[System] Supreme Striker

[System] Supreme Striker
C001—Kelahiran {No.7}



Air turun dari langit dengan sadisnya. Semesta telah mengaminkan harapan mereka, yaitu untuk menghambat kesebelasan lawan yang hebat dalam menggunakan teknik Passing—Operan. Lawan mereka menjadi lambat karena lapangan yang basah kuyup. Hari ini adalah babak Final Kualifikasi dari kejuaran Nusantara U-17 untuk slot ke-4.


Nusantara U-17 seri ke-5, di tahun 2035, kompetisi nasional yang telah dilaksanakan setiap tahunnya di Indonesia. Setiap Provinsi di Indonesia akan melakukan kualifikasi untuk mencari tim yang layak melaju ke tingkat Nasional, yaitu dengan mengirimkan 4 tim yang akan mewakilkan provinsi masing-masing untuk melawan tim dari provinsi lainnya di fase group nanti ...


—PRIIIITTTT!


Salah satu pemain Akademi Jaya U-17 frustasi dan menjegal pemain yang tadi mendapatkan Long Pass—Umpan Panjang—saat melakukan Counter Attack—Serangan Balik.


"Erlan? Kau baik-baik saja 'kan?!"


"Yahh... lumayan..."


"Ahahaha.. aku tau kau kuat! Kau itu nomor 7 kebanggaan kami, bangkitlah Erlan Ryo!"


Erlan yang tersungkur di rumput hijau becek itu tersenyum lebar ketika mendengar temannya berkata demikian. Meski usianya baru 15 tahun, Erlan Ryo telah menjadi pemain utama dengan nomor punggung 7 di Akademi Merajyat U-17.


Wasit langsung menghampiri penjegal tersebut dan mengeluarkan kartu merah! Berkat hal itu, pemain yang ingin mengamuk seketika mereda, mereka semua tahu ini bukanlah saat yang tepat untuk bertengkar! Keadaan sedang genting bagi kedua tim!


Erlan dijatuhkan karena mempunyai kesempatan menyerah pertahanan Jaya U-17 yang kosong, tetapi satu pemain lawan dengan sengaja mendorongnya dari belakang saat peluangnya terbuka lebar ...


"Aku tidak menyangka mereka akan selicik itu!"


"Biarlah, Bay...." Erlan bangkit dari duduknya setelah memastikan tidak ada cedera di tubuhnya, "Wasit sudah memberikan kartu merah padanya. Kita hanya perlu membawa bola ini ke depan gawang lagi!"


"Tapi.. waktu kita tidak banyak...."


Wasit telah memeriksa jam di tangannya berkali-kali, dan jam besar di sudut stadium menunjukan waktu bermain pertandingan ini telah menyentuh 92 menit. Hanya 1 menit yang tersisa dari 3 menit waktu tambahan di babak kedua.


"Ya.. kau benar, Erlan! Mari kita bersenang-senang!" ucap Bayu sambil tersenyum lebar dan berlari menuju gawang lawan.


Erlan tertunduk lemas ketika mendengar perkataan yang diucapkan temannya, Bayu tampak sudah sangat pasrah dengan keadaan. Sebagai Striker—Penyerang, Erlan kecewa terhadap dirinya sendiri, dia tidak dapat menghasilkan satu peluang pun yang dapat mengancam gawang lawan. Seluruh tendangannya di pertandingan ini melenceng jauh akibat kondisi lapangan yang sedikit berlumpur karena hujan ....


Meski strategi lawan juga terhambat, itu tidak membawa keuntungan begitu besar bagi Merajyat U-17! Mereka sedang tertinggal 1 goal dari pihak lawan ...


[Jaya U-17 (2) - (1) Merajyat U-17]


Erlan tidak tahu harus berbuat apa selain membawa bola. Namun jegalan tadi telah menyadarkannya kembali pada realita, bahwa dirinya hanyalah ....


"Erlan! Kau baik-baik saja? Tidak ada yang cedera kan?!"


"Yaa! Aku normal, Captain!" jawabnya dengan sigap.


"Syukurlah-ahahahaha!" Captain menggoyangkan tubuh Erlan seperti sedang mengocok minuman kaleng, setelah mengetahui kondisi juniornya baik-baik saja.


Kemudian Captain segera mengangkat jempolnya ke udara untuk mengabarkan pelatih di pinggir lapangan yang khawatir dengan pemain muda mereka. Erlan merupakan generasi emas hasil dari Akademi Merajyat. Namun, tidak ada yang tahu kesialan apa yang menimpa Erlan hari ini. Dia benar-benar menampilkan segala keburukannya sebagai Striker pada pertandingan ini. Tetapi pelatih masih mempercayakannya, khawatir jika menggantinya hanya akan menghancurkan mental anak muda ini.


Sejak dimulainya Kualifikasi Nusantara U-17, mereka semua punya harapan besar terhadapnya dan Erlan berhasil membuktikannya dengan mencetak 14 Goal dari 4 laga pertandingan. Tetapi hari sialnya malah tiba di babak Final Kualifikasi ini ...


"Erlan, berikan tendangan terbaikmu!" Captain menyodorkan bola kepadanya.


Pelanggaran tadi menciptakan Free Kick—Tendangan Bebas—sejauh 25 meter dari gawang lawan. Erlan memang salah satu pemain yang ditunjuk sebagai juru tendangan tersebut. Namun ...


"Ah? Bukankah seharusnya Captain yang mengambil ini? Jaraknya terlalu jauh untukku!" Erlan biasa menendang Free Kick di jarak 20 meter.


"Tidak-tidak! Kau harus mengambilnya!"


"Ta—tapi aku!"


"Cukup!" Captain menatapnya dengan tajam.


'Apa Captain kesal denganku?' ini pertama kalinya Erlan melihatnya sangat serius ...


"Kau tidak perlu menyembunyikannya lagi! Aku tahu kau selalu berlatih keras setiap harinya! Kau bahkan menghabiskan waktu hingga tengah malam hanya untuk berlatih Free Kick kan?!"


Erlan terdiam membeku saat dihadapkan pertanyaan seperti itu. Padahal dia selalu merasa sendiri ketika melakukannya, 'Bagaimana mereka tahu? Padahal lapanganku sangat jauh dari asrama...'


"Kau mungkin bisa menyembunyikannya dari orang lain, tapi jangan remehkan seniormu, kami setiap hari menghitung dan selalu ada bola yang menghilang!" Captain menunjuk ke belakangnya—area pertahanan Merajyat U-17.


Erlan memutar badannya, dia menatap garis pertahanan yang masih bergairah walau waktu hanya menyisakan 1 menit lagi. Seluruh pemain belakang Akademi Merajyat U-17 dihuni oleh senior yang berusia 17 tahun. Mereka sangat kesal karena Counter Attack itu bisa di gagalkan ...


"Kau tidak perlu bersembunyi lagi! Kami mempercayakannya bola ini padamu!"


Erlan tidak tahu harus beralasan apalagi, dan menerima bola tersebut begitu saja, "Aku akan berusaha—”


"Aku sudah bilang cukup kan?" Captain memotong ucapannya, "Tidak ada satupun senior yang meragukanmu di sini, tunjukanlah kemampuan terbaikmu!"


Captain meninggalkannya setelah mengucapkan kalimat tersebut. Erlan memperhatikan setiap langkah kaki teman-temannya yang berjalan menuju garis pertahanan lawan. Mereka semua menampilkan tatapan buas pada kesempatan sederhana yang sangat sulit dijangkau ini ...


Sementara sisinya mengharapkan sebuah goal, lawannya ingin segera mengakhiri pertandingan dengan menendang bola keluar lapangan.


Wasit memberikan garis pada pagar betis yang akan menghalangi Free Kick berjarak 35 meter dari gawang itu. Erlan memanfaatkan setiap detik yang berlalu untuk mengatur detak jantungnya agar berirama dengan baik ...


Erlan mengerti betul tentang situasinya, tetapi kepanikannya tidaklah mudah untuk dihilangkan, 'Ini kesempatan terakhir Captain serta Senior lainnya! Kesempatan terakhir kami untuk melaju ke babak group kejuaraan Nusantara bersama!'


Pertandingan Akademi Merajyat U-17 melawan Akademi Jaya U-17 adalah jadwal terakhir di kualifikasi provinsi Jawa Barat untuk merebutkan sisa 1 slot lagi. Jika skor pertandingan Seri hingga akhir, tidak akan ada babak tambahan. Kedua tim akan langsung memasuki babak Penalty ...


'Pilihan kita hanya babak Penalty! 1 menit, 1 goal!' Semua pemain Merajyat U-17 berpikir demikian, begitu pula dengan Erlan. Meski Captain telah mempercayakan Free Kick ini padanya, pilihannya saat ini jatuh pada mengumpan bola tersebut ke kotak penalti lawan dan menyerahkan sisanya pada teman satu tim.


Erlan belum mempunyai keberanian di dalam dirinya untuk menendang Free Kick sejauh 35 meter, 'Jika aku menggunakan kekuatan, aku akan kehilangan kontrol bola. Jika bolanya pelan, maka Goalkeeper akan mudah menangkapnya... pilihanku hanya mengumpan kan?'


Erlan menatap pelatih di bangku cadangan, namun dia hanya mendapatkan balasan tatapan tajam tanpa ekspresi dari orang tua itu. Dia mengalihkan lagi perhatiannya pada pertahanan lawan yang kini di penuhi oleh hewan buas. Mata mereka semua menyala, menunggu bola Free Kick itu datang ...


'Sial...'


—Bang-bang! Dump!


Guntur menyelimuti langit, lapangan masih diguyur hujan deras. Suasana tersebut menutupi keramaian di bangku penonton. Wasit telah bersiap untuk meniup peluit di tangannya. Erlan sudah sangat terfokus pada bola di rumput hijau yang basah, bola ini sebentar lagi akan melambung tinggi di kotak penalti lawan ...


—Huh... 'Andai saja aku mempunyai tendangan CR7 atau Roberto Carlos...' keluhnya karena kaki kiri andalannya masih terlalu lemah.


—BANG!


'Petir ini... Kapan aku bisa menendangnya? Kenapa wasit belum meniup peluitnya—’ Erlan terdiam. Dia sempat terkejut karena petir tadi, namun hal yang membuatnya saat ini diam terperangah adalah fenomena aneh yang sedang terjadi sekarang ...


"Semesta… sedang bercanda kan???"


Bulir hujan yang jatuh dari langit hanha mengambang di udara. Stadion yang sebelumnya ramai dengan jeritan penonton menjadi hening seketika seperti tidak ada satupun orang di sana. Wasit yang sudah bersiap meniup peluit di mulutnya pun tidak menunjukan sedikitpun kehidupannya ...


Begitu juga setiap pemain di garis pertahanan di depan sana. Semuanya ...


"…Terhenti? Apa aku pingsan karena petir tadi—”


[Host! Kamu mendapatkan kesempatan untuk mengaktifkan System {No.7}!]


[Syarat pengaktifan: Ciptakan goal dari Free kick ini!]


[Terima/Tidak?]


Erlan semakin khawatir dengan kondisi mentalnya. Pertama, timnya sedang kalah. Kedua, dunia sedang terhenti di matanya, ketiga dia harus melihat sebuah layar berwarna biru yang tiba-tiba muncul di depan matanya! Erlan mengedipkan mata berkali-kali, bahkan sampai mencubit lengan dan menggigit bibirnya hanya karena ingin kembali ke realita!


'System? Kenapa candaan Semesta seburuk ini?' Erlan tahu dan pernah melihat hal seperti ini di komik ataupun novel yang dibacanya, tetapi tidak pernah menyangka kalau fenomena asing seperti ini memang ada dan bahkan merasuki hidupnya!


"Kalaupun System ini nyata! Aku harus memasukannya dengan jarak 35 meter dari gawang kan!?? Mustahil! Aku bukan CR7...."


[System {No.7} dapat membantumu meraih puncak sepakbola dunia! Apa kau yakin ingin menolaknya?]


"Iya-iya! Aku menerimanya!" Erlan tidak menganggapnya serius, dia hanya ingin segera terbebas dari belenggu keanehan tersebut!


—Bang-bang Dump!


Dan benar saja, gemuruh hujan menyadarkannya kembali, Erlan kembali ke realita, namun ...


[...Test berlangsung...]


'Systemnya... nyata?'


[Host sangat lemah! Apakah kamu ingin menggunakan bantuan System?]


"Ya, tolong bantu aku...."


Tiga pemain yang menjadi pagar betis di depannya terkejut dengan ucapan Erlan dan saling menatap satu sama lain sambil tersenyum, mereka mengira Erlan sudah gila karena meminta rasa kasihan lawannya. Erlan yang menyadari tatapan aneh mereka pun segera melihat bola untuk menghilangkan rasa malunya ...


[Silahkan pilih bantuan yang kau inginkan:


{Accuracy} {Power} {Weakness}]


Erlan terperangah dengan setiap pilihan itu, Accuracy dapat mempengaruhi aliran tendangannya. Power untuk menyulitkan Goal Keeper menangkap bolanya. Jika untuk mengumpan, Erlan bisa memilih Accuracy, tetapi System memintanya untuk mencetak Goal dari Free Kick untuk mendapatkan System [No.7] ini! Power mungkin bisa menjadi pilihan, tetapi dia sadar betul akan akurasi tendangannya yang tidak baik di jarak sejauh ini ...


'Sial! Weakness? Apa yang dapat dilakukannya?'


Erlan membuka deskripsinya ...


[Weakness]


{Skill ini dapat membantumu dalam mencari kelemahan lawan, akan sangat membantumu dalam mencari peluang dari bola mati.}


'Mencari peluang ya? Mungkin ini bisa membantuku!'


[Host ingin memilih {Weakness}?]


"YA!!"


Teriakan Erlan terdengar sampai area pertahanan lawan. Captain yang mendengarnya pun segera mengangkat tangannya dan itu diikuti oleh pemain Akademi Merajyat U-17 lainnya. Mereka semua terkejut karena anak 15 tahun ini akhirnya mengeluarkan suaranya setelah terlihat merenung sepanjang pertandingan ....


[Weakness diaktifkan!]


{¡Semua yang dijelaskan merupakan dari sudut pandangmu, Host!


—Free Kick: 35 meter dari gawang, Sisi kanan lapangan.


—Pagar betis lawan memiliki celah besar di sisi kirinya. Goal Keeper akan kesulitan jika kamu mengarahkan bolanya ke sisi kiri gawang!


—Mundur 3 langkah besar lagi untuk mendapatkan momentum tendangan!


—Gunakan area jempol kaki kiri dan bagian dalam. Tendangan akan melengkungkan 35° di udara dan membantu kecepatan bolamu menuju gawang!}


Tidak hanya penjelasan tersebut, System memberikan titik kelemahan lawan di setiap lokasinya, namun penjelasan tendangan yang cocok itu hanya teori saja, Erlan harus mengkalkulasikannya sendiri ...


'Aku.. salah.. memilih Skill!'


[System mendeteksi kesalahan Host! Kamu mendapatkan bonus bantuan, {Accuracy}!]


—PRIIIITTTTT!


"Oh?!"


Tiga pagar betis di depannya bahkan tidak segan untuk menertawakan Erlan secara langsung. Mereka mengira kalau dia sudah dalam keadaan kacau dan kehilangan akal saat mendengar peluit wasit …


Namun, jikalau saja mereka tahu ...


[Accuracy diaktifkan!]


[Berhasil menemukan jalur tembakan terbaik!]


System telah memberikan Erlan petunjuk dengan Blue Mark—Tanda Biru—untuk menendang pada bagian tersebut di bola dan menghasilkan Accuracy tendangan terbaik.


Suasana menjadi sunyi kembali, Erlan mengambil tiga langkah besar ke belakang. Meski lapangannya basah dan sangat mengkhawatirkan jika harus berlari di atasnya, dia tetap mengikuti saran System ...


Kedua tangannya diletakan di pinggang, tekad kuatnya sudah mendidih. Erlan segera mengambil langkah berlari, berusaha mencari momentum! Sesuai dengan arahan System, dia dengan tepatnya mengarahkan area jempol kaki kirinya pada Blue Mark di bola ...


—SHOOO


Tiga pemain di pagar betis tidak sempat melompat karena terkejut melihat Erlan berlari dengan kencang menuju bola, mereka khawatir kalau Erlan sudah gila dan mengarahkan bolanya pada mereka! Namun nyatanya tidak! Bola itu melewati mereka begitu indahnya!


Seluruh pemain yang berdiri di garis setengah lingkaran kotak penalti terperangah. Mereka semua diam di tempat, tidak menyangka kalau Erlan akan langsung menendangnya menuju gawang. Lengkungan bolanya sangat sempurna di udara. Momentum larinya tadi membuat bola itu memiliki putaran baik di udara. Bola mengalir dengan cepatnya menuju sisi kiri gawang ...


Goal Keeper dari Jaya U-17 yang berdiri di luar garis gawang pun kelimpungan, dia terjatuh ke tanah karena terburu-buru melangkah mundur untuk menuju jalur bola. Dengan lengkungan segila itu, tidak ada satu pun pemain yang dapat menjangkaunya. Bola berputar menuju pojok kiri atas dari tiang gawang ...


Menggetarkan tiang dan memasuki gawang dengan liukannya ...


"""GOAAAAAALLL!!?!"""


[...GOAL...]


[Host berhasil mengaktifkan System {No.7}!]


[Perjalanan menuju puncak Sepakbola dunia tidaklah mudah! Setiap langkah kakimu akan menentukan karir Sepakbolamu! Tetaplah berjuang, Erlan!]


[Kamu mendapatkan {Paket Pelatihan Pemula}(1)!]


[Kamu mendapatkan {Tiket Normal}(5)!]