
" Heh, kayak lo engga aja, mending gue ngitem, lo tuh merah! " Balas nadhirah yang di barengi tawa oleh luna.
Karena tasya memiliki kulit yang putih jadilah ketika terkena matahari, kulit nya akan memerah.
Tasya yang kesal dengan nadhirah mengeluarkan jurus andalan nya, ia menjitak kepala nadhirah.
" woi ca, asal jitak aja, kepala gue ini, nanti gue jadi bodoh " Imbuh nadhirah yang tak terima.
" Emang siapa yang bilang lo pinter " lagi lagi tasya meng-ulti nadhirah dengan kata - kata nya.
Hingga baru saja nadhirah mengangkat tangan nya untuk menabok tasya namun sudah dihentikan oleh luna.
" Udah lahh, ayok makan gue laper banget nungguin lo berdua adu jotos " Ucap luna, memang jika sudah seperti ini luna lah yang harus mendamai kan kedua nya.
Karena perintah luna tadi, akhirnya mereka jalan bertiga dengan luna di tengah tasya dan nadhirah.
Namun, di depan sana ada seorang lelaki mengenakan nametag panitia yang sedang terburu buru.
" Eh tadi yang ngawas barisan lo berdua siapa? " Tanya nadhirah sembari berjalan menuju ruang makan.
" Kak zhafran " Jawab mereka berdua serempak.
" Hah? kakak yang marah marah mulu itu? " Sarkas nadhirah mendeskripsi kan zhafran dengan suara yang sedikit keras.
" Ra, ati ati lo kalo ngomong jangan keras keras, kuping senior kita ini ada di mana mana " Peringat luna takut takut jika ada yang mengadu ke zhafran.
" Hehe, maaf keceplosan abis nya ngeselin banget si, untung aja kelas gue yang ngawas kak akh-"
Bruukk
Gedubrakk
" ASTAGA " Jerit nadhirah dan tasya.
Bahkan kata kata nadhirah belum habis namun sang empu sudah ada di depan mereka.
Akhtar yang tadi terburu buru dengan setengah berlari ia memegang 2 proyektor yang besar sekaligus untuk dii bawa ke aula.
Akhtar menabrak luna, menyebabkan 1 proyektor jatuh dan menimpa tangan luna yang sudah tersungkur.
" Astagfirullah, maaf dek, kamu gapapa? " Tanya akhtar yang takut adik kelas nya ini kenapa - napa.
Tasya dan nadhirah segera membantu luna agar dapat berdiri.
Pandangan akhtar menuju tangan luna yang tadi tertimpa proyektor yang bisa dibilang besar dan berat itu.
Luna menyembunyi kan tangan nya sambil menahan sakit.
" Lun, lo gapapa lun? " tanya nadhirah sembari memegang pipi nya dan mengecek beberapa bagian tubuh luna,
namun nadhirah tidak menyadari bahwa luna menyembunyi kan tangan kiri nya.
" Gapapa raa, udah lah gue cuman jatoh aja bukan tabrak lari " Jawab luna menenangkan nadhirah.
" Beneran lo gapapa lun? " tasya memastikan lagi apakah sahabat mereka ini benar baik baik saja.
Luna lagi lagi menggeleng mengisyarat kan bahwa ia baik baik saja.
" Luna, ikut saya ke uks! " Perintah akhtar yang sudah mengetahui bahwa tangan luna tidak baik baik saja.
" Loh, kenapa kak saya gapapa " Elak luna
" Tapi tangan kamu ga baik baik aja " Ucap akhtar yang tak bisa lagi dielak luna.
Tasya dan nadhirah yang mendengar itu sontak melihat tangan luna. Nadhirah mengenggam tangan luna untuk memastikan perkataan akhtar.
" aduhhh ra " rintih luna yang kesakitan kala memar nya di tekan.
" Ini yang lo bilang gapapa? " kata tasya memarahi luna. sedangkan luna hanya bisa menampilkan gigi nya.
" Tapi temenin gue ke uks, gue gamau kalo berdua doang " Ucap luna
Akhtar tersenyum mendengar itu. Sangat langkah pikir akhtar.
" Yaudah tasya ikut sama saya dan luna ke uks, nadhirah kamu tolong ambil makan siang buat kalian bertiga. kalian belum makan kan? " perintah akhtar.
" Okee kak " Jawab nadhirah sambil tersenyum.
" Nanti minta tolong ke zhafran aja yah buat bawain piring nya " Sambung akhtar.
Tasya, luna dan akhtar berjalan menuju uks yang tidak searah dengan ruang makan.
Sedangkan nadhirah, dengan pincang ia menuju ke ruang makan melaksanakan perintah akhtar tadi.
Ya, memang tak ada yang menyadari jika proyektor yang satu nya lagi terlepas dari tangan akhtar ketika ingin menolong luna dan menimpa kaki nadhirah.
Semuanya terlalu fokus dengan luna yang sudah tersungkur hingga tak menyadari hal tersebut.
' udah biasa ' batin nadhirah sembari menampilkan senyum tipis nya.
Saat sampai di ruang makan, sudah tak ada lagi antrian karena memang tadi nya mereka sholat terlebih dahulu.
Jadi siswa yang lainnya sudah selesai makan.
Nadhirah berjalan mendekati meja yang di atas nya tersedia berbagai lauk itu, ia mengambil tiga piring sekaligus untuk teman nya.
Selesai dengan kegiatan nya, pandangan nadhirah mengelilingi ruang makan, mencari keberadaan zhafran untuk dimintai tolong.
Ternyata zhafran baru saja selesai makan dan mencuci piring nya di wastafel yang telah di siapkan.
Nadhirah menuju ke tempat zhafran berada dengan pincang sambil menahan sakit kaki nya.
" kak zhafran! " Panggil nadhirah.
Zhafran yang merasa nama nya di sebut itu menoleh ke sumber suara.
" Kenapa? " Jawab nya dingin sembari mencuci piring nya tadi.
" Itu, tadi di suruh kak akhtar tolongin gue bawa makan siang ke UKS kak " Jelas nadhirah.
" Untuk apa? " Tanya zhafran heran
" Buat gue, tasya sama luna tadi luna ketimpa proyektor tangan nya jadi di bawa ke UKS " Jelas nadhirah.
" Zhafran! bantuin gue masang spanduk di atas" Jerit salah satu senior nadhirah yang merupakan panitia juga sama seperti zhafran.
" Oke oke bentar " Jawab zhafran juga sedikit menjerit karena jarak mereka cukup jauh.
" Yaudah lo bawa sendiri aja ya, gue mau masang spanduk " Imbuh zhafran langsung berlari meninggalkan nadhirah.
" TAPI KAK- " Ucap nadhirah yang kesal namun zhafran tak menghiraukan nya.
" Aduhh, mana UKS jauh banget lagi, masa' gue mau bolak balik sih " gumam nadhirah.
Nadhirah menuju meja yang ia gunakan untuk menaruh piring makan siang yang telah di ambil nya tadi.
Tiba - tiba ada siswa yang sedang membawa nampan kosong.
Nadhirah yang melihat itu pun senang karena ia tidak akan bolak balik membawakan makan siang temannya ini.
" Eh, boleh pinjem nampan nya ngga? " Tanya nadhirah pada siswa itu.
" Boleh, nanti balikin nya ke ibu kantin aja yah soalnya tadi minjem ke dia " Ucap siswa itu.
Nadhirah hanya mengangguk mengiyakan ucapan nya sambil tersenyum.
Ia menuju ke UKS membawa nampan yang berisi tiga piring makan siang itu.
' aduhh, kaki plis jangan sakit deh ' batin nadhirah yang memang sudah menahan sakit dari tadi.
Pelan tapi pasti ia akhirnya sampai di UKS.
" Diliat liat kalian berdua cocok deh Haha"
" Iya, pacaran aja gih "
" Zina broo "
" Yaudah nikah aja "
" bolehh "
Nadhirah mendengar obrolan dari ruang UKS. Ia tau siapa yang sedang di comblangi.
Ia kenal dengan suara akhtar orang yang saat ini sedang dicintai nya.