
Sena menatap layar laptopnya yang sedang menampilkan laporan hasil proyeknya. Namun pikirannya hanya tertuju ke Azmya. Dia merasa dunianya pun hancur melihat Azmya yang menyedihkan seperti itu. Ada satu hal keinginannya namun dia ragu mengatakannya pada Azmya. Dia ingin menikahi Azmya untuk menjaga dan melindunginya, namun apakah Azmya mau menerimanya. Kalau Azmya memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya, tentu saja Azmya membutuhkan sosok yang bisa merawatnya. Karena ayah calon bayi itu tidak tahu berada di mana. Bahkan tidak tahu apa dia masih hidup apa tidak. Apakah mungkin Azmya menghadapinya seorang diri.
Meski dia tahu itu bukan darah dagingnya. Sena akan ikut bertanggung jawab.
Sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Oppa
Aku akan membesarkan anakku seorang diri
Jadi kau tak usah kuatir dan cemas
Aku bisa melewati ini semua
Azmya kamu pasti bisa
Namun aku akan menemanimu
Bisakah kau berbagi kesulitan ini denganku
Aku tak kan menggantikan posisi Jun
Oppa tidak usah merasa terbebani dengan ini semua
Aku tak mau Oppa ikut menderita
Jadi, carilah wanita yang bisa membahagiakan Oppa
Entah bagaimana Azmya mulai kembali memanggilnya dengan Oppa. Meskipun isi pesannya tetap membuat hatinya sakit.
Aku akan menikahimu
Tidak Oppa
Jangan buang waktumu dengan menikahiku
Aku yakin banyak wanita yang tergila-gila denganmu
Tapi aku hanya mencintaimu
Aku tidak mau wanita lain
Bisakah kita berdua hidup bersama, berdampingan
Meski kau tidak mencintaiku
Aku mau tetap bersamamu
~ ~ ~ ~ ~ ~
Di sebuah guest house terletak di dekat perbatasan Daegu dan Gyeongju. Di dalam rumah itu tampaklah beberapa orang berpakaian hitam menghadap sebuah altar yang penuh dengan bunga,dupa dan juga sebuah guci abu . Di atasnya nampaklah sebuah foto berukuran besar dengan disematkan pita hitam membentuk segitiga dengan lingkaran di tengahnya. Foto itu adalah foto seorang perempuan yang cantik dengan senyum yang indah.Dia adalah Park Hyo Jin.
Hari ini adalah hari peringatan kematiannya. Tampaklah di antara orang-orang itu ada Park Kwan Seok, CEO HV Entertainment sedang memandangi foto Hyo Jin dengan tatapan sedih.Di belakangnya beberapa orang ber jas hitam dan hampir semuanya mempunyai tato yang sama di lehernya. Tato bergambar seekor naga. Mr Han ternyata hadir juga di sana bersama si Gondrong. Mereka lah yang akhirnya membawa Jun ke Korea.
Ternyata orang di balik penculikan Jun tak lain tak bukan adalah mantan CEO nya Mr Park Kwan Seok yang juga kakak kandung dari Park Hyo Jin. Ternyata Kwan Seok menyimpan dendam pada Jun atas kematian Hyo Jin. Dia menyalahkan Jun atas bunuh dirinya Hyo Jin. Kwan Seok awalnya membiarkan Jun tetap hidup damai di LA. Namun setelah dia tahu dia pulang ke Indonesia untuk menemui perempuan yang menjadi penghalang Hyo Jin. Tentu saja hatinya tidak akan tenang kalau Jun bisa hidup damai dengan perempuan itu sementara adiknya kesepian.
"Geuleul delyeowa (bawa dia kemari)!" Perintah Kwan Seok.
"Alasseo Hoejang-nim ( baiklah ketua)." Kemudian Mr Han pun dengan satu rekannya itu pun menuju ruang bawah tanah rumah itu. Di sana hanya ada satu buah lampu kecil sehingga membuat ruangan itu pengap kurang cahaya dan kurang udara. Nampaklah Jun dalam keadaan di rantai di sebuah kursi. Sekujur badannya banyak bekas luka. Entah sudah berapa kali dia lewatkan penyiksaan itu. Tubuh Jun nampak lemah dan tak berdaya saat dua orang itu menyeretnya ke atas. Kepalanya terombang-ambing seperti tak mampu untuk berpijak pada tubuhnya.
Kedua orang itu pun mendorong tubuh Jun dengan kasar ke depan altar peringatan kematian Hyo Jin. Tubuh Jun bergetar hebat melihat altar itu. Dia sangat ketakutan saat melihat Kwan Seok. Dia mencoba mundur dari hadapan Kwan Seok. Namun dengan kasar kaki Kwan Seok menendang bahu Jun, membuat Jun jadi jatuh telungkup.
"Kau seharusnya menemani abu Hyo Jin sampai kau mati! Kau harusnya ikut mati bersama Hyo Jin!" ucap Kwan Seok sambil mendekatkan wajah Jun ke sebuah guci abu milik Hyo Jin.
"Ampuni aku Daepyo-nim, aku sungguh minta maaf atas kematian Hyo Jin." Jun mengusap-usap kedua tangannya sebagai permohanan.
"Kamu mau aku memaafkan, huh?
"Iya Dapyeo-nim," jawab Jun.
"Kau lupakan perempuan itu, kalau kamu dia selamat, kau harus perhatikan Hyo Jin. Dia akan sedih kalau sampai kau menikah dengan perempuan lain!" kata Kwan Seok sambil menunjuk foto Hyo Jin.
Jun nampak tidak setuju dengan permintaan Kwan Seok.
"Aku harus kembali, aku harus menemui Azmya." Teriak Jun mulai membuat suasana ruangan itu menjadi gaduh.
"Aku punya anak buah di sana, aku tinggal menelepon dan memintanya untuk menghabisinya, kamu mau dia mati?" tanya Kwan Seok mengancam.
Jun mengamuk tidak terima dia diperlakukan seperti ini. Dia mulai bangkit dan membuat perlawanan.
"Kau tidak punya kemanusiaan. Harusnya semua orang tahu betapa jahatnya kau?" teriak Jun.
"Kau tidak bisa melakukan apa-apa, nyawamu, nyawa perempuan yang kau cintai itu ada di tanganku!" jawab Kwan Seok dengan tampang menyeramkan dengan mengepalkan tangan di depan wajah Jun.
"Dasar sakit jiwa!" teriak Jun menggunakan bahasa Indonesia. Kwan Seok hanya tersenyum menyeringai mendengarnya.
"Kau tinggal pilih, ikuti perintahku, atau kamu mau Azmya mati konyol?" tanya Kwan Seok.
Jun tak kaget Kwan Seok menyebut nama Azmya. Dua tahun lalu pun Kwan Seok mengancamnya persis sama yang dia lakukan saat ini. Setelah kematian Hyo Jin. Jun baru tahu kalau Kwan Seok benar-benar orang yang jahat. Sebagai seorang CEO yang diperhitungkan di dunia hiburan. Dia rupanya merupakan Ketua Kelompok preman yang mempunyai kerja sama dengan Yakuza di Jepang. Operasi kejahatan mereka adalah NARKOBA yang mereka edarkan di setiap artis di Korea. Tahu bahwa Kwan Seok seorang yang berbahaya Jun pun pergi ke LA untuk meyakinkannya kalau dia tidak akan kembali ke Azmya.
Jun tidak tahu kalau gerak-geriknya selama di LA di pantau terus. Dan sampai akhirnya dia pergi Ke Indonesia. Dia pun tahu kalau dia menemui Azmya.
Jun sadar apa yang dia hadapi adalah sesuatu yang tak bisa dia hadapi dengan berbekal keberanian semata. Taruhannya adalah nyawa. Melihat Jun sepertinya mulai paham dengan situasi yang dihadapinya. Kwan Seok memberi kode pada Mr Han. Kemudian Mr Han memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat. Kwan Seok langsung melemparnya ke badan Jun. Jun pun meraih amplop itu. Ternyata di dalamnya terdapat kartu identitas dan beberapa kartu lainnya bernama Han Seo Joon. Namun semua foto di kartu identitas itu adalah foto dirinya.
"Sekarang Rjun sudah mati dan tidak ada di dunia ini, mulai sekarang kamu Han Seo Joon. Kau harus patuh dan setia padaku. Terutama pada Hyo Jinku. Kamu harus selalu bersama Hyo Jin," ungkap Kwan Seok.
Jun mengerutukkan giginya. Kwan Seok benar-benar sakit jiwa. Mana mungkin orang bersama dengan orang yang sudah mati. Jun tak mampu melawan. Dengan kekuatan dan koneksi Kwan Seok. Dia tidak mau Azmya sampai celaka.
Dan pada akhirnya. Jun pun menyetujui permainan gila Kwan Seok. Menjadi seorang dengan identitas barunya. Han Seo Joon.
Bersambung............