadhirah lalu memeluk nya.
Begitu pun dengan seorang wanita tadi, ia tersenyum senang dan memeluk nadhirah erat.
" Alhamdulillah, gue selamat " Nadhirah mengucap syukur tiada henti nya.
Pisau juga berhasil di ambil. Namun tetap saja preman melawan dan menendang lelaki itu.
Tetapi belum sempat menendang polisi sudah melambungkan peluru nya pada kaki preman itu. Jadilah ia terduduk tak berdaya.
Sedang kan teman teman nya yang lain sudah tak sadar kan diri akibat di pukuli oleh Luna dan laki laki yang tidak di ketahui nama nya itu.
" Pak, borgol aja nanti buat ulah lagi " Imbuh Tasya pada para polisi itu.
kelima polisi itu sedang sibuk membogrol para preman yang ingin menggilir seorang gadis tadi.
" Makasih banget ya kalian udah mau nolongin saya, saya udah gatau lagi gimana selanjutnya kalo kalian ga dateng " Ucap wanita itu dengan rasa syukur yang sangat dalam
" Iya mbak, santai aja kita kan sama sama perempuan " Jawab Nadhirah
Sedangkan Luna, seperti biasa ia hanya tersenyum ramah. dia memang seperti itu tidak banyak ngomong jika dengan orang lain.
Namun akan sangat cerewet pada saat bersama dengan orang terdekatnya.
kalau nadhirah dan Tasya, mereka akan cerewet dimana pun berada.
" Iya bener itu kata rara, woman support woman " Imbuh Tasya
Lelaki yang tadi lebih dulu menolong gadis itu tersenyum mendengar perbincangan keempat gadis di depan nya ini.
Akan tetapi mata nya hanya mengarah pada satu gadis saja.
" Oh iya nama nya mbak siapa? " Tanya Nadhirah
" Nama saya nayla, kalo kalian? "
" Kalo aku nama nya nadhirah, nah yang ini tasya, yang ini Luna kalo yang ini ga tau " jawab nadhirah sembari menunjuk temannya satu persatu hingga berakhir di lelaki yang tidak ia ketahui namanya.
" Nama saya akhtar " Jawab lelaki itu
" Makasih banyak ya kamu, udah nolongin saya tadi " Ucap nayla
" Makasih juga tadi udah nolongin gue pas di sandera kalo ga mungkin udah ga ada disini " Imbuh nadhirah.
" Iya sama sama, tapi saran saya lebih baik kamu ke klinik terdekat terlebih dahulu, banyak luka sayatan di badan kamu " Kata akhtar yang melihat bercak merah di hijab dan lengan nadhirah
" OMAIGAD NADHIRAH, DARAH NYA MAKIN BANYAK, UDAH AYOKK BURU KITA KE RUMAH SAKIT " Teriak Tasya yang baru menyadari nya.
" Rumah mbak nya dimana, sekalian aja nanti kami anter ya " Tanya Luna pada nayla
" Iya mbak, sekalian aja yaa " mohon nadhirah
" Gausah gapapa nanti saya pulang sendiri aja " tolak nayla.
Bukan nadhirah nama nya jika permintaan nya ada yang berani menolak
" Mbakk ikut aja lahh, aku tau mbak itu masih trauma kan mbak, nanti mbak salah alamat lagi pas pulang gara gara kepikiran kejadian ini " Jelas nadhirah panjang lebar
" Iya mbak, ikut mereka aja, atau mbak mau ikut saya aja? " Tanya akhtar.