
"Kemarilah jungkook.. apa kau akan berdiri di depan pintu kamar itu saja? bahkan pintu itu tidak menyukaimu karena kau pasti sangat bau" gurau Mrs. Jeon pada anak tampannya itu. Dan Ryuna pun sedikit tertawa melihat Mrs. Jeon yang mencoba menggoda anaknya itu.
"Baiklah aku masuk.." ucap Jungkook sembari berjalan menghampiri ranjang Mrs. Jeon kemudian setelah sampai, Jungkook memberikan sebungkus buah-buahan yang Ia beli tadi sebelum ke rumah sakit.
"Eomma, aku membawa buah-buahan kesukaan mu.. eomma ingin aku mengupas buah yang mana dulu? " tawar Jungkook pada eomma nya.
"Tawarkan lah itu pada dokter Kim yang ada di depanmu ini terlebih dahulu.. aishh.. bagaimana bisa kau memiliki kekasih jika kau tak pandai memberi perhatian pada perempuan, Jungkook-ah" tutur Mrs. Jeon menyubit pelan perut Jungkook. Pun jungkook memekik kesakitan. Jungkook berpikir, 'Bisa-bisanya eomma ku ini tetap cerewet meski sedang sakit.. apa dia lupa kalau dia sedang sakit?', sembari memegangi perutnya.
"Memang Tuhan belum mentakdirkan seorang wanita padaku saat ini. tapi akan kupastikan kau akan mendapatkan menantu yang sangat cantik dan baik untukmu eomma" pungkas Jungkook agak sombong.
"Terserah padamu.. " balas eomma jungkook dingin.
"Ah kalau begitu aku pamit dulu" pungkas Ryuna.
"Eh maksudku, jika kau tidak ada pekerjaan lain.. di..disinilah sebentar lagi.. temani kami makan buah-buahan ini" ralat Jungkook yang sudah tersipu malu.
Ryuna sedikit bingung. Namun ia akhirnya menerima tawaran dari Jeon Jungkook. Lagipula, semua pasien\-pasien nya sudah ia cek keadaannya, jadi apa salahnya jika ia beristirahat kali ini bersama dengan mereka.
Pun setelah Ryuna mengangguk menandakan 'iya', wajah Jungkook tampak berseri\-seri. Senyum bahagia terlukis indah di wajahnya. Bahkan Jungkook sampai tak bisa mengalihkan pandangannya dari Dokter Kim yang sedang berada di depannya dengan senyum yang sangat manis baginya. Langsung saja, Mrs. Jeon merasa bahwa sepertinya, anaknya, Jeon Jungkook sedang dalam masa jatuh cinta. Dan sepengetahuan Mrs. Jeon, anak tunggalnya itu belum pernah jatuh cinta sama sekali selama ini. Pantas saja, Jungkook tidak pandai menyembunyikan wajahnya yang memerah karena tersipu malu saat di depan orang yang ia sukai. Sedikit lega, saat Jungkook jatuh cinta pada orang yang baik dan cocok untuknya. Namun Mrs. Jeon kembali sedikit kecewa saat mengingat bahwa Ryuna telah memiliki kekasih, yang juga berprofesi sebagai Dokter di rumah sakit itu. Ryuna dan Seokjin. pasangan kekasih yang sangat serasi. Selalu menghadapi semuanya dengan bersama hingga beberapa tahun ini. Mrs. Jeon juga tidak ingin menjadi penyebab putusnya hubungan kekasih antara Ryuna dan Seokjin, jika ia meminta Ryuna menjalin asmara dengan anaknya. Benar\-benar dilema.
Saat ini, Ryuna, Jungkook, dan Mrs. Jeon sedang asyik menikmati waktu bersama mereka dengan buah\-buahan yang dibawa Jungkook tadi. Dari canda tawa dari Jungkook, hingga sang ibu membully anaknya sendiri, benar\-benar membuat hari itu benar\-benar hari yang sangat membuat senyum Ryuna terulas bebas. Ryuna merasa bahwa ia mendapatkan Keluarga yang sebenarnya. Rasanya Ryuna tak ingin hari itu berakhir dengan cepat. Jika diperbolehkan, Ryuna diam \- diam berharap kebahagiaan hari ini akan terus terjadi padanya kemudian hari. Tersenyum sepanjang hari seperti ini selain bersama Kekasihnya. Apa itu sangat sulit ia dapatkan? Hanya kehangatan yang terlempar dari setiap senyum yang dilontarkan oleh orang\-orang yang ia anggap keluarga nya.. Kenapa itu sangat sulit ia dapatkan sebagai anak dari orang tua yang ber notabene sangat sibuk pada pekerjaannya.