
Azmya sedang asyik melihat putranya sedang bermain dengan Sena di sebuah taman bermain di Seoul. Azmya sangat bahagia melihat keakraban Rafael dengan Sena. Siapa pun akan mengira mereka adalah sepasang ayah dan anak kandung. Rafael sekaran mempunyai sosok ayah seutuhnya. Dan dia sendiri juga mempunyai seorang suami sebagai pelindung dan tiang penyangganya di hidupnya. Azmya memantapkan hatinya untuk Sena. Karena dia tahu pengorbanan Sena demi mendapatkanya tidak mudah. Lima tahun ini Sena membuktikan kesetiaanya pada Azmya.
Azmya pun mulai sibuk memotret keceriaan Rafael dan Sena kemudian dia posting di akun media sosialnya. Kemudian dia bergabung dengan mereka. Dari jauh mereka tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya. Dia adalah Jun.
Jun melihat kebahagiaan mereka dengan perasaan yang hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak dia melihat wanitanya bersama lelaki lain, bahkan sudah mempunyai seorang putra yang tampan dan lucu. Jun mengusap airmatanya yang jatuh. Dia mencoba tegar melihat itu semua. Apalagi dia sudah melihat wajah Azmya yang begitu dia rindukan. Meskipun itu hanya dari jarak yang jauh. Andai saja dia bisa memeluknya sekali dan memandang wajahnya dari dekat. Mungkin itu bisa menghapus semua kerinduaanya selama lima tahun ini.
Apakah Jun harus menemuinya diam-diam. Dan mengtakan kalau dirinya masih hidup. Apakah dia akan kembali padanya. Jun hanya menjadi penghalang kebahagiaannya mereka saja. Jun ingat perkataan Sena dulu di tepi pantai XXX sebelum dia diculik. Sena berkata kalau Jun sekali lagi meninggalkan Azmya. Dia tidak akan membiarkan Azmya lagi kembali padanya. Jun sedih mengingat itu semua. Kenapa dia harus mengalami hal yang seperti ini. Sebenarnya apa tujuan Tuhan membuat garis takdir nya seperti ini.
Dengan langkah yang sedikit limbung Jun pun meninggalkan taman itu dengan guratan luka yang semakin dalam. Tujuannya untuk hidup sekarang sudah musnah. Untuk apa dia berlama-lama hidup jika dia menderita seperti ini. Dia tidak ingin menjadi penjahat, tujuaannya selama ini bertahan dengan keadaan ini karena dia ingin kembali pada Azmya dan menghabiskan masa tuanya dengannya. Itu adalah keinginannya selama ini. Sekarang semua impian itu sudah tidak berguna.
"Neohuideul nawa (keluarlah kalian)!" Jun kemudian melihat ada tiga orang yang keluar dari tempat yang berbeda.
Kemudian Jun berjalan cepat menghampiri orang yang paling dekat jaraknya dengan dirinya. Tanpa sepatah kata pun Jun memukul wajah orang itu sampai terjengkang. Melihat temannya itu dipukuli tanpa sebab, dua orang itu pun mencoba membalas Jun. Dan terjadilah sebuah perkelahian. Jun merasa kemarahannya ini bisa dia salurkan dengan berkelahi dengan mereka. Dia bisa mengeluarkan energi kemarahan dan kekesalannya saat ini. Tak peduli dia juga terkena pukulan dan tendangan mereka. Yang jelas Jun ini berkelahi sampai puas dan lelah. Kemudian mereka bertiga pun terkapar karena kelelahan telah saling pukul. Jun terbaring dengan napas yang tak beraturan. Dia melihat ke atas langit yang biru. Dia merasakan perih dan sakit yang luar biasa. Bukan karena pukulan tadi. Tapi karena dia membayangkan Azmya bersama Sena berdua cukup membuat hatinya sakit. Dia tidak menyangka kalau Sena akan benar-benar menikahi Azmya. Dia pun menyalahkan Azmya yang tidak sabar menunggunya pulang. Bukankah dia menyuruhnya untuk tidak mati. Karena dia tidak bisa hidup tanpanya. Tapi kenapa Azmya langsung menikah dan bahkan sudah punya anak seusia lamanya dia menghilang. Jun pun menitikkan air matanya lagi. Tak peduli beberapa orang datang ke tempat itu.
"Museun il-ya, (ada apa ini) Seo Joon-ya?" Tiba-tiba Mr Han dan Jung Woo sudah berada di sini dan kaget melihat semua anak buahnya babak belur bersama Jun.
Bersambung...