
๐ถ. ๐ถ. ๐ถ. ๐ถ
Oh, hush, my dear, it's been a difficult year
And terrors donโt prey on innocent victims
Trust me, darlin', trust me darlin'
Itโs been a loveless year
I'm a man of three fears
Integrity, faith and crocodile tears
Trust me, darlin', trust me, darlin'
So look me in the eyes, tell me what you see
Perfect paradise, tearin' at the seams
I wish I could escape, I don't wanna fake it
Wish I could erase it, make your heart believe
But I'm a bad liar, bad liar
Now you know, now you know
That I'm a bad liar, bad liar
Now you know, youโre free to go
Did all my dreams never mean one thing?
Does happiness lie in a diamond ring?
Oh, Iโve been askin' for
Oh, Iโve been askin' for problems, problems, problems
I wage my war, on the world inside
I take my gun to the enemy's side
Oh, I've been askinโ for (trust me, darlin')
Oh, I've been askin' for (trust me, darlin') problems, problems, problems
So look me in the eyes, tell me what you see
Perfect paradise, tearin' at the seams
I wish I could escape, I don't wanna fake it
Wish I could erase it, make your heart believe
But I'm a bad liar, bad liar
Now you know, now you know
That I'm a bad liar, bad liar
Now you know, you're free to go
...๐ต๐ต๐ต
Terdengar suara lagu Imagine Dragons Bad Liar di pemutar lagu yang Mr Han putar di mobil makin menambah garam di lukanya Jun. Jiwa raganya terhanyut dalam lagu itu. Cukup mewakili perasaannya saat ini. Hatinya melow dan menitikkan air matanya. Mr Han yang sedari tadi penasaran kenapa Jun memukuli anak buah Kwan Seok sampai babak belur. Tanpa menjelaskan sebab dan alasan Jun memukuli mereka, dia hanya terdiam seribu bahasa.
"Malam ini kita akan bertemu dengan Mr Jourell dari Cheron. Kau harusnya tidak membuat keributan tadi!" kata Mr Han menyetir mobil sambil memandang Jun di sampingnya yang tampak terlihat sedih.
Mr Han sudah mengenal Jun selama lima tahun ini. Memang sudah makanannya setiap hari melihat Jun seperti itu. Dia tahu kalau Jun tertekan dengan situasi yang dia alami. Apalagi dia harus berpisah dengan wanita yang dia cintai. Andai saja dia bukan anak buah Kwan Seok. Dia ingin membantu Jun mengobati rasa lukanya itu. Dia merasa kasihan karena Jun sebenarnya anak yang baik dam sering membantu nya. Jun sekarang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Terlepas dia adalah orang yang menjadi tawanan Kwan Seok.
"Ara (tahu)." Jawab Jun pendek.
Malam ini dia harus menjadi perwakilan Red Dragon mencapai kesepakatan bisnis haram mereka dengan Cheron sindikat penjualan Narkoba yang menawarkan jenis Narkoba baru. Kepandaiannya dalam menggunakan bahasa asing membuat Jun semakin dipercaya Kwan Seok untuk mengurusinya.
"Neo Gwaenchanh-a (Kau baik-baik saja)?" Mr Han menanyakan keadaan Jun yang sepertinya sedangkan dalam keadaan tidak baik.
"Gwaenchanh-a."
Sebenarnya Jun merasa tidak fokus sekarang. Pikirannya terus mengingat Azmya. Masih terekam jelas bagaimana Azmya tersenyum riang bersama putra nya dan juga Sena. Sungguh mereka keluarga kecil yang bahagia. Itu adalah impiannya bersama Azmya. Dia merasa iri dengan Sena.
Mata Jun berkaca-kaca menahan amarahnya sendiri. Dia ingin sekali menghajar Sena sebagai luapan kekesalannya.
Mr Han mulai curiga dengan raut muka Jun itu yang berubah-rubah. Kadang terlihat sedih lalu terlihat marah.
Diam-diam Mr Han memberi pesan kepada salah satu anak buah yang dipukuli Jun tadi. Menanyakan apa yang sebenarnya membuat Jun menjadi begitu.
๐ฟ. ๐ฟ. ๐ฟ. ๐ฟ. ๐ฟ. ๐ฟ. ๐ฟ
Azmya dan Rafael diajak Sena pergi ke rumah nenek dan kakeknya di Pohang, dekat pesisir pantai. Di sana adalah kampung halaman dari ibunya. Ibunya Kim Ha na merupakan seorang pemandu wisata yang telah mencuri hati Darren Abigail. Seorang Indo Prancis pengusaha sukses ayah Sena.
Mereka tiba di sebuah rumah bergaya rumah di Korea pada umumnya namun terletak di tak jauh dari pinggir pantai.
Mereka disambut dengan ramah oleh Halmeoni dan Harabeoji Sena. Azmya pun sangat senang karena mereka berdua sangat ramah dan senang menerima kedatangan mereka. Apalagi mereka sudah lama sekali tidak bertemu dengan Sena.
Azmya tersenyum melihat Sena yang dipeluk mereka layaknya masih anak kecil. Kerinduan dua orangtua itu mungkin terobati karena Sena jarang sekali mengunjunginya. Ternyata di rumah itu Halmeoni dan Harabeoji tinggal bersama bibi nya Sena, adik bungsu dari ibunya Sena.
Mereka semua pun langsung diajak untuk makan bersama yang sudah disiapkan sebelumnya. Rafael langsung antusias karena mungkin ini pertama kalinya dia akan makan makanan khas Korea.
Semua tampak normal layaknya keluarga yang lainnya. Mereka tak habis mengobrol hal hal yang penting dan bahkan hal yang tidak penting pun mereka bahas di meja makan. Amzya memegang pipi nya karena terlalu sering tertawa mendengar cerita mereka waktu Sena kecil. Karena Sena sempat sekolah SD di sini sampai SMP. Mereka pun menceritakan kejadian kejadian lucu Sena saat tinggal di sini.
Sena menatap wajah Azmya yang tertawa dan tersenyum mendengar cerita masa kecilnya. Sena merasa bangga dan bahagia dia bisa melihat tawa lepas Azmya lagi. Entah sudah berapa lama dia tidak melihat wajah cantik Azmya yang penuh kebahagiaan.
๐ด. ๐ด. ๐ด. ๐ด. ๐ด. ๐ด
Malam itu saat semua sudah terlarut dalam tidur. Sena mendekati Azmya yang sedang memakai pelembab krim malamnya di wajah. Kemudian memeluknya dari belakang. Menciumi lehernya dengan penuh gairah.
Setelah malam pertama mereka di hotel. Mereka belum melakukannya lagi sampai sekarang karena sering ada gangguan. Karena Azmya mengaku sedang datang tamunya tiap bulan.
Dan ini sudah malam ketujuh, Sena tahu kalau tamu Azmya sudah tidak ada. Malam ini dia harus melanjutkan malam pertamanya.
Tadi Harabeoji sempat memberi nya sebuah minuman herbal racikan yang katanya akan membantunya untuk segera punya anak. Errrrr. Harabeoji memang sangat perhatian.
Azmya pun mulai seperti cacing kepanasan. Sena pun membimbingnya ke tempat tidur mereka. Malam ini mereka bebas. Karena Rafae tidur di kamar yang berbeda. Malam ini dan kamar ini hanya milik mereka berdua.
Sena pun mencium bibir Azmya yang ranum. Sentuhan jari Azmya di leher Sena membuat nya semakin membara. Dengan bibirnya yang masih berpautan Sena perlahan membuka gaun tidur Azmya yang seksi menantang keperkasaannya.
Detik demi detik mereka manfaat kan untuk saling memberi fore play yang membuat mereka tenggelam dan menikmatinya.
Sampai tubuh mereka berdua polos. Sena menatap wajah Azmya dengan tatapan penuh cinta sebelum dirinya menghujam area sensitif Azmya. Perlahan namun pasti dia tidak ingin Azmya merasa kesakitan. Azmya terlihat menelan salivanya saat Sena berhasil menghujamnya.
Dengan gerakan perlahan Sena pun mulai membuat Azmya melenguh pelan. Semakin dia percepat temponya membuat lenguhan Azmya semakin keras tertahan. Sena memejamkan matanya menikmati sensasi ini.
Sensasi itu terpotong ketika Azmya menggulingkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Azmya mengambil alih posisi nya membuat Sena bingung campur tak percaya dengan apa yang dilakukan Azmya padanya.
Dia pun tersenyum melihat wajah Azmya yang berada di atasnya memulai gerakan yang sama membuat sensasi tadi berlanjut.
Malam ini sungguh malam yang panas meskipun ruangan tempat tidur mereka ber AC. Keduanya melepas segalanya di sana. Tak peduli jarum jam dinding sudah berapa kali putaran jarum jam panjangnya. Sampai akhirnya mereka lelah dan tidur dalam keadaan saling memeluk.
๐ฑ. ๐ฑ. ๐ฑ. ๐ฑ. ๐ฑ
Keesokan harinya Azmya terbangun dan melihat Sena di sampingnya sudah terbangun sedang memegang tangannya. Azmya langsung terbangun dan merasakan badannya kaku sakit semua. Sepertinya Sena tahu kalau badannya sakit. Dia pun memijit punggung Azmya dengan lembut tanpa bersuara.
"Oppa."
"Ya, ada apa sayang?" tanya Sena tetap memijit Azmya.
"Aku ingin melihat pantai di sini!" ucap Azmya.
"Baiklah ayo kita ke pantai bersama Rafael."
Sena pun menghentikan pijitannya lalu mengajak Azmya untuk mandi bersama. Azmya pun tersenyum menjawabnya.
Setelah sarapan pagi, Azmya dan Rafael pun diajak ke pantai yang tidak jauh dari rumah. Cukup berjalan kaki sebentar mereka pun sudah sampai. Rafael loncat kegirangan melihat pemandangan pantai yang indah.
Azmya pun tersenyum melihat pemandangan pantai sambil melihat Rafael dan Sena yang bermain menghindari ombak.
Hati Azmya berbunga-bunga karena ada pemandangan yang lebih indah di depannya.
Wajah Sena yang sedang tersenyum bersama putranya Rafael.
Bersambung....
Readers yang baik.. Please like, koment, dan vote.. Masuk GC ku biar rame kita bahas Missing Guy dan karya karya author yang lain.
Terimakasih sudah menjadi reader setia.