
Dan saat sedang asyik bersenda gurau dengan Jungkook dan Mrs. Jeon, Ryuna mendapat pesan dari orang yang ber notabene sebagai ayah nya. Wajah Ryuna tampak kusut kembali. Ryuna mencoba untuk mengabaikan pesan dari sang ayah, karena ia yakin bahwa pesan itu akan membuat hari nya menjadi kelam lagi. Namun nampaknya sang ayah sangat keras kepala. Terbukti Ia men spam pesan anaknya itu. Dalam hitungan lima menit, terdapat 20 pesan dengan isi pesan yang sama pada setiap pesan yang Ia kirim. Ryuna tampak sudah emosi. Ryuna pun membuka pesan itu dan membaca satu per satu pesannya.
"Ryuna.. kau dimana? segeralah datang ke kantor Appa secepatnya. Calon suami mu dan keluarga nya sudah menuju ke sini. Jangan membuat pihak suamimu menunggumu - appa"
Pesan yang sama masuk ke ponsel Ryuna sebanyak 20 kali. Ryuna semakin geram melihat semua permainan takdir yang selalu membuat pilihan yang tidak ada yang baik untuknya.Ryuna pun segera membalas pesan dari sang ayah agar sang ayah tidak men spam pesan nya lagi.
"Aku tidak bisa berjanji.. aku sangat sibuk.. Dan ini juga saat-saatnya jalan raya sangat padat" balas Ryuna kemudian mengirim pesan itu pada sang ayah.
"Pekerjaan mu itu tidak terlalu penting.. utamakan kebaikan keluarga mu" balas Sang ayah lagi setelah menerima pesan Ryuna.
"cih.. 'utamakan kebaikan keluarga mu? 'bagaimana bisa dia tidak merasa bersalah mengatakan hal semacam itu pada anak yang seperti bukan anaknya? " tutur Ryuna.
"Utamakan kebaikan keluargamu? bahkan selama ini aku hidup, aku tidak pernah melihat kalian berada di sampingku bahkan saat aku sedang tertidur.. Bullshit" balas Ryuna.
Tak lama setelah pesan dari Ryuna terkirim, Ryuna mendapat panggilan dari eomma nya. Dengan kesal Ryuna mengangkat telepon nya.
"Sayang.. kau dimana? " ucap eomma Ryuna dari seberang telepon sana.
"ada apa?" balas Ryuna dengan nada dingin.
"Sayang, eomma tau kau pasti sangat kesal pada kami.. tapi ini demi keb-"
"Demi kebaikan ku? benar begitu? sudah ku bilang, kebaikan ku yang sebenarnya sudah terbunuh oleh kesepian ku selama ini! kebaikan ku saat ini adalah saat kalian benar-benar pergi dari hidupku!" ucap Ryuna sedikit keras. Ryuna mencoba menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang menyusup di hatinya.
"Kami memang salah karena telah mengabaikanmu selama ini.. tapi kami bekerja demi untukmu juga Kim Ryuna"
"Demi diriku? sudah berapa kali kubilang aku tidak butuh harta kalian! yang kubutuhkan adalah perhatian kalian selama ini! kalian.. kalian bahkan tidak peduli pada apapun yang terjadi padaku! Saat aku koma dulu sewaktu berumur 8 tahun,di rumah sakit, kalian malah membiarkan ku berjuang sendirian! melawan kematian saat itu! Hanya ahhumma dan ahjussi yang merawatku! bahkan ahjumma yang jelas-jelas bukan ibu kandung ku selalu memerhatikan diriku! tapi kau.. kau seperti elang yang tidak memiliki anak! kau selalu terbang ke seluruh tempat demi pekerjaan mu itu! Aku benar-benar membenci kalian!" tutur Ryuna sembari terisak dalam tangisnya.
Tampak hening cukup lama di panggilan itu. Hingga Ryuna mengucapkan kalimat terakhirnya.
"sangat menyedihkan berada di posisi mu Ryuna.. Bahkan kau bilang itu sejak kau kecil.. aku jadi tidak tega padamu" batin Mrs. Jeon menatap sendu ke arah Ryuna.
"Kau sangat baik.. tapi takdir tampaknya tak ingin kau bahagia.. kasihan sekali dirimu Ryuna" batin Jungkook.
Saat semua sedang asyik berbicara dalam hati, tiba\-tiba Ryuna menuju ke meja yang berada disamping Jungkook. Ryuna meraih pisau yang cukup tajam yang digunakan jungkook tadi untuk memotong buah\-buahan. Jungkook dan Mrs. Jeon tampak terkejut.
"apa yang kau lakukan Dokter Kim?! " teriak Jungkook sembari mencoba mengambil kembali pisau itu.
"Aku sudah lelah dipermainkan oleh takdir!! lebih baik aku mati, jungkook-ah!! " teriak Ryuna frustasi sembari mendekatkan pisau itu ke pergelangan tangan kanannya.
"Hentikan Ryuna!! Jangan menyiksa dirimu sendiri! kumohon" ujar Mrs. Jeon.
Tapi tampaknya Ryuna semakin menjadi\-jadi. Mendengar keributan itu, Seokjin yang lewat dari depan ruang Mrs. Jeon segera masuk. Sangat terkejut melihat keadaan di depannya, Seokjin segera berlari ke arah Ryuna dan segera memeluk gadis pujaan hati nya itu dan menenangkan nya.
"Tenanglah Ryuna.. tenanglah.. " ujar Seokjin.
"Dunia sangat tidak adil pada kita oppa! dunia sangat jahat!! " ungkap Ryuna menangis di pelukan Seokjin, kekasih nya.
"Lepaskan pisau itu.. kau ingin mencoba bunuh diri lagi? jika kau melakukan nya, ku pastikan aku juga akan melakukan hal yang sama.. agar kau bisa merasakan sakit saat melihat orang yang kau cintai mati di depanmu" tutur Seokjin mengelus pucuk kepala Ryuna. Pun Ryuna memberikan pisau itu pada Seokjin dan segera diletakan kembali ke meja.
"bunuh diri lagi? memangnya sudah berapa kali hal ini terjadi?" batin Jungkook penasaran pun Jungkook segera menyimpan pisau itu ke dalam laci meja itu.
Setelah cukup lama, Ryuna pun perlahan tenang. Keadaan Ryuna sedikit berantakan. Seokjin pun menuntun Ryuna untuk duduk di sofa dan memberinya minum agar lebih tenang.