![[System] Supreme Striker](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-system--supreme-striker.webp)
Erlan telah sampai di rumah, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. video call dengan Mama sudah dimatikan, alasannya karena perbedaan waktu, dan Mama sedang berada di Tokyo yang memiliki waktu lebih cepat 2 jam dari WIB, yaitu sudah jam 12 malam di sana.
Erlan tidak bisa berkata banyak, dirinya sudah cukup puas dalam memamerkan kemampuan Sepakbolanya. Dia sebenarnya ingin mengatakan agar Mama bisa datang dipertandingan selanjutnya. Tetapi segera mengurungkan niat ketika mengingat orang tuanya sangat sibuk.
Selain tidak ingin mengganggu, Erlan tidak ingin menyakiti dirinya sendiri dengan mengharapkan kedatangan Mama, 'Ya.. jika mereka mau datang, itu lebih baik.'
"Akan lebih menyenangkan jika kedatangan mereka karena kemauan sendiri dan bukan permintaanku!" ucapnya sambil membersihkan badan di bawah kucuran air.
Erlan tersenyum saat mengingat ucapan Mama-nya tadi. Bukan tanpa alasan, dia tidak menyangka kalau Mama akan memperhatikannya sedetail itu! Mama menghitung Bola masuk dan Benturan ke gawang, dia bahkan mengatakan angka spesifik, yaitu 150 Peluang!
"Ya ... Mama memang selalu mendetail dalam hal apapun." salah satu buktinya ada saat merenovasi lapangan seluas 100 meter itu.
Semua direncanakan olehnya, mulai dari rumput, garis, gawang, lampu, dan fasilitas yang tersedia di dekat lapangan, semua itu sesuai dengan keinginan Mama.
"Tapi Mama masih sedikit ceroboh kan? Dia lupa soal hujan yang dapat mengubah tekstur lapangan. Huh.. beberapa hari lagi pasti ada kebobohan di desa! Mama bakal mulai renovasi apalagi coba?"
Erlan tidak tahu sudah berapa banyak uang yang dikeluarkan orang tuanya untuk membangun lapangan tersebut, ratusan juta saja dirasa masih kurang untuk kemewahan di tempat itu! kemungkinan besarnya sudah menyentuh angka miliyar rupiah dan hanya satu hal yang bisa dilakukan Erlan untuk membalasnya ...
"Aku.. akan terus berlatih, dan menunjukkan hasilnya! Tunggu saja, Pah! Mah!"
***
Udara dingin mengisi kekosongan di sudut ruangan, kicau burung masih bisa terdengar dan menunjukkan keasrian dari alam di desa ini. Meski sekarang sudah tahun 2035, perkembangan di desa ini cukup stabil dan dapat menjaga alamnya. Buktinya saja Erlan masih dapat menghirup udara segar dengan hiruk pikuk kota Bogor yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
Cahaya pagi menyinari wajahnya yang tertidur pulas semalaman, dalam sekejap matanya terbuka mebelalak, dia baru saja mengingat sesuatu!
[Quest: Latihan Harian]
{Running: 5,000 meter (0%)}
{Dribbling: 1,500 meter (0%)}
{Positioning: (0%)}
{Cooling Down: 30 menit (0%)}
"Bukan ini! Kenapa aku sampai ketiduran sih?"
Sehabis mandi, Erlan yang selesai mengeringkan rambutnya langsung merebahkan badan di kasur, dia sebenarnya hanya ingin menutup mata sebentar, tetapi tubuhnya menolak dan langsung menidurkannya dalam kenyamanan dan kini bangun dengan kondisi prima!
Tetapi tidak dengan rasa penasarannya! Ini masih sama dengan yang kemarin!
"Open Profile!"
[Profile]
Nama: Erlan Ryo
—Usia: 15 tahun
—Posisi: Striker {CF, LW, CAM}
Level: 5 (7%) {EXP akan ditambahkan setelah pukul 22:00} (1,877 Exp telah ditambahkan)
—Grade: ZYY—5
—Goal: 15 (GR: 33,3%)]
"Yes! Ternyata bukan mimpi!"
Semalam sebenarnya dia sempat membaca dan melihat-lihat hal baru pada System. Namun ketika bangun dia mengira itu hanya mimpi, jadi ketika tahu itu adalah kenyataan, Erlan melompat-lompat di kasurnya karena terlalu kegirangan.
Dia telah menantikan hal tersebut! Alasannya itu ada pada item yang berada di {Inventory}!
{Tiket Normal}, dan {Buku: Cara Merawat Sepatu} memerlukan Level 5 untuk menggunakannya! Dan Erlan akhirnya dapat mencoba item tersebut! Dia membuka deskripsi item tersebut lagi, penasaran jika ada perubahan atau tidak, karena sebelumnya hanya tertulis, {berguna untuk menggunakan Skill}
[Tiket Normal
{Jumlah: 56
Tiket-tiket! Berguna untuk menggunakan, mengupgrade, dan membuka Skill!}]
"Kan, berubah! Ini pasti berhubungan dengan buku itu kan?!" Erlan telah melihat deskripsi masing-masing benda, dan semuanya membutuhkan level untuk digunakan. Untuk saat ini, hanya kedua benda ini saja yang dapat dia gunakan ...
Jika membuka {Paket Pelatihan Pemula} itu hanya memunculkan layar ...
[Paket Latihan Pemula
{Terbuka saat Level 15}]
Jadi Erlan membuka {Buku: Cara Merawat Sepatu} ...
[Buku: Cara Merawat Sepatu I]
(Basic)
Membersihkan sepatu itu terkadang merepotkan, apalagi jika tanah dan rumput yang kau injak basah? Huh, ingin dibuang saja!
Tapi pemain bola yang baik itu harus rajin membersihkan sepatu! Kebersihan sebagian dari iman! Kau tahu itu kan? Jika sepatumu kotor?! Bagaimana kau bisa percaya pada tendangan jelekmu itu? Ayo bersihkan!
{Level terpenuhi, kamu dapat mempelajari Skill ini!}
Erlan sedikit masam saat membaca deskripsi tersebut, System menjelekkan tendangannya secara tidak langsung!
"Pelajari Skil!"
{×Gagal}
{×Tidak memiliki seluruh bagian Buku! Kau membutuhkan buku (II, III, dan IV)}
{Dapat menutupi kekurangan dengan mengeluarkan 30 Gold! Apa kau ingin melakukannya?}
Erlan tertunduk lesu, dia bimbang, dan tidak tahu akan sesulit apa untuk mendapatkan Gold tersebut. Dia membuka fitur baru yang sudah dia lihat semalam, yaitu {Bank Virtual} ...
[Bank Virtual]
{Kamu dapat menyimpan keuanganmu di dalam sini! Jangan lupa mendepositokan kekayaanmu dan dapatkan bunga maksimal 10%!
{Uang: $139.00}
{Uang Deposit: $450.00 (+0.5%/bulan)}
{Gold: 102}
Fitur baru terbuka saat kamu mencapai Level 10}]
Erlan telah mencobanya, dia memindahkan uang dari akun Bank di dunia nyata dan mengirim pada alamat rekening virtual yang ada di System ini! Dan ternyata itu langsung mengkonversi uangnya ke USD.
"Ya.. uangku tidak berkurang! Tapi System membulatkan konversinya jadi 13,000 ya?"
Padahal di dunia nyata, nilai rupiah lebih rendah, yaitu Rp. 13,100.00. Namun Bank Virtual ini membulatkannya begitu saja. Uang Rp, 7,650,000.00 menjadi $589. Erlan juga langsung mencoba fitur deposito tersebut ...
Uang $450 yang di depositokan akan ditahan selama 6 bulan oleh Bank Virtual sebelum dapat ditarik kembali. Sebenarnya itu uang jajannya bulan ini, tetapi diserahhkan begitu saja untuk mencoba fitur baru!
Mama tidak menegurnya tentang uang yang diabaikannya tersebut, bahkan ketika dia habiskan dalam semalam tetap tidak dipertanyakan. Tidak ditegur ataupun diberi lagi. Kedua orang tuanya tidak peduli, pokoknya mereka sudah mengirim uang.
Semua terserah pada anaknya setelah itu. Erlan juga tidak pernah mengeluh kehabisan uang, jadi situasi seperti ini adalah normal-normal saja ...
"Tapi Gold ini ... Agak sulit urusannya, aku tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya tidak mungkin memasukan Gold dunia nyata ke dalam sini kan?"
"Tapi untuk eksperimen!" Erlan mencengkram bantal di pelukannya, dia sangat gemas dengan System yang sangat misterius ini! Dia harus mencari tahu sendiri apa kegunaan dari setiap fitur yang di sediakan!
"Baik!" Erlan masih memegang {Buku: Cara Merawat Sepatu}, dia sudah yakin untuk, "Mempelajari Skill!"
{×Gagal}
{×Tidak memiliki seluruh bagian Buku! Kau membutuhkan buku (II, III, dan IV)}
{Dapat menutupi kekurangan dengan mengeluarkan 30 Gold! Apa kau ingin melakukannya?}
"Aku bersedia! Kuras saja kekayaanku!"
Buku yang berada ditangannya terbang ke udara begitu saja setelahnya, Erlan terlalu terkejut untuk menahan buku itu di tanganya. Kemudian secara perlahan muncul 3 buku lainnya di udara, yaitu seri ke (II, III, IV) dari {Buku: Cara Merawat Sepatu} ...
Keempatnya mengeluarkan cahaya biru, kemudian bersatu padu dalam dimensi yang sama dan buku tersebut berubah menjadi sebuah Pil. Erlan segera menangkapnya saat mengetahui Pil itu akan jatuh ke tanah ...
[Berhasil menyatukan Buku]
[Mengkonsumsi 16 {Tiket Normal}]
[Kamu dapat meminumnya untuk mempelajari Skill tersebut]
Tanpa berpikir panjang, Erlan langsung turun menuju dapur. Dia berlari di anak tangga dan hampir terjatuh karena baru bangun tidur serta terlalu menggebu-gebu akan rasa penasarannya—jangan ditiru!
Mengambil segelas air dan menelan pil berwarna putih tersebut.
—glug "Sudah—"
[Kamu telah mempelajari Skill Merawat Sepatu!]
[Merawat Sepatu
(Basic)
{Rajin itu pangkal pandai, jika tahu sepatu kotor ada baiknya kamu bersihkan! Legenda pernah menyatakan, bahwa sepatu yang bersih akan memudahkanmu dalam mencetak Goal!
Apa kamu percaya itu?!}
"Tidak."
{Setelah membersihkan sepatu dengan Skill ini, kelincahanmu akan bertambah 10% selama 5 menit!}
{Perlu 15 {Tiket Normal} untuk menggunakannya!}
"Entah beruntung atau buntung, aku tidak mengerti!"
***
Pukul 10 pagi, Akademi Sepakbola Merajyat ...
Suasana di dalam lingkungan Akademi cukup ramai dengan anak-anak yang baru datang dan ingin masuk menjadi bagian Akademi Merajyat. Nama Merajyat cukup melambung tinggi akibat hal yang terjadi di Final Kualifikasi 2 hari yang lalu.
Setiap pertandingan Merajyat U-17 di Kualifikasi bisa dikatakan sangat baik, namun menurun sangat tajam pada Final. Para orang tua yang menyukai Sepakbola tahu kalau itu faktor keberuntungan saja, jadi mereka tetap datang untuk mendaftarkan anaknya agar menjadi bagian Akademi hebat ini!
Akademi Merajyat memiliki 2 sektor, yaitu Sepakbola Putra dan Putri. Total ada 150 orang yang sudah terdaftar di dalamnya. 85 di antaranya adalah Putra dan Erlan Ryo adalah salah satunya ...
Akhir bulan Desember adalah saat derasnya formulir pendaftaran berdatangan pada setiap Akademi Sepakbola, itu adalah efek positif dari kejuaran Nusantara. Setiap orang yang tertarik dengan bermain bola bisa mencari tim terkuat untuk memasuki atau memasukan anaknya ke dalam Akademi tersebut dari melihat kualitas mereka di babak Kualifikasi.
Akademi Merajyat mendapatkan kepopulerannya di Provinsi Jawa Barat. Namun calon peserta didik akan menjalani seleksi lagi, jadi nanti total akan ada 60 orang yang diterima menjadi bagian Akademi Merajyat. Sektor Putra 35, dan Putri 25.
Erlan berlari memasuki halaman dari Akademi Merajyat, di lahan parkir dia sudah melihat banyak sekali kendaraan bermotor, namun dia tetap tidak menyangka bahwa akan ada ribuan orang yang terkumpul dalam lahan seluas 10 hektar ini.
Dan mereka semua datang hanya untuk mempelajari Sepakbola!
—huh- "Apa aku harus memutar?" Erlan melihat keramaian di depan gerbang utama. Jika dia berlari di antara kerumunan itu, pasti akan menimbulkan hal tidak menyenangkan ...
"Ya.. siapa juga yang peduli? Sedikit lagi aku selesai!"
[Quest: Latihan Harian]
{Running: 5,000 meter (90%)}
Erlan sebelumnya diantar oleh supir, namun saat jaraknya dari mobil menuju Akademi Merajyat tersisa 5,000 meter, dia memilih untuk berlari saja dan meminta supir untuk mengantarkan barang-barangnya ke loker. Karena sudah pasti mobil itu sampai lebih cepat darinya yang berlari!
"Pak Tejo udah sampai 'kan ya? Apa dia nunggu di dalam? Ah, sudahlah.. lebih baik aku lanjut lari!"
Erlan mulai berlari lagi, 100 meter di hadapannya ada keramaian orang yang menghalangi jalanan, namun dia memilik mulut dan hak untuk mendapatkan jalurnya, jadi ...
"Permisi! Tolong buka jalannya! Aku sedang latihan... permisi!" teriaknya kepada ribuan orang yang menghalangi jalan ...
Mata semua orang seketika tertuju kepadanya, mereka semua terkejut akan sikap pemuda tersebut. Awalnya mereka semua ingin mengeluarkan emosinya. Namun saat melihat Erlan berlari tanpa ragu seperti itu, hati mereka terketuk!
Pemuda ini sangat tampan ...
Kharisma-nya meledak setiap kakinya melangkah ...
Lihat rambut basah itu? Apa dia pekerja keras sesungguhnya?
Mereka semua membukakan jalan untuknya seketika, bahkan yang melamun dan tidak mendengar ucapan Erlan pun langsung ditarik oleh seseorang untuk menyingkir. Erlan terus berteriak demikian, dan jalan selalu terbuka ...
—Snap! Seperti sebuah jentikan jari yang menyadarkan seseorang dari hipnotis, anak-anak dan para orang tua yang mengikuti perkembangan Kualifikasi Nusantara U-17 tidak mungkin melupakan sosoknya! Ingatan mereka di setiap pertandingan Akademi Merajyat terpanggil ...
"Tunggu! Itu! Itu bocah yang mencetak Free Kick kan?!"
"Apa kau bercanda? Dia? Jadi anak itu yang membawa Merajyat sampai Final?"
"Lihat, Nak! Itu adalah contoh terbaik jika kau ingin jadi pemain bola! Meski sudah menunjukkan kehebatannya, dia masih rajin berlatih!"
Para orang tua mulai membicarakan sosoknya, pemuda yang membuat hati mereka tergerak untuk mendaftarkan anak mereka di Akademi Merajyat.
"Anak itu... tidak hanya sopan! Dia ternyata sangat tampan!" teriak seorang gadis yang matanya tidak bisa lepas dari bayangan Erlan.
"Kau benar," balas gadis lainnya, "Ternyata mataku tidak salah saat menontonnya dari TV!"
"Ck! Kalian ini! Kenapa kalian hanya mengagumi luarnya saja??!" seorang pemuda protes terhadap kalimat yang dilontarkan gadis-gadis itu.
"Ha? Memangnya apalagi selain itu?"
"Erlan Ryo. Pemain berusia 15 tahun bernomor punggung 7! Dia mendapatkan predikat Pemain Terbaik sekaligus Pencetak Goal terbanyak dalam kualifikasi Nusantara U-17!”
"Di Jawa Barat doang kan?" tanya seorang gadis dengan nada jengkel.
"Bukan! Erlan adalah Striker muda terbaik di Indonesia!"