YOUNG WIFE

YOUNG WIFE
Prolog



Jungkook menumpu kedua telapak tangannya pada pagar pembatas balkon.  Irisnya awas menatap pemandangan indah di bawah sana. Daun maple mulai berguguran memenuhi halaman rumah utama. Tempat di mana sang istri tua tinggal sementara di sisi rumah utama terdapat sebuah bangunan yang cukup megah—bangunan yang sudah ditempati oleh Jungkook dan istri mudanya sejak dua minggu lalu.


Lelaki tiga puluh lima tahun itu menoleh ketika mendengar lenguhan kecil dari sang istri muda. Berderap mendekati ranjang Jungkook menyugar surainya frustrasi bingung melanda.


"Harusnya aku menolak saat Seolhee memintaku untuk menikah denganmu," kata Jungkook sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjang. "Maaf aku tak bisa membagi hatiku," imbuhnya lagi yang masih tertangkap jelas di rungu So Hyun.


Perlahan So Hyun menyingkap kelopak matanya. Satu pemandangan indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Dia—pengusaha kaya nan tampan tengah menatapnya penuh sesal.


"Tetaplah seperti itu, Tuan. Jangan pernah membagi hatimu. Sebab hatiku sudah ada yang memiliki. Aku hanya melakukan tugasku setelah aku melahirkan anakmu. Aku akan pergi dari kehidupan kalian," ujar So Hyun. Mulai beranjak mendudukkan dirinya dengan selimut yang menutupi dada sintalnya. Membiarkan belahan itu sedikit menyembul dari balik selimut.


"Kau mendengarnya?"


Wanita muda itu meraih telapak tangan Jungkook mengusapnya dengan lembut. Sukses membuat Jungkook stagnan, tapi detik berikutnya ia kembali merubah air wajahnya. Tampak begitu tenang.


"Aku akan memberikan anak untuk kalian. Tapi dengan satu syarat."


Alis tegas Jungkook saling bertaut.  Nampaknya ia membutuhkan penjelasan lebih.


"Apa syaratnya?"


"Aku suka kebebasan," ujarnya dengan wajah memelas. "Tolong biarkan aku bebas. Jangan mengurungku seperti tahanan."