
" oh iya, kenalin bu ini yang udah nyelametin aku dari preman preman tadi bu " Jelas nayla.
" Hah kamu di apain nay? " Bu aisyah panik ketika mendengar kabar nya.
Nayla menceritakan semua kejadian yang menimpa nya hari ini.
" Nah bu, yang cowok di depan itu ngapain di sini? tadi dia yang nolongin nay bu " Tanya nayla.
" Ohh nak akhtar itu donatur baru panti asuhan kita nay " Jelas bu aisyah
Nadhirah yang mendengar itu sangat kagum kepada akhtar. Sebenar nya bukan kali ini saja tapi sudah dari saat ia menyelamatkan nayla.
' Masya'allah ga salah lagi ' batin nadhirah.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
" Woi lo berdua tu di tanyain mau minum apa? malah bengong aja " Imbuh tasya sambil menggoyangkan tubuh nadhirah juga luna.
Memang sedari tadi nayla sudah menanyakan ingin minum apa, namun nadhirah dan luna masih saja termenung.
" E-eh iya, air putih aja mbak gapapa " Jawab luna tidak enak.
" Aku juga air putih aja mbak " Imbuh nadhirah.
" Yaudah tunggu yaa " Kata nayla sambil berjalan menuju ke dalam rumah.
Mereka mengobrol - ngobrol bersama dengan ibu panti. Mulai dari menanyakan jumlah anak panti, donatur panti asuhan ini, kisaran umur anak anak di sini dan banyak lagi.
" Assalamualaikum " Ucap seorang lelaki dari depan pintu.
sontak orang yang ada di dalam menoleh ke sumber suara, dan ternyata itu akhtar.
" Waalaikumsalam " Jawab mereka serempak
Nadhirah berusaha menahan senyum nya agar tak di ketahui siapapun.
" Nah ini yang nolong aku tadi bu " Kata nayla menunjuk akhtar.
" Ohh nak akhtar, makasih banyak ya nak udah nolongin nayla. " Imbuh bu aisyah.
" Iya bu sama - sama " Jawab akhtar sambil tersenyum.
" Eh duduk sini gih, ngobrol dulu sebentar " Suruh bu aisyah.
Akhtar menuruti perintah bu aisyah, ia duduk di samping luna namun sedikit berjarak.
' masya'allah ' batin seseorang
" Oh iya, nak akhtar umur nya berapa tahun? " Tanya bu aisyah, pada para pemuda pemudi di depan nya ini.
" Kalo umur saya masih 16 tahun bu, nanti baru naik kelas 12 " Jawab akhtar.
Nadhirah, tasya, luna serta nayla tidak menyangka jika selisih umur mereka dengan akhtar ternyata sedikit.
" Kalo nadhirah, tasya sama luna baru mau masuk SMA bu " Jawab nadhirah.
" Ohh, jadi umur kalian ga beda jauh ya " Imbuh bu aisyah
" Nahh kalo mbak nayla kelas berapa? " tanya tasya yang sudah penasaran.
" Aku sama kayak akhtar baru mau naik kelas 12" Jawab tasya
" Ooohh " Imbuh luna.
Tak beberapa lama kemudian mereka semua pamit pulang ke rumah, karena sudah sore.
" Bu, mbak kita pulang dulu yaa " Pamit nadhirah sembari menyalami bu aisyah di ikuti dengan tasya dan luna.
" Iya hati - hati ya di jalan " Ucap bu aisyah.
Nadhirah, tasya dan luna berjalan keluar rumah itu menuju tempat parkiran mobil tasya tadi sembari bercanda tawa.
" Iya gue juga ngerasa gitu " Jawab luna.
" Masya'allah banget ga siii " Ucap nadhirah
" Zina zina " Peringat tasya kepada dua sahabat nya yang sedang mengagumi laki-laki ini "
" Astaghfirullah " Jawab mereka serempak.
______________________________________________
' Ya allah cukup kan lah rezeki keluarga hamba ya allah, mudah kan lah urusan kami ya allah ' doa nadhirah.
Pasal nya, keluarga nadhirah saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang tidak baik baik saja.
Di tambah lagi dengan biaya sekolah nadhirah yang bisa di bilang tidak sedikit.
Nadhirah sudah pernah mengusulkan agar ia mengundurkan diri dari SMA Plus Nusantara dan mengikuti tes lagi di SMA yang ada di daerah nya.
Namun ibu dan ayah nadhirah tentu saja tidak setuju jika solusi nya adalah itu.
Ibu dan ayah nya selalu menenangkan nadhirah bahwa semua ini ada jalan nya. Alhasil nadhirah hanya bisa pasrah.
2 minggu kemudian
Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Kini nadhirah, tasya dan luna sedang bersiap - siap untuk melakukan perjalanan ke kota tempat SMA Plus Nusantara berada yaitu Palembang.
Merantau di usia yang terbilang muda, cukup menjadi tantangan bagi mereka untuk keluar dari zona nyaman nya masing - masing.
" Eh gais udah semua kan yaa " Ucap tasya memastikan barang - barang mereka sudah terkumpul.
Mereka ke Palembang menggunakan mobil tasya yang di antar oleh supir nya.
mama dan papa nya? mereka bahkan tidak akan menyia - nyiakan waktu untuk mengantar putri pertama nya ini.
" Udah, ayokk berangkatt " Ajak Luna yang sangat antusias.
" Bu, yah kita kita pamit dulu yaa " Ucap nadhirah sambil menyalami kedua nya.
Begitu pun dengan tasya dan luna, mereka menyalami orang tua nya masing masing.
ibu dan ayah nya memang tidak ikut sekarang namun mereka akan menyusul lusa nanti.
Di dalam mobil mereka menyanyi kan lagu dengan volume yang besar, bercanda tawa, makan snack yang tadi telah di siapkan dan lain nya.
Hingga tak terasa kini mereka telah memasuki kota Palembang.
" Ra, rumah lo alamat nya dimana " Tanya tasya
Ya walaupun mereka asrama, namun itu hanya 1 tahun yang artinya saat kelas 11 dan 12 mereka harus keluar asrama dan tinggal di rumah.
Tasya dan luna memilih untuk mengekos di dekat SMA Plus Nusantara.
Sedangkan nadhirah, karena kakak - kakak nya juga sedang menempuh perguruan tinggi di palembang, jadilah ia tinggal bersama mereka.
" Di Komplek melati ca " Jawab nadhirah.
" Pak nanti ke rumah nadhirah dulu yaa, baru ke kosan aku sama luna " perintah tasya pada supir nya itu.
Supir tasya hanya mengangguk mengiyakan perkataan tasya.
Mereka mampir sebentar di rumah nadhirah untuk sholat maghrib karena takut waktu nya keburu habis.
Namun ternyata kakak perempuan nya nadhirah panggil saja Lidia sudah menyajikan berbagai cemilan, karena tidak enak, jadilah tasya dan luna menyantap cemilan itu dulu.
" Enak banget kak, ini buat sendiri " Puji tasya sambil mengunyah kue buatan Lidia itu.
" Aah kamu bisa aja " jawab Lidia yang di akhiri tertawa.
" Manis banget gini di bilang enak " Ejek nadhirah yang membuat kakak nya marah.
" Yaudah gausah makan kalo gitu " Imbuh Lidia
Alhasil mereka serempak tertawa.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tasya dan luna memutuskan untuk berpamitan karena mereka takut kemalaman sampai di kosan nya.