![[Sequel] Flower From The Hell](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-sequel--flower-from-the-hell.webp)
~•Adam Wright Pov•~
..."CERITAKU"...
..........~•«★»•~..........
Namaku Adam Wright, aku bekerja sebagai seorang polisi. Pangkatku juga tidak terlalu tinggi yaitu kepala kepolisian di sebuah kota yang cukup padat penduduknya. Biasa aku dipanggil komandan oleh bawahanku, tapi aku tidak menyukainya karena terlihat seperti orang tua. Usiaku menginjak 34 tahun. Aku belum beristri, aku masih lajang sampai setua ini.
Kenapa? Karena aku adalah bisek(x). Memang aku mengakui memiliki orientasi seksual yang berbeda dari kebanyakan orang dan itu membuatku susah mendapatkan pendamping hidupku. Aku memiliki paras yang lumayan tampan sebanding dengan aktor papan atas. Maafkan aku yang sedikit sombong. Tubuhku atletis karena tuntutan pekerjaan serta wajahku yang tegas membuatku sangat tampan di mata siapapun. Banyak wanita yang mengejar-ngejarku. Banyak pula teman-teman kerjaku yang menjodohkanku dengan temanya, adiknya sampai dengan anaknya. Tapi aku tidak menyukai mereka. Aku orang yang pemilih, terlalu banyak memilih sesuai kriteria membuatku kesusahan menemukan jodohku. Kriteriaku adalah tubuh langsing dan sexy serta pipi yang gemuk. Lalu memiliki buah dada dan pantat yang berisi membuat juniorku terangsang. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku lebih suka bongkahan bokong yang gemuk dari pada bongkahan payudara.
Kenapa aku bisa menyukai cowok jika aku aku menyukai cewek, bahkan aku pernah bermain dengan wanita ****** diluar sana. Aku suka cowok yang menyerupai cewek. Bukan cowok jadi-jadian. Tapi memang cowok itu memiliki paras cewek yang alami. Dia begitu manis dan susah dilupakan. Jika cowok itu memiliki bongkahan pantat yang menarik dan bibir yang manis, serta pipi yang gemuk, aku mungkin benar-benar jatuh cinta. Alasan aku melajang sampai sekarang hanya itu. Jika mau, aku bisa mendapatkan cewek maupun cowok dengan mudah. Namun, yang memiliki paras di atas begitu sulit untuk aku cari.
Aku akan bercerita sedikit pengalamanku bertemu dengan cowok impianku. Aku bertemu dengannya pertama kali di sebuah hotel. Aku rasa malah mirip motel karena lebih kecil dari hotel, tapi di papan tertulis hotel dan aku tidak peduli sama sekali tentang perdebatan nama hotel tersebut.
Waktu itu dia sedang terbangun dari tidur karena ulahku. Wajahnya begitu bersinar, matanya lentik dan bening. Bibirnya yang tipis begitu seksi. Pipinya yang berisi seakan ingin menggigitnya. Aku belum melihat bokongnya, aku berharap bisa melihatnya bahkan memerasnya. Begitulah hayalanku yang setinggi menara. Wajah kagetnya lucu sekali seperti kucing tertangkap basah mencuri ikan. Aku benar-benar melihat bidadari laki-laki.
Aku datang ke hotel itu karena ada kasus pembunuhan di sana. Aku akan berdoa terus-menerus karena telah diberi karunia bertemu dengan bidadari pujaanku. Dia memenuhi semua kriteria yang aku inginkan. Aku menghampiri bidadari itu dan bertanya tentang pembunuhan di samping kamarnya. Sebenarnya aku tidak menuduhnya karena dilihat dari manapun wajah manis dan polosnya itu terlihat seperti bayi yang tidak berdosa. Aku merasa berdosa karena telah bicara terlalu tegas dengannya. Dia terlihat binggung dan ketakutan. Jangan takut aku tidak akan memperkosamu walaupun anak itu membuatku terangsang hebat waktu itu.
Saat aku mendekati tubuhnya, aku lihat badannya makin terlihat ramping, kulitnya juga putih mulus. Sangat mengagumkan, apakah dia mencukur seluruh bulunya setiap hari sampai tidak terlihat sehelai rambut di badannya. Aku benar-benar terangsang dan aku ingin melihat bagian tubuhnya yang tertutup selimut itu untuk bahan fantasi di rumah. Sedang asyik membayangkannya tiba-tiba temannya datang dari kamar mandi. Jangan bilang dia pacarnya. Aku harus berfikir dua kali untuk merebutnya.
Temanya terlihat sombong. Wajahnya begitu tegas sama sepertiku. Namun, aku tidak mau kalah dengan anak ingusan seperti dia. Anak itu yang menjadi alasanku masuk ke kamar ini. Aku sudah melihat cctv di hotel ini dan anak itu menjadi orang terakhir yang masuk ke kamar korban, makannya aku menemui anak itu. Tapi sungguh keberuntungan untukku karena dia aku bisa bertemu bidadari.
Keberuntunganku datang lagi, ada bawahan baruku yang bodoh melebihi otak kerbau. Dia malah menyuruhku melihat cctv yang baru saja aku lihat, tapi ini bisa jadi ajang mencari informasi tentang pembunuhan itu dan melihat pantat bidadariku. Tentu saja rencanaku berhasil. Aku membawa mereka berdua ke ruang operasional untuk melihat rekaman cctv di hotel itu. Aku tidak kuat melihat bidadariku di gendong dengan mesra dengan anak bau kencur ini di layar monitor. Sepertinya bidadariku mabuk berat, masih di bawah umur mabuk lagi.
Apakah aku bisa menjadikannya alasan untuk bisa bertemu dengannya terus-menerus. Aku akan membuatnya dipenjara seumur hidup dan aku yang menanganinya. Tidak akan mengijinkan siapapun melihatnya karena dia milikku seorang. Namun, aku tidak bekerja di bagian penjara. Harapan yang sangat kecil. Aku akan membiarkannya pergi, aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi. Lalu perlahan-lahan menunjukan sikap perhatianku padanya, maka dia akan berpaling padaku dan saat itu juga aku akan mengikatnya dengan cincin dan janji suci. Aku benar-benar tidak sabar menantikannya.
Aku benar-benar dilanda jatuh cinta. Memang begini rasanya jatuh cinta. Benar-benar indah dan nikmat. Seperti ada ribuan bunga bermekaran dalam hatiku. Aku akhirnya benar-benar bisa melihat pantatnya yang seksi dan menggoda. Aku terus meliriknya dan tidak ada yang menyadari karena semua orang berfokus pada layar cctv. Temennya itu begitu mencurigakan, dia sekilas menatapku dengan tajam seperti mengajakku berperang. Jika mau kita bisa berkelahi di sini juga.
Acara nonton cctv-nya sudah berakhir. Mereka untuk semetara waktu aku nyatakan tidak bersalah, tetapi aku masih mencurigai anak yang bernama Orlan itu. Sungguh aku benar-benar iri yang memanggil nama Orlan itu adalah bidadariku dengan suara yang manis dan lembut. Bidadariku aku juga ingin dipanggil dengan suara seperti itu. Aku tahu nama temannya, tapi aku tidak tahu nama bidadariku sungguh ironis sekali.
Tuntutan kerja lagi membuat aku harus berpisah dengan bidadariku. Tunggu aku sayang, aku akan menaklukan hatimu. Huhh hatiku terus dipenuhi dengan cinta sampai aku tidak konsen dalam bekerja. Dalam benak dan pikiranku selalu saja terbayang wajah cantiknya bidadariku.
Kepalaku pusing harus memikirkan tentang pembunuhan yang sadis namun aneh itu. Jika aku jelaskan bagaimana keadaan korban mungkin benar-benar hancur seperti tertabrak kereta. Bagian yang masih terlihat bagus adalah dadanya yang memiliki tata kupu-kupu. Sepertinya itu tato baru. Korban bernama bravely, dia memiliki masalah dengan keluarganya. Dia datang ke klub ini karena perdebatannya dengan ayahnya. Walaupun kasus ini akan ditutup karena pembunuhan ini tidak ada jejak sama sekali, aku masih harus memikirkannya. Takut akan terulang kembali. Jika di pikirkan lagi, kalau pembunuhnya melewati jendela, itu mungkin saja bisa. Namun, dari rekaman cctv jalan di dekat Club itu tidak menemui orang mencurigakan sama sekali. Orang yang mencurigakan adalah anak yang bernama Orlan itu yang terakhir keluar dari kamar nona Bravely. Mungkin saja dia melompat lewat jendela untuk masuk ke dalam kamar Bravely dan membunuhnya. Lalu kembali lagi ke kamarnya bersama dengan bidadariku. Kenapa aku tidak rela kalau dia tidur dengan bidadariku.
Aku terus saja mencari informasi anak yang bernama Orlan dan bidadariku. Orlan anak dari seorang pekerja bangunan yang sering pergi keluar kota. Orlan anaknyang bandel dan ditakuti oleh anak lain di sekolahnya. Namun, dia cukup populer karena gagah dan tampan. Sedangkan bidadariku adalah anak dari pengusaha Film yang sangat terkenal. Namanya Elian Hemswarth. Dari penampilannya bidadariku terlihat biasa, tidak terlihat mencolok jika sebenarnya dia anak orang kaya. Jika rambut poninya disingkap wajahnya terlihat cantik dan imut.
Aku melihat beberapa foto yang aku dapat dari orang suruhanku, foto yang dia berikan cukup banyak dan bidadariku terlihat cantik dan manis saat masih muda. Aku jadi semakin jatuh cinta padanya. Ibunya bidadariku dia cantik sekali, tapi wajahnya tidak mirip sama sekali dengan bidadariku aneh sekali. Bahkan foto masa bayi bidadariku tidak ada sama sekali. Foto yang ada hanya saat dia berusia 5 tahun yang sedang masuki sekolah di TK, lucu sekali. Aku terpesona dengan pesona bidadariku sampai aku tidak jenuh memandangi foto-fotonya.
Aku buru-buru pulang karena mengantuk setelah selesai berpatroli. Tanpa sengaja aku melihat sebuah mobil berhenti di dalam trowongan. Sampai semakin dekat aku bisa melihat wajah manis itu lagi. Wajahnya terlihat kusut dan ketakutan. Badannya gemetaran dan pandangannya tidak fokus. Dia terlihat sangat menggiyurkan untuk dimakan. Aku mencoba mendekatinya, tetapi dia malah terkejut dan ketakutan. Aku membantunya kembali ke rumahnya. Sayangnya Aku malah mengeluarkan kata-kata dengan suaraku yang keras dan nadaku yang tegas membuatnya malah menjauh dariku. Bodohnya aku yang kaku dalam merayu orang lain. Lain kali tidak akan aku ulang lagi.
Sampai setiap waktu jika bertemu dengan Elian aku berusaha menggodanya dengan kemampuanku semaksimal mungkin. Sayangnya Elian malah terlihat semakin risih dengan keberadaanku yang terlihat mesum di matanya. Aku memang laki-laki yang kurang berpengalaman dalam menggoda orang lain karena terbiasa digoda oleh para wanita. Elian jangan menjauh dariku.
Saat aku mampir ke rumah teman ayahku. Aku sungguh terkejut saat tahu kenyataan yang sangat menyakitkan. Elian pujaan hatiku berpacaran dengan Erisha teman masa kecilku. Aku dengan Erisha seperti adik dan kakak karena aku dulu sering menggendong Erisha saat masih kecil. Kenapa sainganku banyak sekali, dari temannya Elian sampai pacarnya. Aku harus siap berperang. Kenapa orang cantik harus banyak yang menyukainya.
Sejak kejadian di rumah paman Jaden temannya ayahku, Elian bersikap sinis padaku. Kenapa Elian malah menjauhiku, hatiku sakit sekali. Dasar bodoh, aku memang bodoh. Aku rindu ingin bertemu dengan Elian. Kapan aku bisa bertemu dengannya lagi. Dia juga jarang pergi ke toko kue di depan kantor polisi.
Hari itu hari libur, di taman bermain ada festival. Aku mendapat panggilan di sana untuk memberi penjagaan karena pengunjung semakin ramai. Sebenarnya aku agak malas ke sana karena sebentar lagi aku ada rapat tentang kasus menghilangnya banyak wanita di berbagai kota. Penculikan yang sudah terencana, sungguh sangat susah dipecahkan.
Saat di parkiran taman waktu itu aku melihat mobil Elian terparkir di sana. Astaga, Tuhan sangat baik padaku. Saat aku rindu pada Elian, aku dipertemukan lagi di sini. Ada kesempatan menggoda bidadariku lagi, waktunya beraksi. Aku mencari keberadaan Elian di ramainya orang yang lewat, sampai aku mengitari taman 5 kali sampai usahaku benar-benar berhasil. Aku melihat dia berdiri di dekat air mancur bersama Erisha. Aku mendekati mereka, mendengarkan obrolan mereka, dan berpura-pura menabrak Erisha.
Pertemuan yang tidak disengaja pun berhasil, aku memberi alasan ingin membeli hotdog sama seperti Elian. Sayangnya Erisha yang menyukaiku malah merubah segalanya. Elian juga menurut saja dengan perintah Erisha, sunggu sangat polos. Nasibku yang kurang baik aku jadi perpisah dengan Elian, tidak apa-apa setidaknya aku sudah bertemu Elian walau hanya sebentar.
Aku menunggu antrian hotdog dengan jenuh, kapan aku bisa sampai di antrian paling depan. 20 menit aku menunggu akhirnya aku sampai di depan penjualnya dan aku hanya memesan tiga hotdog untuk mereka berdua karena aku sudah lelah mengantri. Akhirnya pesananku selesai dibuat, aku kembali lagi ke tempat kami janjian di bawah air mancur. Elian tidak ada di sana, kami berdua memutuskan untuk menunggu Elian.
Hampir setengah jam kami menunggu Elian, tapi dia tidak kunjung menampakkan pipinya yang gemuk. Apa dia pergi bersama Orlan dan meninggalkan kami berdua di sini. Aku tanpa sadar melihat ke bawah ada bekas basah di tanah. Seperti bekas ice cream karena walaupun terkena sinar matahari bekasnya akan lama menghilang berbeda dengan hanya air biasa. Mungkin saja Elian sudah sampai di sini dan menunggu kita yang lama tidak kembali. Erisha sudah nampak jenuh menunggu Elian karena sejak tadi dia mengajak bicara denganku hanya aku jawab singkat saja. Obrolanya tidak menarik bagiku. Lalu ke mana Elian pergi tanpa memberi kabar pacarnya. Dia tidak bertanggung jawab pada pacarnya. Kemudian aku memutuskan untuk mengantarkan Erisha pulang sekalian pergi ke kantor pusat untuk rapat lagi.
Aku terkejut melihat mobil Elian masih terparkir di tempatnya semula. Perasaanku tidak enak. Erisha juga terkejut mobil Elian masih ada diparkiran tapi orangnya tidak ada. Aku memutuskan melacak nomernya siapa tahu dia masih di dalam festival. Aku terkejut lokasi ponsel Elian berada di jarak yang sangat jauh dari taman ini. Tidak mungkin Elian pergi ke tempat tidak berpenghuni seperti itu. Dia pasti diculik, siapa yang berani menculik bidadariku.
Aku takut orang yang menculiknya adalah orang yang membunuh secara brutal akhir-akhir ini. Mengingat Elian memiliki paras yang cantik dan imut, siapa yang tidak terpesona oleh kecantikan Elian. Erisha nampak khawatir dan menyuruhku untuk segera menyelamatkan Elian. Aku membawa Erisha ke kantor polisi untuk mengajak beberap bawahanku mencari keberadaan Elian di sana. Erisha aku suruh menunggu di kantor polisi sebentar sampai Elian ditemukan, sayangnya dia bersikeras ingin menemukan pacarnya. Aku hanya mendengus kesal dan membiarkannya ikut denganku. Dia malah bergelendot manja di lenganku sambil memasang wajah khawatir dan sedih. Merepotkan!
Menjelang malam aku akhirnya menemukan Elian bersama Erisha dan dua anak buahku. Di bangunan tua yang gelap itu aku melihat banyak daging berceceran ke mana-mana. Ada mayat bergeletakan di sana dengan tidak utuh. Jantungku seakan berhenti karena mengkhawatirkan Elian. Aku mengecek satu persatu mayat di sana, takut Elian menjadi salah satu korbannya. Aku hampir menangis karena kemungkinan terburuk aku akan kehilangan Elian.
Erisha terlihat muntah karena tidak tahan dengan bau dan pemandangan mengerikan ini, jadi aku menyuruh satu bawahanku untuk keluar membawanya pergi. Aku terus masuk sampai menemukan dua tubuh tergeletak di sana. Ada Elian yang berlumuran darah tidak bergerak. Aku gemetaran melihat tubuh Elian bersimpu darah. Siapa yang tega membunuhmu, Elian aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan bebas. Elian kenapa kau meninggalkanku begitu cepat. Jangan tinggalkan aku Elian, aku mencintaimu.
Aku mengecek nafas dan bagian tubuhnya. Ternyata dia masih hidup, hatiku langsung merasa lega. Aku buka ikatan talinya ada bekas memar sedikit di pipinya, mungkin bekas pukulan. Lalu ada bekas telapak tangan berdarah di kedua pipi gemuknya. Ini pasti bekas tangan dari pembunuh. Bahkan aku terkejut ada beberapa bekas tangan dengan darah tergambar di dinding dari sepanjang mayat yang ada di sini. Sepertinya pembunuhnya akan membunuh Elian tetapi keburu kami datang. Syukurlah kedatangan kami bisa menyelamatkan Elian. Aku sangat senang melihat Elian masih hidup.
Dari pengamatanku, pembunuhan ini sama persis sepertu pembunuhan wanita yang terjadi akhir-akhir ini. Sayangnya tidak ada sidik jari di sana yang membuatku kesusahan menangkap pelakunya. Padahal Jelas-jelas bekasnya terbentuk oleh tangan asli tetapi tidak ada sidik jari di sana, sangat aneh. Seperti pembunuhnya bukan manusia. Aku menyuruh Carl memanggil detektif Marx untuk datang segera ke lokasi ini dan membawa mayat-mayat korban ini untuk diteliti.
Sedangkan aku membawa Elian pulang dan aku menjenguknya esok harinya. Saat terbangun dia malah memaki Erisha pacarnya sendiri. Dia terlihat sangat terluka. Apa yang terjadi dengannya, padahal kemarin baru saja bersenang-senang bersama. Erisha yang manja terus saja membuat Elian bertambah emosi. Aku tidak suka suasana seperi ini jadi aku membawa Erisha pergi. Sampai aku disibukan banyaknya kasur orang hilang kembali. Di mana kasus maraknya orang hilang terjadi mulai 10 tahun yang lalu sampai sekarang belum juga ditemukan pelakunya. Semua ini adalah kasus penculikan yang sangat hebat, sampai kami sulit menemukan pelakunya.
Kasus penculikan Elian sudah aku tutup. Walaupun kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan Penculikan itu, tetapi aku tetap mencari tahunya. Ternyata Elian memang diculik oleh segerombolan preman yang diketuai oleh Marco. Mereka yang ada di sana berjumlah 8 orang dan mayat yang ditemukan hanya 7, pasti ada satu orang yang berhasil kabur dari sana. Yang mengejutkanku ternyata Marco adalah mantan pacar Erisha, mereka sudah berpacaran selama 2 tahun. Dari kasus penculikan Elian aku dapat mengetahui seberapa jalangnya Erisha. Erisha dan Marco, mereka berdua bersekongkol menipu banyak laki-laki. Marco yang mencarikan mangsa dan Erisha yang menjeratnya. Waow sungguh pasangan yang kompak. Aku salut pada cinta mereka. Mereka bahkan mati dengan cara yang sama. Sungguh pasangan yang sempurna.
..........~•«★»•~...........