
" Ini kak, kata dia kaki nya sakit " Ucap siswi yang ber nametag afifah itu.
Pandangan zhafran menuju orang yang di maksud afifah.
' Aduh, kenapa harus dia si ' batin nadhirah.
" Eh nadhirah kan? Kaki nya kenapa? " Tanya akhtar
" anu, sakit kak " Jawab nadhirah yang sedikit terbata bata.
" Yaudah kita ke UKS aja, bisa jalan ga " tanya akhtar yang di jawab dengan gelengan kepala oleh nadhirah.
Nadhirah menggelengkan kepala nya menandakan bahwa ia tidak sanggup lagi untuk berjalan.
" Yaudah kalian toloh papah nadhirah yah " Imbuh akhtar menyuruh dua orang siswi di dekat nya.
Tak mungkin ia mau memapah nadhirah, ia sangat tau batasan nya sebagai lelaki muslim.
Nadhirah di papah oleh kedua siswi itu menuju ke UKS. Di ikuti dengan akhtar di belakang nya.
Tasya yang menyadari peristiwa itu ia menyenggol tangan luna untuk memberi tahu nya.
" Apaansi ca, nanti di liat " bisik luna
" Woi liat itu, rara kenapa di bawa ke UKS, dia sakit? " Tanya tasya penasaran sekaligus khawatir pada sahabat nya.
" Lah iya yah " Imbuh luna melihat nadhirah di papah oleh dua orang siswi tersebut.
" EKHEMMM " Sindir zhafran dengan deheman, ia memang di tugas kan menjaga barisan kelas tasya dan luna.
Tasya dan luna yang ketakutan langsung kembali ke posisi semula mengikuti arahan sang pelatih.
" Pokok nya selesai ini kita langsung ke UKS ya ca " Imbuh luna setelah memastikan zhafran sedang tidak memperhatikan mereka.
Tasya hanya mengangguk, ia takut jika ketahuan lagi.
" Kaki nya sakit karena apa? " Tanya akhtar.
" Memar kak " Jawab nadhirah.
" Okee, bentar " Balas akhtar
Nadhirah di sofa, sedangkan akhtar berjalan menuju etalase mengambil alat kompres dan juga perban elastis.
" Ini, kamu kompres dulu sekitar 15 menit baru nanti di babat sama perban elastis " Suruh akhtar.
Nadhirah membuka sepatu nya terlebih dahulu untuk di kompres.
Akhtar yang memang tidak tau menau jika memar di kaki nadhirah adalah akibat dari diri nya.
" Ini kena apaan, kok bisa kayak gini? " Tanya akhtar yang heran.
Nadhirah diam saja sembari menunduk tidak ingin menatap akhtar.
walaupun ilmu agama nya tidak seluas akhtar namun ia berusaha mati matian untuk menaati kewajiban nya sebagai seorang muslim.
Setelah bertanya demikian akhirnya ia mengingat ulang kejadian siang tadi.
Oh tuhan, akhtar baru menyadari bahwa ini ulah nya, ini adalah akibat dari proyektor yang terjatuh dari tangan nya.
' Astaghfirullah, apa bener ini karena kejadian tadi? ' Batin akhtar merasa bersalah.
" Nadhirah, jujur ini sebenar nya karena apa? " Tanya akhtar memastikan dugaan nya.
" Gapapa kak, tadi kebentuk kursi " Jawab nadhirah berbohong.
Namun akhtar tidak sebodoh itu untuk tak mengetahui jika nadhirah berbohong.
" Apa ini karena proyektor yang tadi terlepas dari tangan saya? " Imbuh akhtar.
Nadhirah mengangguk ragu, ia bingung harus bagaimana menjawab nya.
" Ya allah, kenapa ga bilang, tau gitu diobatin bareng luna tadi " Ucap akhtar menghela nafas.
' Karena gue gamau minta perhatian dari orang yang ga merhatiin gue kak ' Batin nadhirah.
" Saya minta maaf " Ucap akhtar yang merasa bersalah.
" Gapapa kak " jawab nadhirah sambil tersenyum dengan tangan yang sibuk mengompres kaki nya.
' Astaga raa, sadar lo ga boleh baper, lo ga pantes buat dia. ' Batin nadhirah menyadarkan diri nya.
" Tar! , disini ternyata lo, gue cariin dari tadi juga " Keluh zhafran yang telah keliling mencari keberadaan akhtar sedari tadi.
" Ada apaan zhaf? " Imbuh akhtar.
Akhtar segera berdiri untuk menghampiri pak agus di kantor.
Namun ia teringat sesuatu yang belum di selesaikan nya.
" Zhaf, lo anak PMR juga kan, lo tau cara masang perban elastis kan? " Ucap akhtar mengintimidasi zhafran.
" Ya iyalah masa' anak PMR ga tau " Balas zhafran.
" Yaudah gue ke tempat pak agus, nanti lo tolong perbanin nadhirah kaki nya memar! " Suruh akhtar.
" Tapi tar gue- " Elak zhafran
Namun belum sempat zhafran menyelesaikan nya, sang empu sudah berlari menuju kantor
Terpaksa zhafran menuruti nya. Pandangan nya menuju ke sofa yang sedang di duduki oleh nadhirah.
Nadhirah sedang sibuk mengompres kaki nya sambil menggeluti pikiran nya sendiri.
" Kenapa lagi lo? " Suara zhafran mengejutkan nadhirah yang sedang melamun.
" Gapapa " jawab nadhirah singkat jelas padat karena ia sudah malas berdebat dengan kakak kelas nya ini.
" Busettt, kena apaan itu ungu banget " Zhafran terkejut kala melihat memar nadhirah.
" Kepo banget " Jawab nadhirah yang sangat menyebalkan bagi zhafran.
" Yaudah ga jadi gue obatin " Ancam zhafran menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
" Ya terus?, gue juga ga minta obatin kak " Jawab nadhirah datar.
Zhafran naik pitam mendengar jawaban nadhirah ini. dirinya sangat berani pikir zhafran.
" Oke, liat aja " Imbuh zhafran, namun bukannya pergi sang empu malah ikut duduk di sofa depan nadhirah.
Selesai dengan kegiatan mengkompres nya, nadhirah mengambil perban berwarna coklat itu.
Ia memulai kegiatan nya melilit kan perban itu di kaki nya.
" Sok bisa lo, ga gitu cara nya " Bantah zhafran.
Zhafran mengambil perban dari tangan nadhirah dan mengulang lilitan nya.
" Kak biar gue aja " Pinta nadhirah tak di gubris oleh zhafran.
Sesaat kemudian zhafran tau maksud nadhirah tidak ingin di obatinya, nadhirah tak mau bersentuhan dengan lawan jenis.
akhirnya zhaftan berusaha untuk tidak menyentuh nya.
" Lo tahan yang sebelah situ jangan sampe lepas " Titah zhafran.
Nadhirah hanya menurut saja, lagipula ini juga untuk diri nya.
' Ni orang ngeselin banget tapi baik juga ' batin nadhirah
" Nah sudah " Ucap zhafran setelah menyudahi kegiatan nya.
Nadhirah hanya diam saja tanpa menggubris sedikit pun.
" Lo ga bilang makasih gitu? " Imbuh zhafran.
" Lah kan lo PMR kak, tugas lo dong kak ngobatin ginian " Ucap nadhirah dengan senyum mengejek.
" Kok bisa tasya punya sahabat kayak lo, kasian banget " Imbuh zhafran yang tak habis pikir dengan tingkah laku adik kelas nya.
" kok bisa kak akhtar punya sahabat kayak lo juga ya kak " Balas nadhirah dengan nada tanya yang di buat buat.
" Kurangajar lo, gue senior lo ga takut kena hukum lo " imbuh zhafran.
" RAAA! LO KENAPA " Jerit tasya dengan suara melengking mengejutkan zhafran dan nadhirah di dalam sana.
" ASTAGA SUARA LO KECILIN DIKIT KEK " Keluh nadhirah yang juga menaikkan volume nya.
Luna dan tasya berlari menuju sofa tempat nadhirah berada yang memang terletak sedikit jauh dari pintu UKS.
Namun na'as nya tasya tersandung tali sepatu nya sendiri saat sedang berlari.
" Caaaa awas! " Peringat luna yang tak ada gunanya lagi.
Beruntung zhafran sigap menangkap nya, hingga posisi mereka saat ini sangat sangat dekat.
" AACIEEEEE UHUYYY " Jerit segerombol lelaki yang merupakan teman zhafran dari luar UKS.