
Berjalan menyusuri lorong\-lorong rumah sakit, Ryuna pun memasuki beberapa ruang pasiennya untuk mengecek kondisi pasiennya. Dan kini, Tinggal satu ruang pasien, Ruang inap mrs. Jeon. Pun dengan cara berjalan khas dokter berwibawa, Ryuna melangkah masuk setelah permisi pada sang pasien.
"Annyeonghaseyo, Mrs. Jeon" ujarnya sembari tersenyum manis kearah sang pasien.
"annyeonghaseyo agasshi" balas Mrs. jeon tersenyum.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Ryuna menghampiri ranjang peristirahatan Mrs. Jeon.
"Aku merasa baikan.. Apakah itu menandakan bahwa aku sudah bisa pulang dokter kim?" ujarnya menatap wajah Ryuna penuh harapan.
"Tunggu hasil pemeriksaan hari ini ya.. Dan ya, jika Mrs. belum bisa p ulang hari ini, itu karena demi kesehatan Mrs. Jeon sendiri" balas Ryuna mencoba meyakinkan tanpa memupuskan harapan dari sang pasien.
"Kalau begitu, cepat periksa keadaanku.. dan berikan padaku hasilnya" pungkas Mrs. Jeon penuh semangat.
"Aigoo.. tampaknya Mrs. sangat bersemangat hari ini.. Apakah ada kabar bahagia hari ini? bisakah kau berbagi cerita padaku Mrs Jeon? goda Ryuna sembari memeriksa.
" Eoh! ada kabar baik! Anakku, Jeon Jungkook di Terima menjadi salah satu pegawai di kantor barunya" ucapnya penuh bahagia.
"Bukankah ia waktu itu sudah bekerja? " tanya Ryuna sedikit bingung.
"Iya.. Tapi kantor lamanya itu melakukan pemangkasan pegawai. Dan jungkook merupakan salah satu dari 100 orang yang termasuk pegawai yang kurang beruntung kala itu.. Dan dia baru saja melamar pekerjaan lagi, dan segera kantor itu menerimanya.. mungkin karena ketampanan yang dimiliki anakku itu, makanya mereka menerimanya secepat itu" jelasnya semangat.
"Phhtt.. yya Mrs. jeon , apa kau sedang memuji anakmu di depanku? " goda Ryuna. Pun sang pasien hanya bisa tercengir manakala maksudnya diketahui oleh sang incarannya.
"hehehe terlalu kelihatan ya? " tanya Mrs Jeon malu.
"Antara Seokjin-nim dengan anakku, mana yang lebih tampan, dokter kim? " tanyanya membuat Gadis itu berhenti sejenak.
"Seokjin-nim adalah kekasihku. aku mencintainya dengan tulus" jawab Ryuna dan berharap semoga sang pasien tidak memberi pertanyaan yang mencoba membanding-bandingkan seseorang dengan seseorang.
"Baiklah.. tampaknya kau mulai membaik. namun masih belum boleh pulang.. karna keadaan mu belum cukup stabil" ujar Ryuna Sembari memberi hasil pemeriksaan nya pada Mrs. Jeon.
Pun tampak bahu sang pasien jatuh kebawah. Ia benar\-benar tidak mengharapkan hasil yang seperti itu. Air matanya kini mulai ingin menetes. Namun dengan segera Ryuna memeluk erat Wanita parih baya itu seraya menepuk\-nepuk punggung wanita itu pelan.
"Tidak apa-apa Mrs.. Kau akan cepat pulang jika kau fokus pada kesehatanmu" Pungkas Ryuna menenangkannya.
"Terima kasih, Dokter Kim" Membalas pelukan Ryuna.
Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka.Memperlihatkan siluet seorang pria bertubuh kekar yang sedang berdiri diambang pintu dengan sebuah bucket bunga berwarna putih yang aromanya memenuhi ruangan itu seketika. Tampak Pria itu sedikit gugup manakala ia sempat bertatapan dengan kedua mata indah Ryuna. Tersipu malu, agaknya kata\-kata itu cocok untuk menggambarkan perasaannya saat ini.
"Anak tertampan ku! " panggil Mrs. Jeon semangat.
"aishh.. kenapa eomma harus memanggilku seperti itu didepan dokter Kim saat ini" umpat nya malu dalam hati.