
Di sebuah restoran cepat saji di daerah Incheon. Namun restoran tersebut tidak ada pengunjung biasa. Karena sebenarnya restoran itu sudah di setting oleh Black Dragon menjadi tempat dimana Jun dan Mr Han akan bertemu dengan Mr Jourell dari Cheron membahas bisnis mereka. Dari Cheron ada Mr Jourell dan satu lagi bernama Jacob. Mereka berempat pun terlibat percakapan serius. Mereka duduk saling duduk berhadapan di sebuah meja restoran itu. Hanya mereka berempat. Tentu saja ada beberapa orang di luar yang berjaga.
"Apa kalian yakin, kalian bisa memproduksinya di Seoul?" tanya Jun dalam bahasa Inggris.
"Tentu saja, kami sudah punya lab di sini dengan orang-orang ahli kami," jawab Jourell.
"Mr Park Kwan Seok tidak akan memberikan daftar itu, sebelum kalian memberikan bayaran yang dimintanya itu?" sambung Jun.
"Itu juga Cheron sudah menyiapkan semua. Uang itu sekarang sedang dalam perjalanan kemari." Kali ini Jacob yang menjawab.
"Kalau begitu, kami akan tunggu uang itu sampai kemari," kata Jun sambil memperlihatkan wajah tenangnya di hadapan Jourell dan Jacob.
"Biar kami lihat dulu daftar itu!" ucap Jourell yang merasa kalau Jun cukup pintar juga dalam bernegosiasi.
Jun pun mengambil sesuatu dari kantong jaketnya. Sebuah lipstik perempuan. Membuat Jourell dan Jacob tertawa. Karena lelaki se macho Jun membawa barang yang biasa dibawa perempuan.
Melihat mereka tertawa, Jun pun tersenyum sinis. Kemudian membuka lipstik itu. Kemudian Jun memutar bagian bawah lipstik itu dan keluarlah stik pewarna bibir itu. Tapi kemudian Jun menekan bagian lipstik itu dan terbukalah sebuah mini port male berbentuk USB. Barulah Jourell dan Jacob sadar kalau daftar yang mereka minta terletak tersembunyi dalam lipstik itu.
"Bagaimana kami percaya kalau itu isinya daftar yang kami minta?" tanya Jourell.
Mr Han kemudian mengambil sebuah layar tablet dan menyerahkannya pada Jun. Lalu Jun memasukkan mini port male itu ke tablet.
Setelah itu Jun pun menampilkan sesuatu berbentuk tabel ke hadapan Jourell dan Jacob. Setelah puas Jun pun mencopot USB nya dan memasukkannya kembali ke dalam lipstik.
"Baiklah kalau begitu, kami percaya, uang itu akan datang dalam beberapa menit lagi!" kata Jacob.
"Okey, kalau begitu kami akan menunggu uang itu datang." Jun pun kemudian memasukkan lagi lipstiknya ke dalam jaketnya.
"Tapi kenapa Black Dragon menjual data itu pada Cheron, bukankah bisnis kalian berjalan lancar?" tanya Jourell penasaran.
"Tentu saja lancar, kami hanya menjual sebagian saja yang ada di Korea, karena kami masih punya banyak mitra di negara lain." jawab Jun membuat Jourell dan Jacob manggut-manggut.
Jun kemudian tersenyum dan terlihat jelas dia sangat puas dengan apa yang akan dia dapatkan setelah ini. Sebuah rencana yang sudah dia siapkan sudah lama. Dan rencana ini hanya Black Dragon tidak tahu. Karena ini adalah rencana balas dendamnya pada Kwan Seok. Kalau rencana ini berhasil. Bukan hanya Kwan Seok yang akan tamat riwayatnya dan membusuk di penjara. Tapi dengan ini dia bisa mengembalikan identitasnya sebagai Raka Arjuna.
Dia berharap ini adalah jalan terakhirnya untuk pulang. Meskipun sudah tak ada tempat dan hati yang dituju.
Setelah menunggu beberapa menit. Jourell dan Jacob pun menyuruh masuk seseorang. Dua orang bule datang membawa sebuah tas besar berwarna coklat. Kemudian meletakkan tas itu ke atas meja. Jourell kemudian membuka resleting tas ransel itu. Isinya tumpukan pecahan 100 dollar Amerika Serikat.
"Satu Juta Dollar semuanya!"
"Oke."
Jun kemudian menyerahkan lipstik yang tadi kepada Jourell dan Jacob. Akhirnya mereka pun mengakhiri kesepakatan mereka dengan saling berjabat tangan. Setelah mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jourell, Jacob, dan dua orang pembawa tas uang itu pun segera meninggalkan restoran. Mereka pergi dengan masing-masing mengendarai mobil jenis van.
Sepeninggal mereka. Mr Han menepuk punggung Jun sebagai rasa bangganya karena Jun berhasil mendapatkan bayaran dari Cheron. Black Dragon menjual daftar pelanggan kelas kakap mereka yang berada di Korea. Tentu saja itu sangat berharga. Karena tanpa daftar itu mereka tidak akan bisa berbisnis barang haram mereka di Korea.
Menurut info yang mereka tahu Cheron mengincar bandar dan pengguna Narkoba kelas kakap yang akan membayar mahal untuk membeli barang haram mereka. Meskipun mereka menjual daftar itu, Black Dragon masih mempunyai jaringan pelanggan dan bandar di beberapa negara Asia lainnya. Ibarat kata daftar yang mereka jual itu hanya sebagian atau separuh. Jadi mereka tidak rugi justru untung dengan hasil penjualan daftar itu, cukup membuat pendapatan Black Dragon semakin bertambah.
"Hyung, biar aku saja yang menyetir kali ini!" ucap Jun pada Mr Han. Kemudian berjalan keluar restoran diikuti Mr Han sambil membawa tas itu. Dia terlihat kesusahan membawanya.Namun Jun tidak peduli dia terus berjalan dengan ekspresi wajah yang tak dapat ditebak.
Tempat di mana dulu Jun di sekap selama dua tahun. Tempat yang juga adalah markas dari Black Dragon. Karena perjalanan mereka yang jauh, Jun pun mampir ke rest area untuk beristirahat. Dia melihat Mr Han terlelap di mobilnya.Kemudian dia keluar untuk membeli sesuatu. Sementara mobil pengawal mereka pun ikut beristirahat di sana. Jun kemudian menawarkan membeli kopi. Mereka pun mengangguk.
Jun kemudian berjalan menuju gerai penjualan kopi. Karena ini sudah larut malam tentu yang dibutuhkan adalah kopi agar mereka tidak mengantuk saat berkendara. Jun kemudian merogoh saku jaketnya untuk memastikan barang itu masih ada. Dia pun tersenyum puas karena dia berhasil mengelabui Jourell dan Jacob. Daftar asli berada di lipstik yang sama dengan yang dia serahkan pada Jacob. Tentu saja lipstik dan USB yang dia serahkan ke sana hanya berisi file zonk. Yang asli dia simpan. Tanpa diketahui oleh siapa pun, bahkan Mr Han. Ini rencananya, Cheron akan marah dan tidak akan diam kalau ditipu dan permainan pun akan dimulai. Black Dragon dan Cheron akan bertikai. Sementara itu dia harus melanjutkan rencana selanjutnya.
Jun kembali dengan membawa beberapa cup teh panas dan beberapa bungkus roti hangat. Dan membagikannya ke semua anak buah Black Dragon. Termasuk Mr Han yang rupanya sudah terbangun. Mereka pun menyeruput tehnya dan makan roti mereka sebelum melanjutkan perjalanan mereka yang masih jauh. Jun hanya tersenyum licik melihat mereka. Rencana keduanya berhasil.
Setelah istirahat selama satu jam mereka pun melanjutkan perjalanan. Jun kemudian meminum minuman berenergi supaya dia tetap terjaga. Sementara Mr Han yang tadinya masih terjaga perlahan lahan kembali tertidur. Jun Kemudian mengatur posisi mobilnya persis di depan mobil pengawalnya. Kemudian dia melihat dari kaca spionnya kalau gerakan mobil pengawal sudah mulai tak beraturan. Sepertinya obat itu baru bereaksi. Jun sudah memasukkan obat tidur ke dalam minuman mereka.
Setelah dirasa obat itu mulai bereaksi Jun kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalan yang mereka lalui sepi dan bahkan tidak ada satu pun pengendara karena memang sudah lewat tengah malam. Setelah dirasa jauh, Jun pun menghentikan mobilnya di jalan raya. Kemudian dia mematikan kamera depan mobilnya. Dengan secepat kilat dia keluar mobil dan membawa ransel itu. Kemudian berdiri di tepi jalan. Kemudian datanglah sebuah mobil sedan menghampiri. Kemudian Jun membuka pintu mobil lalu membuang ransel itu ke dalam mobil lalu...
"Simpan ini, dan bersembunyilah di rumah itu selama aku belum memberi kabar, kamu jangan kemana-mana!" ucap Jun memberikan lipstik USB itu ke pengendara sedan itu yang tak lain adalah Lee Do Hwa.
"Hyung, berhati-hatilah!" pesan Do Hwa sebelum dia kembali melajukan mobilnya menjauh dari lokasi itu. Kemudian Jun pun kembali ke mobilnya. Tak lama setelah itu terdengar suara laju mobil melaju kencang.Jun pun memejamkan matanya dan menyebut nama Azmya. Dan mobil pengawal tadi pun menubruk mobil Jun, terjadilah sebuah benturan keras mengakibatkan kedua mobil terpental dan terguling dan terbalik. Jun pun merasa tubuhnya melayang sebelum dirinya merasakan sakit yang luar biasa.
Dalam keadaan masih sadar Jun menitikkan air matanya dan memanggil lagi nama wanitanya Azmya sebelum akhirnya hanya gelap yang dia lihat.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Rafael tiba-tiba menangis saat tertidur membuat Azmya kaget dan segera menghampiri Rafael yang sedang tidur namun menangis mengigau. Azmya kemudian meraba kening Rafael yang tiba-tiba demam tinggi. Azmya memanggil Sena yang juga ikut terbangun.
"Kenapa sayang?" tanya Sena melihat kepanikan Azmya.
"Tidak tahu, tiba-tiba menangis dan badannya demam." Kata Azmya panik.
"Mommy, daddy-nya.... please help me, badanku sakit sekali!" igau Rafael membuat Azmya tak tega. Sena segera membopong Rafael dan menyuruh Azmya untuk berpakaian rapi.
"Ganti baju, kita bawa dia ke rumah sakit!" kata Sena. Azmya pun segera berlari ke kamar untuk berganti baju karena dia saat itu hanya memakai piyama tipis.
Harabeoji yang terbangun karena suara keributan bertanya apa yang terjadi.
"Rafael demam dan dia mengeluh tubuhnya sakit, kita mau bawa ke rumah sakit!" kata Azmya.
"Rumah sakit lumayan jauh, berhati-hatilah di jalan, karena ini sudah lewat tengah malam!" pesan kakek Sena.
"Baik Haraobeji kami pergi dulu !"
Kemudian Azmya memangku Rafael dan masuk ke dalam mobil. Wajahnya diliputi kecemasan. Karena sebelumnya Rafael belum pernah demam setinggi ini. Tentu saja ini membuat Azmya kuatir berlebihan.
Sena melihat Azmya yang kuatir berusaha menenangkan Azmya. Sambil melajukan mobilnya Sena meminta Azmya untuk tetap tenang. Separuh perjalanan, mereka melihat kerumunan mobil ambulans di tepi jalan. Rupanya ada kecelakaan. Karena mereka melihat dua buah mobil dalam keadaan terbalik.
Sena dan Azmya cukup terkejut melihat itu.
"Oppa hati-hatilah membawa mobilnya!"lirih Azmya supaya Sena bisa mengendarai mobil hati-hati.
Sena pun mengiyakan, dia pun mulai fokus ke depan jalan agar terhindar dari kecelakaan.
Bersambung