
Sesampainya di Kantor Mr. Kim (appa Ryuna)
Ryuna melangkahkan kakinya masuk ke kantor sang ayah, Mr. Kim. Namun, belum begitu jauh dari pintu masuk kantor, seluruh pegawai yang berada di sekitaran Lobby kantor itu memusatkan Ryuna sebagai pusat perhatian mereka. Pantas saja, jika mereka cukup terkejut atas kehadiran Ryuna, sang anak dari CEO perusahaan terbesar, Kim Gold, co. group karena Ryuna sendiri sangat jarang datang memijak kan kakinya ke kantor perusahaan ayahnya.
"Selamat Siang, Nona muda Ryuna!" sapa seorang pegawai yang berada Lobby, pun keduanya langsung mengukir senyum indah.
"Selamat siang juga, sekretaris Han!" balas sapa Ryuna.
"Ada apa Nona muda Ryuna bertamu siang hari seperti ini? ada gerangan sesuatu kah? Maaf jika saya banyak bertanya, tapi jam segini, bukankah masih jam kerja nona muda Ryuna?" tanya Sekretaris Han itu.
"Ah, iya.. bisakah kau membantuku dengan menunjukkan arah ke ruangan Mr. Kim? Aku sangatlah jarang ke mari.. Jadi aku sedikit kebingungan" tanya Ryuna sedikit cengengesan.
"Hehehe, saya mengerti.. Nona muda Ryuna bisa jalan lurus saja, kemudian di sana ada lift, gunakan itu dan pencet tombol lantai 13.Setelah keluar lift, nona muda Ryuna bisa mengambil arah kanan di perbelokkan nantinya.. Dan nona hanya tinggal mencari ruangan dengan nama " CEO room" di sekitar itu. Apa nona muda Ryuna bisa memahami nya?"
"Ya.. saya paham. terimakasih banyak sekretaris Han" ucap Ryuna seraya pergi.
Sesampainya di ruang Sang appa, Ryuna pun langsung masuk begitu saja. Hanya Mr. Kim yang Ryuna lihat di situ. Melihat kedatangan anaknya, Mr. Kim pun turut melemparkan senyumnya menatap anaknya.
"Dimana mereka? Aku hanya punya sedikit waktu.. jangan berlehai-lehai" ujar Ryuna dingin sembari duduk di sofa, dan langsung bermain game di ponselnya.
"Mereka sudah menuju kemari.. bersabarlah" jawab Mr. Kim sembari fokus mengerjakan tugasnya lagi.
"Ck.. lihatlah begitu pentingnya pekerjaannya itu daripada aku" batin Ryuna melirik Mr. Kim.
setelah 2 jam berlalu...
"Arghh! sudah 2 jam aku menunggu, tapi mereka belum kunjung tiba! Aku akan kembali bekerja! " Ujar Ryuna emosi dan ingin bergerak pulang.
"Ryuna.. tunggulah sebentar lagi" ucap Mr. Kim coba menenangkan anaknya.
"Karna sudah begitu banyak bersabarlah aku, hingga diriku mau saja dibodoh - bodohi oleh alasan kalian! " bantah Ryuna menatap tajam ke Mr. kim.
"Sudah appa katakan, appa minta maaf karena telah mengabaikanmu selama ini"
"Hey, ada apa ini? kenapa kalian berdua ribut?" sebuah suara bersumber dari sang eomma Ryuna yang datang bersama Tamu mereka itu.
Ryuna beserta Mr. Kim pun segera melihat ke sumber suara itu.
"Ah Tuan Yoonje, Kim taehyung.. kalian sudah sampai.. Bagaimana perjalanan kalian kemari? kenapa begitu lama? " Tanya Mr. Kim mengalihkan pembicaraan.
"Kami lama, karna Mrs. Kim (eomma nya Ryuna) menelpon kami, dan mengajak untuk pergi bersama ke sini. Dan kamu pun menerimanya" Jawab tuan Yoonje, ayah dari Kim taehyung.
Semua orang pun kini berjabat tangan, dan kemudian duduk di sofa.
"Jadi, bisakah kita mulai? " tanya Mr. Kim.
"Perkenallkan, nama saya Kim Taehyung, kalian bisa memanggilku dengan nama Taehyung. Aku adalah calon penerus dari perusahaan ayahku, KYT corp. dalam 2 tahun lagi" tutur Taehyung sopan.
"Baiklah ke intinya saja sekarang. Pasien ku sedang banyak yang akan check up hari ini" Potong Ryuna begitu saja.
"Jaga sedikit sopan santun mu" bisik Mrs. Kim yang berada di samping Ryuna.
"Kalau begitu, giliranmu Ryuna" Ucap Mrs. Kim mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah.Namaku Ryuna. kalian bisa memanggilku dengan Ryuna. Aku seorang dokter magang" tutur Ryuna cepat.
"Dokter magang? kenapa tidak dokter spesialis saja? Bukankah itu rumah sakit eomma mu? " tanya Tuan Yoonje penasaran dan bingung.
"Tidak! Aku bekerja di rumah sakit Kekasihku, Kim se-" ucapan Ryuna terpotong karena Mrs. Kim yang sudah menutup mulutnya.
"Kekasih? apa anda sudah memiliki kekasih?" Tanya Taehyung bingung.
"Ah.. tidak.. bukan kekasih hanya mantan kekasih Ryuna. Benarkan anakku? " tanya Mrs. Kim menghadap ke arah Ryuna, namun dengan matanya yang melotot.
"Dia kekasihku! Kalian saja yang selalu mengganggu hubunganku dengan Seokjin oppa! " Ujar Ryuna dengan mata yang memerah.
"Kalian selalu saja memaksaku! " Ryuna menahan tangisnya.
Taehyung yang melihatnya pun jadi merasa tidak tega. Ya, sebelum ini, Taehyung memang sudah mencari informasi tentang keluarga Mr. Kin termasuk wanita yang akan menjadi istrinya itu. Dia mendapatkan informasi, bahwa Ryuna sejak kecil tidak pernah mendapatkan perhatian seperti anak kecil pada umumnya hingga saat ini pun masih sama. Itulah mengapa Ryuna menjadi seakan membenci kedua orang tua nya.
"Tenangkan dirimu, Ryuna" ucap Taehyung sembari menatap Ryuna iba.
"Kau tidak perlu mengasihani ku sperti itu! cukup batalkan saja perjodohan ini! " Cecar Ryuna.
"Tidak bisa.. Aku tidak bisa membatalkannya" ucap Taehyung.
Namun belum sampai Ryuna membalasnya, Seseorang datang ke ruangan itu.
"Annyeonghaseyo, Mr. Kim ini Teh coklat panas pesanan anda" Ucap seseorang bernama Jeon Jungkook itu.
"Jeon Jungkook? kenapa kau yang mengantarnya? bukankah kemarin aku mengangkat mu sebagai pegawai bukan OB?" Mr. Kim bingung.
"Tadi OB yang seharusnya mengantarkan ini tiba - tiba sakit perut. jadi aku menawarkan diri untuk membantunya mengantarkan pesanan Mr" jelas Jungkook kemudian beralih menatap orang yang berada di situ.
"Oh! Dokter Kim! Senang bertemu dengan dokter. kenapa dokter disini? dan bagaimana keadaan eomma kita? Dan ya, kenapa wajahmu seperti tomat? apa Dokter sakit? Yya! dokter harus lebih mengutamakan kesehatan diri sendiri.. jangan sibuk bekerja.. haishh.. dimana orang tua dokter? kenapa tidak memperhatikan dokter? " tutur Jungkook sangat panjang.
"Ah.. hahaha.. Jungkook.. kenapa kau banyak bicara sekali hari ini? apa kau sedang mendapatkan jackpot? " Tanya Ryuna tertawa karna Jungkook yang cerewet.
"Aku tidak sakit. tapi, aku akan mengikuti arahan darimu. orang tuaku memang tidak peduli dengan ku" lanjut Ryuna.
"Ck..orang tua yang buruk..Jadi kenapa dokter kesini? oh ya, dokter perkenalkan, Mr. Kim ini adalah CEO di sini yang menjadi bos ku.. itulah kenapa aku sangat senang waktu itu" lanjut Jungkook banyak bicara sambil tersenyum.
"Jelas dia sudah tau itu Jungkook.. dia anakku" ucap Mr. Kim dengan wajah datar. Pun senyum Jungkook seketika pudar dan mulai berkeringat dingin.
"Mati aku! apa yang sudah kukatakan tadi? " Jungkook terdiam mematung dengan tangan yang masih seperti memperkenalkan seseorang. Sungguh momen yang sangat menegangkan. melihat ke akraban antara Jungkook dan Ryuna, membuat Taehyung merasa tidak nyaman. Seperti, Ia merasakan sesak didadanya.
"kenapa aku merasa sesak saat melihat mereka berdua sangat akrab? Ryuna sangat dingin denganku.. namun dengan pria itu? Ryuna sangat dekat dengannya.. kenapa aku cemburu? apa aku sudah mencintainya lebih duluan? " batin Taehyung.