100 Day Wedding

100 Day Wedding
Akhir Pencarian (The End) Not Final



Sena panik karena tak menemukan satu pun di dalam ruangan tempat Jun dirawat. Ketika dia kelar dari pintu ruang rawat Azmya dan Rafael muncul sudah berganti pakaian. Sena langsung memeluk mereka membuat Azmya heran dengan kelakuan Sena.


"Kita harus segera pergi dari sini, di luar orang-orang yang mengejar Jun banyak sekali," ucap Sena membuat Azmya kaget.


"Dimana mereka? aku akan memberi pelajaran pada mereka?" Azmya dengan gaya pemberaninya mencoba akan menghadapinya.


"Mereka bukan sembarangan orang, sangat berbahaya."


"Tapi Oppa, mereka harus diberi pelajaran, kita laporkan pada polisi," ide Azmya langsung dijawab Lee Do Hwa yang sudah ada di belakang mereka.


"Mereka tidak bisa hanya dilaporkan ke polisi, Azmya-si."


"Kalau itu mudah mungkin sudah Rjun Hyung lakukan dari dulu," sambung Lee Do Hwa.


"Dan mereka mengincar kalian semua, termasuk Rafael, ini tidak bisa dibiarkan," kata Sena menceritakan kalau Azmya, Lee Do Hwa, Jun, dan Rafael masuk ke dalam daftar pencaria mereka.


"Ke-kenapa aku dan Rafael juga?" tanya Azmya.


"Sebenarnya Kwan Seok sudah mengawasimu semenjak Hyo Jin meninggal, oleh karenanya Jun menghilang dan tidak menghubungimu agar kamu tidak sampai berurusan dengannya," cerita Do Hwa membuat Azmya terkejut.


Dan Sena pun sekarang paham dan mengerti maksud Jun waktu berantem dengannya di pantai tentang orang jahat yang mengancam keselamatan Azmya.


"Karena Jun sudah berani kembali ke padamu waktu itu, jadi inilah konsekuensi Jun. Demi keselamatanmu dia rela berganti identitas dan mengikuti Kwan Seok seperti anjingnya."


Azmya terlihat sangat terkejut dan hendak pingsan mendengarnya.


"Mungkin Kwan Seok sudah menduga aku membantunya, tambah lagi tadi mungkin ada beberapa orang yang memotretku dan mempostingnya ke media sosial. Artinya mereka sudah hampir menemukan kita di sini," kata Do Hwa.


"Kenapa mereka begitu ingin menemukan Jun dan mereka berdua?" tanya Sena tidak mengerti di balik pengejaran Jun.


"Tidak ada waktu lagi untuk menceritakan itu semua, kita harus segera pergi dari sini." Do Hwa pun memperingatkan bahwa mereka tidak punya waktu banyak.


Sena kemudian berlari mencari Tae. Kali ini mungkin sarannya tadi bisa dia pakai.


"Tae, sekarang mungkin waktunya buat mereka pergi ke rumahmu!" kata Sena pada Tae yang baru saja selesai memeriksa Jun. Sementara Jun yang sudah sadar melihat Sena tampak berbincang serius dengan dokter Tae.


Dengan gerak cepat Tae menyiapkan sebuah mobil ambulance yang akan membawa mereka semua bersembunyi ke tempat yang lebih aman.


Jun yang masih linglung belum sadar betul dengan keadaan yang sedang terjadi hanya menatap mereka semua dengan bertanya-tanya.


Lee Do Hwa memangku Rafael kemudian masuk ke dalam mobil ambulance bersama Azmya. Sementara Sena tidak ikut. Dia akan menyusul mereka agar mereka tidak menarik perhatian karena ada dua mobil yang saling berdempetan keluar dari klinik.


Tepat setelah beberapa menit mereka keluar. Beberapa anak buah Kwan Seok mendatangi klinik. Dan dokter Tae langsung diinterogasi.


"Kau pernah melihat orang-orang ini?" tanya salah satu dari mereka menunjukkan selembar foto.


Tae langsung menggelengkan kepalanya.


"Tolong perhatikan lagi wajah-wajah dalam foto ini!"


"Maaf, pasien ku banyak dan yang kemari juga banyak, jadi aku kurang begitu mengingat orang-orang yang datang," jawab Tae.


"Min Hyuk periksa semua ruangan yang ada di sini!"


"Siapa kalian berani menganggu dan membuat keributan di klinik ku, saya bisa laporkan kalian ke polisi!" ancam Tae tidak terima tempat dia bekerja digeledah.


"Coba saja kalau anda berani!"


Tae kemudian memerintahkan semuanya untuk keluar sebelum dia benar-benar menelepon polisi.


"Kalau anda berani berbohong dan menyembunyikan mereka, anda bisa mengalami kesulitan!" ancam mereka.


Tae pun bersumpah kalau dia tidak bohong. Beberapa perawat yang melihat merasa ketakutan dan bahkan ada yang sempat menelpon polisi.


"Mereka tak ada di sini."


Setelah memeriksa setiap sudut di klinik. Mereka pun pergi meninggalkan klinik dengan seenaknya tanpa minta maaf setelah membuat keributan di sana.


Tae pun langsung menarik napas lega setelah mereka benar-benar pergi jauh.


"Dokter Tae, siapa mereka sebenarnya, kenapa mereka mencari pasien tadi?" tanya salah satu perawat yang membantu Jun.


"Mereka orang jahat, dan kita membantu orang yang membutuhkan pertolongan, lagipula kalau aku tak membantu mereka. Mungkin adikku kalau tahu akan memarahiku dan membenciku seumur hidupnya. Dia sangat tergila-gila dengan mantan idol itu," seru Tae pada perawatnya.


"Benarkah, ah aku tak suka idol, aku sukanya dokter." Ucapan perawat itu membuat Tae tertawa. Lalu kemudian mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka di klinik tanpa peduli kalau tadi sempat ada beberapa kekacauan di sana.


🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻💠💠


Mereka tiba di sebuah rumah yang berada di pinggir kota. Rumah itu menghadap sebuah danau yang lumayan luas. Rumah yang tidak terlalu besar, namun sangat asri dan terawat.


Do Hwa dan Azmya turun dari mobil ambulance. Mereka disambut dengan seorang perempuan muda kira-kira usia dua puluh tahunan.


"Do Hwa Oppa." Panggil perempuan itu memanggil nama Do Hwa.


Lee Do Hwa langsung tersenyum melihatnya.


"Ayo masuk!" gadis itu kemudian menyuruh mereka masuk. Jun pun di bawa dengan memakai kursi roda. Wajahnya tampak sangat lelah. Sepanjang jalan dia hanya menangis sambil melihat wajah Rafael. Mungkin dia merasa tidak percaya kalau dia mempunyai anak.


Jun langsung dibawa menuju sebuah ruangan yang nampaknya sudah disiapkan oleh gadis itu.


"Terimakasih, siapa namamu?" tanya Azmya.


"Aku Ji Eun, adik dari Tae Oppa," jawabnya.


"Hmmm, nanti Tae Oppa pulangnya malam, kalau butuh sesuatu aku akan bantu," kata Ji Eun dengan sopan.


"Gomawo."


"Tae Oppa sudah ceritakan kalau Rjun dan Do Hwa Seven-F akan kemari. Aku penggemar kalian." Ji Eun terlihat senang. Azmya pun menjadi teringat Akira. Dia juga sama sama seorang penggemar.


"Terimakasih atas bantuannya."


"Oh ya Eonnie mungkin butuh istirahat, mari aku antar ke kamar agar bisa istirahat," kata Ji Eun pengertian.


Azmya pun mengangguk dan mengikuti Ji Eun yang akan mengantarnya. Sementara Do Hwa kembali ke dalam ruangan Jun. Ada beberapa hal yang harus dia bahas dengan Jun.


✨ ✨ ✨ ✨ ✨ ✨ ✨


Rafael tertidur saat Azmya selesai mandi. Sementara Sena belum datang juga. Kemudian dia memeriksa ponselnya. Ternyata baterei ponselnya habis dan dia tidak membawa charger. Azmya kemudian keluar kamar untuk mencari Ji Eun meminjam charger ponsel.


Azmya tanpa sengaja melihat isi rumah itu. Dia tidak melihat ada orang tua. Apakah mereka hanya tinggal berdua. Azmya memanggil nama Ji Eun. Dia tidak tahu ada di mana dia. Iseng kemudian dia ke arah dapur. Dan di sana dia melihat Ji Eun dan Do Hwa sedang memasak sesuatu. Melihat Azmya datang Ji Eun langsung bertanya.


"Eonnie butuh sesuatu?" tanya Ji Eun.


"Apa kamu punya charger ponsel, ponselku batereinya habis."


"Oh, sebentar ya aku ambilkan di kamar." Ji Eun kemudian segera menuju kamarnya.


Azmya melihat Do Hwa sedang membantu Ji Eun menyiapkan makan malam.


"Suamiku belum datang, dan aku tidak bisa menghubunginya," ucap Azmya pada Do Hwa.


"Kau boleh gunakan dulu ponselku," kata Do Hwa merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya.


Azmya langsung menerimanya. Kemudian memijit kombinasi nomor yang di hapalkan. Tersambung dan belum diangkat. Setelah beberapa lama akhirnya dijawab.


"Halo Oppa, Oppa dimana?" Azmya langsung bertanya ketika sambungan telepon di angkat.


Namun tidak ada jawaban di sana.


"Oppa, jawablah!" Azmya mulai khawatir.


"Azmya-ssi. Kalau kamu mau suamimu selamat. Bawa Rjun kemari!" terdengar suara asing yang membuat Azmya langsung jatuh terduduk. Lee Do Hwa terkejut melihat Azmya yang shock terjatuh.


"Siapa ini, jangan coba-coba kalian menyentuh dan melukainya!" teriak Azmya.


Namun hanya terdengar suara tawa yang terbahak-bahak.


"Kalian memang sampah, apa mau yang kalian inginkan?" teriak Azmya. Lee Do Hwa kemudian segera merebut ponselnya.


"Jangan macam-macam, kalian tak bisa menyentuh maupun melukainya. Kalau kalian lakukan itu, kalian tidak akan mendapatkan aa yang kalian inginkan!" ancam Do Hwa.


"Oppa." Azmya menangis memanggil Sena. Kenapa Sena bisa ditangkap penjahat itu.


"Baiklah, kalau kalian inginkan USB dan uang itu, akan aku antarkan. Tapi ingat! Jangan sampai kalian melukainya!"


"Bawa juga Rjun, uang dan USB itu tak ada artinya kalau kau tak membawanya juga!"


Mereka pun menutup teleponnya. Do Hwa terdiam kaku mendengarnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang," batin Do Hwa.


Ji Eun yang melihat Azmya menangis jadi ikutan bertanya-tanya. Dia kemudian berusaha menenangkan Azmya.


Lee Do Hwa terlihat mondar mandir sambil memegang kepalanya.


"Kita lapor polisi saja!" isak Azmya.


"Tidak bisa Azmya, mereka itu licik. Mereka sudah menyuap para petinggi kepolisian. Jun sendiri yang cerita itu!" kata Do Hwa.


"Terus bagaimana, sebenarnya apa mau mereka, dan siapa sebenarnya Park Kwan Seok itu. Setahuku dia banya seorang CEO dari agensi artis HV Entertainment."


Azmya tidak habis pikir. Bagaimana seorang CEO yang pernah dia temui adalah pimpinan mafia Narkoba.


"Aku akan ceritakan semuanya," suara Jun tiba-tiba datang dengan kursi rodanya. Lee Do Hwa buru-buru menghampiri Jun. Dia tahu kondisi Jun tidak begitu baik. Dia seharusnya membutuhkan perawatan dokter.


Jun mulai menceritakan tentang kenapa dia bisa berurusan dengan mereka dan kenapa mereka mengejarnya.


Black Dragon adalah sebuah kelompok mafia Narkoba di Korea. Black Dragon dulunya dipimpin oleh seorang mantan petinggi polisi Korea bernama Park Tae Joon. Dia menjual Narkoba yang dia selundupkan dari gudang penyimpanan barang bukti Narkoba yang disita oleh Kepolisian Republik Korea. Bisnisnya cepat berkembang karena koneksinya banyak dari petinggi lembaga negara, anggota dewan, sampai artis artis berhasil menjadi pemakai.


Bisnis Park Tae Joon yang berhasil. Membuat dia semakin kaya dan berpengaruh. Sampai akhirnya dia pun berhasil merekrut Park Kwan Seok. Dia masih merupakan keponakannya. Karena bisnis agensinya bangkrut karena para artisnya memilih keluar dan berhenti. Kwan Seok pun memilih menjadi penerus bisnis pamannya. Black Dragon awalnya hanya sebuah kelompok mafia narkoba yang berskala kecil. Namun berkat pengaruh sangar Tae Joon. Sekarang kelompok ini banyak ditakuti. Bahkan Polisi dam NIS pun belum berhasil meringkus. Karena mereka tidak bisa begitu menangkap mereka dengan barang bukti yang lengkap. Kalau mereka hanya sekedar menangkap Tae Joon dan Kwan Seok tanpa alat bukti yang cukup. Mereka sama saja menggali kuburan mereka sendiri.


"Aku sudah mengawasi dan mengumpulkan bukti bukti untuk membuat Kwan Seok dan Tae Joon membusuk di penjara."


"Lee Do Hwa dan aku sudah merencanakan sesuatu. Namun, karena hatiku lemah saat melihat kalian bertiga, aku mengacaukannya, aku bertindak bodoh ingin menghabisi nyawaku. Karena aku merasa tidak punya tujuan lagi. Dulu aku punya tujuan karena aku ingin hidup tenang tanpa dibayangi Kwan Seok. Dengan mengirimnya ke penjara aku bisa bebas dan menemui kekasihku," Jun mengusap air matanya.


Azmya pun menitikkan air matanya. Dia tak tahu harus berkata apa. Hatinya juga sakit mendengar cerita Jun.


"Sekarang kita harus menyelamatkan suamimu," kata Jun mencoba tegar menghadapi kalau Azmya sudah menjadi istri orang.


"Jun, maafkan aku yang tak tahu apa-apa ini," Azmya kemudian memeluk Jun. Jun mencoba mengusap rambut Azmya. Hatinya senang bisa memeluk wanita yang sangat dia rindukan. Tapi di sisi lain dia merasakan lubang hatinya semakin dalam kalau Azmya bukan miliknya lagi.


"Asal kamu selamat dan aman, aku lega."


Azmya melepas pelukannya. Dan menatap wajah Jun dengan mata berkaca-kaca. Dia merindukan Jun. Hatinya selama ini begitu merindukan Jun. Tapi Azmya lebih mencemaskan keadaan suaminya.


"Apa yang harus kita lakukan untuk membebaskan suamiku."


Jun mengatupkan bibirnya. Dan menggerutukkan giginya. Jun sakit dan terluka mendengar dan melihat kekuatiran Azmya.


"Do Hwa, apa kau menyimpan itu semua dengan aman?" tanya Jun.


"Iya, aku simpan di tempat yang aman," jawab Do Hwa.


Ji Eun menatap wajah para bias nya itu dengan perasaan kuatir. Dia tidak menyangka apa yang di ceritakan Jun.


Terdengar suara mobil berhenti di depan. Lee Do Hwa cekatan dan mengintip di balik jendela untuk melihat siapa yang datang.


"Itu dokter Tae," kata Do Hwa.


Dan benar saja Tae datang dengan wajah yang cemas.


"Sena diculik."


Tring.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Do Hwa. Sebuah pesan gambar. Do Hwa membuka dan melihatnya. Foto Sena yang sedang terikat dengan mata dan mulut nya ditutup.


Azmya yang juga melihatnya merasa terkejut dan terjatuh lemas melihat foto suaminya seperti itu. Dadanya sakit dan amarahnya memuncak.


@@@@@


Flash Back On...


Sena mengemudikan mobilnya dengan hati-hati dan mengambil jarak yang jauh dengan ambulance yang membawa Jun. Dia merasa punya firasat tidak enak. Setelah melewati lampu merah setelah klinik. Sebuah mobil van hitam mengikutinya dari belakang.


Kemudian Sena berinisiatif mengelabui mobil yang dia yakini sedang membuntutinya dengan mengambil jalan yang berbeda. Dia takut kalau mereka akan menangkap mereka semua yang ada di ambulance. Jadi dia memutar jalan. Untuk mengelabui mereka. Dan benar saja mereka membuntuti mobilnya.


Sena pun mengirim pesan chat ke nomor ponsel Azmya. Tapi pesan chat itu tidak terbuka dan tidak terbaca. Sena terus mengendarai mobilnya menjauh dari jalur yang digunakan mereka.


Saat di jalan sepi, mobil Sena kehabisan bahan bakar. Dan mereka pun berhasil menangkap Sena tanpa perlawanan.


T A M A T


**Akankah Jun, Lee Do Hwa berhasil menyelamatkan Sena?


Bagaimana kisah cinta Azmya selanjutnya?


Akankah dia kembali dengan Jun atau tetap menjadi istri Sena**?


Nantikan cerita mereka di Missing Guy di lapak tetangga..


Sampai sini dulu author menceritakan kisah Azmya di Noveltoon.


Terimakasih atas dukungannya selama ini.


Kalian masih bisa membaca karya author yang lain.


Mendadak Menjadi Mama Muda


Bye bye from Azmya.