Your Love Changes Everything

Your Love Changes Everything
#3 " Haruskah ku beritahu? "



"Jadi bagaimana? Jika kau menyayangi Seokjin, pasti kau tidak akan ingin seokjin dalam bahaya, kan putriku? "


"Appa memang pandai membuatku merasa terpojok"


 


Terus berpikir apa yang harus ia putuskan. Ryuna tidak ingin seokjin dalam bahaya apalagi ditangan appanya sendiri namun ia juga tidak ingin berpisah dari seokjin.


 


"Baiklah.. Aku akan menerima perjodohan paksa ini" Ucap gadis manis itu.


"Anak yang pintar! Kau memilih pilihan yang tepat"


"Tapi berjanjilah padaku bahwa appa tidak akan melukai ataupun menguntit seokjin oppa. Jika itu terjadi, maka aku akan melaporkan appa ke pihak kepolisian atas kasus kekerasan"


"Appa berjanji. Saat yang tepat, kau akan tau kebaikan appa telah menjodohkanmu"


 


Semua sudah diputuskan. Ryuna memilih menerima perjodohan itu karena ia tidak mau membuat Seokjin dalam bahaya. Terlebih appanya adalah orang yang sangat berpengaruh di Asia Timur. Apa yang tidak bisa ia lakukan demi mendapatkan keinginannya? Semua bisa ia gapai.


 


"Lusa hari, datanglah kemari. Calon suamimu akan datang kesini dengan keluarganya untuk melamarmu" Ucap mr. Kim terlihat santai.


"Lusa? Tapi aku baru menerimanya. Kenapa cepat sekali? Apa appa sudah menerima perjodohan ini atas namaku sebelumnya? "


"Nee.. Appa yakin kau pasti akan menerimanya"


 


'Memang ******** orang tua seperti dia' itulah yang Ryuna ucapkan dalam batin.


 


"Aku akan datang lusa tapi aku tidak bisa janji.. Appa tau aku seorang dokter.. Jika ada urusan penting atau operasi, aku tidak bisa datang.. Dan ya.. Jam makan siang sebentar lagi habis.. Aku harus kembali ke rumah sakit.. Permisi"


 


Mr. Kim hanya bisa melihat punggung mungil putri kesayangannya itu perlahan menghilang pergi.


Sesampainya Ryuna di rumah sakit, ia kembali merasa kecewa dengan semua hal yang terjadi. Tak lama kemudian, ia bertemu dengan kekasihnya, Kim seokjin yang baru berbincang-bincang dengan teman-teman nya. Ryuna tak ingin menyembunyikan hal ini dari kekasihnya itu. Apapun tanggapan yang akan diberikan, intinya ia tak ingin membohongi dan mengecewakan seokjin.


 


"Oppa, selamat siang!! Apa oppa ada operasi nanti? " Sapa Ryuna menghampiri kekasihnya.


"Hmm sepertinya tidak. Oh ya.. Apa kau sudah berbicara dengan keluarga mrs. Jeon yang habis operasi tadi? " Tanya Seokjin lembut.


"Belum.. Tadi aku menunggunya tapi keluarga mrs. Jeon tak kunjung datang. Jika hari ini datang, aku akan berbicara dengan mereka"


"Baiklah.. Oh ya, apa yang appamu katakan? "


"Hmm.. Aku akan menjelaskannya pada oppa tapi nanti malam saja setelah pulang, kita mampir ke Cafe tempat biasa kita"


"Arraseo.. Sepertinya sangat penting ya sampai-sampai harus ada waktu khusus untuk memberitahukannya padaku" Tersenyum.


 


Setelah berjalan bersama, Seokjin mendapat telepon bahwa ada kecelakaan dan banyak korban yang harus ditanganinya. Setelah berpamitan dengan kekasihnya, Seokjin segera pergi ke ruang gawat darurat. Ryuna pun segera pergi keruangan salah satu pasiennya, Mrs. Jeon yang ia tangani beberapa jam lalu.


Berjalan menelusuri tiap lorong jalan menuju ruangan mrs. Jeon. Akhirnya Ryuna tiba di depan pintu ruang mrs. Jeon. Membuka pintu sambil mengucap 'annyeonghaseyo yeorobun' , matanya langsung menangkap seorang ibu paruh baya yang terbaring lemah di ranjang empuknya dengan di jaga oleh sesosok pria bertubuh kekar namun berwajah imut seperti bayi kelinci disamping ranjangnya. Saat Ryuna tengah menampakkan diri dari balik pintu, mereka langsung menatap kearah Ryuna, membuat Ryuna seketika menjadi sedikit awkward karena itu.


 


"Nee.. Hmm bagaimana keadaanmu mrs. Jeon? " Tanya Ryuna saat tepat di samping pria itu.


"Hmm seperti dokter lihat.. Saya masih lemas mungkin karna operasi tadi"


"Nee.. Untuk itu perbanyak istirahat, sering minum, dan jangan banyak pikiran dulu, agar mempercepat proses pemulihan anda mrs. Jeon" Ucap ryuna tersenyum.


"Baiklah dokter kim.. Aku juga mulai bosan disini.. Hehehe" Seringai kecil mrs. Jeon.


"Hehehe kau benar mrs. Jeon.. Terbaring sakit memang tak menyenangkan.. Hanya bisa tidur saja" Balas ryuna tertawa kecil.


 


Tanpa disadari, ternyata pria tadi terus menatap Pada ryuna. Sembari tersenyum ketika ryuna tertawa. Hingga akhirnya pria itu menjadi awkward ketika kedapatan oleh mata ryuna. Wajahnya menjadi merah padam seakan habis menyatakan cinta pada sang dambaan hati. Melihat itu, Ryuna merasa lucu. Ia tidak habis -habisnya tertawa melihat wajah merah pria itu. Mrs. Jeon pun melihat tingkah mereka kemudian berbicara.


 


"Dokter kim, perkenalkan ini anak saya Jeon jungkook! " Memperkenalkan pria tadi.


"Wahh anak anda? Wah dia sama seperti anda mrs. Jeon! Anda cantik dan anak anda manis dan imut! " Puji Ryuna menatap mrs. Jeon dan jungkook bergantian.


"Hehe kamsahamnida dokter!! anda juga sangat cantik dan.. manis.. hehe" salah tingkah.


"Ahh.. hahaha gomawo.. ahjumma lihatlah wajah anakmu.. memerah tersipu malu.. "


"nee.. yaa jungkook-ah tahanlah wajahmu agar tidak memerah terus"


"nee eomma.. oh ya dokter, bagaimana dengan perkembangan eomma saya? "


"Hmm bisakah kita membicarakan tentang itu di luar ruangan? " bisik ryuna di telinga jungkook.


 


Setelah itu, ryuna dan jungkook segera keluar ruangan setelah berpamitan dengan Mrs jeon.


 


"Jungkook-sii~, keadaan Mrs jeon masih belum begitu stabil. Sedikit saja masalah yang ia pikirkan dapat membuat kontraksi pada saraf di otaknya dan dapat memicu bekas operasinya sobek lagi. Jadi saya sarankan agar tidak membebani Mrs jeon dengan hal yang berat, jika bisa jangan katakan hal apa saja yang mungkin dapat membuat Mrs jeon memikirkan itu terus. " jelas Ryuna dengan kedua tangannya di masukkan ke kantong jas putihnya menambah pesonanya sebagai dokter terbaik.


"Begitukah?hah~ baiklah dokter aku akan mengikuti saran dari dokter" ucapnya sedikit sedih.


"hmm apakah ada lagi dokter? sepertinya jam istirahat ku akan habis. aku harus segera kembali bekerja" lanjutnya.


"tidak ada. hanya sering-seringlah menjenguk Mrs jeon karna Mrs jeon akan dirawat selama 10 hari dulu untuk mengecek perkembangannya" terseyum manis.


 


Setelah berbicara, jungkook segera berpamitan untuk kembali bekerja pada ibunya kemudian berangkat meninggalkan rumah sakit. Sementara Ryuna kembali termenung.


Hingga tiba jam pulang kerja, Seokjin dan Ryuna pergi ke cafe biasa mereka bersama menggunakan mobil masing -masing. Setelah tiba di cafe dan mencari tempat yang nyaman, Seokjin pun terus penasaran. sebab perasaannya terus merasa cemas alih -alih ryuna akan meninggalkannya semenjak ryuna kembali dari kantor appanya.


 


"Chagi~ jadi bagaimana apa yang dikatakan oleh mr. kim tadi? " tanya seokjin memulai pembicaraan.


"oh ya Tuhan, haruskah aku memberitahu dia semua ini? tapi aku tak sanggup bila ia memutuskan hubungan ini dan membenciku! ottoke(bagaimana) aku ini? " batin ryuna mencoba tenang.


****


hy guys I'm jeon Min Jee


ini adalah karyaku sendiri, aku menulisnya untuk menghibur kalian. aku menggunakan visual dari member bts. ya itu karna aku seorang army💜.