You Are

You Are
Chapter 07



Clara menyusuri koridor menuju kelasnya.


Saat Clara masuk, tak sengaja ia mendengar salah satu temannya berbicara.


"Sin, lo tau nggak, katanya ada siswi baru yang bakalan masuk ke kelas kita."


"Oh ya? Tau dari mana lo klk bakalan ada siswi baru di kelas kita?" tanya siswi yang bernama Sintia ke arah temannya.


"Lo lupa, aunty gua kan ada di bagian tata usaha dan kesiswaan ya jelaslah gua tau." sahut Diana yang memberi info ke Sintia.


Clara yang mendengar ucapan itu tak perduli dan terus melanjutkan langkahnya ke loker untuk menaruh buku tebal yang ia bawa sedari tadi.


Saat Clara membuka lokernya, kertas berbentuk seperti undangan yang kemarin juga ia lihat pun jatuh dari dalam.


Clara menghela nafasnya dan menaruh buku tebal tersebut kemudian berjongkok mengambil kertas yang tergeletak di samping sepatunya.


Clara membuka lipatan pada kertas tersebut dan membacanya:


^^^Taman belakang^^^


^^^10.30^^^


^^^Tertanda:^^^


^^^XXX^^^


Clara meremas kertas tersebut setelah membacanya dan melemparnya ke arah tempat sampah di pojok kiri kelas.


"Kekanakan" gumamnya.


Clara menutup lokernya setelah mengambil tempat pensil yang tadi sempat ditaruhnya.


Clara memilih duduk ketempat duduknya di pojok kanan kelas.


"Emang siapa sih nama siswi baru itu?" tanya Sintia melanjutkan percakapannya dengan Diana.


"Klk gua nggak salah inget sih namanya Cattleya Cattleya sapa gitu. Nggak penting juga kok."


Clara yang mendengar nama Cattleya, sejenak tangannya yang tengah membuat coretan di buku sketsanya terhenti.


"Jadi, Cattleya emang bener bakalan sekolah di sini? Dan kita bakalan jadi temen sekelas?" batin Clara.


Clara melanjutkan kegiatannya tanpa memikirkan perkataan dua sisiwi tadi.


***


"Yak anak-anak sebelum kita memulai pelajaran, saya akan memperkenalkan kepada kalian anggota baru kelas ini. Silahkan masuk." kata guru yang ada di depan kelas.


Seorang siswi masuk ke dalam kelas setelah mendengar perintah guru tersebut.


"Silahkan perkenalkan dirimu." kata guru tersebut kepada siswi itu.


"Perkenalkan, nama saya Cattleya Darmono Putra." kata Cattleya dengan senyum mengembang di wajahnya.


Clara yang menundukkan wajahnya dengan membaca buku sedikit tersentak mendengar nama panjang Cattleya.


Sedikit emosi melintas di matanya. Beruntung sisi wajahnya tertutupi dengan rambut panjangnya. "Kenapa di belakang nama Cattleya ada nama Ayah, tapi aku? Kenapa aku nggak nyandang nama Ayah di belakang nama aku?" batinnya.


Kang Il Joon di samping Clara yang melihat tubuh Clara sedikit menegang mengernyitkan alisnya.


"Aneh... Kenapa ni cewek tiba-tiba tegang?" batin Kang Il Joon.


Saat baru masuk sampai setelah dia mengenalkan namanya, mata Cattleya tak berpaling dari sosok tampan di samping Clara.


Dia hanya melirik Clara sekilas dari ekor matanya. "Tu anak haram kenapa bisa duduk di samping cogan sih? Nggak malu kali ya sama status dan mukanya yang... Arggh bodo lah muka triplek." batin Cattleya sinis dan sedikit frustasi.


Dia mengakui memang wajah Clara cantik, bahkan lebih cantik darinya. Justru wajah itu yang menyebabkannya sangat iri.


"Oh my... Gua bisa duduk di samping cogan." batin Cattleya senang.


***


Clara menyelipkan rambutnya ke cuping telinga di bagian kanan karena merasa sedikit terganggu membaca buku.


Kang Il Joon yang tak sengaja melirik Clara dari ekor matanya. Dia bisa dengan jelas melihat di wajah cantik yang biasanya datar itu kerutan samar di antara alisnya.


"Ternyata di muka datar itu bisa juga ada kerutannya?" batinnya dengan memiringkan sedikit kepalanya.


Clara yang tengah fokus membaca dan tidak memperhatikan sekitarnya tiba-tiba merasakan pusing dan pandangannya mulai berkunang-kunang.


Clara menutup matanya dan mengedip-ngedipkan kelopak matanya untuk mengembalikan fokus matanya.


Clara mengangkat tangannya yang berada di atas meja untuk menopang dahinya yang berdenyut dan menutup matanya erat.


Kang Il Joon yang masih memandang Clara, melihat gelagat aneh gadis tersebut.


Tiba-tiba, Clara merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya.


Clara yang merasakan kepalanya semakin sakit tidak menghiraukan rasa basah diatas bibirnya.


"Darah... Lo mimisan."


Clara membuka matanya mendengar bisikan di sampingnya dan benar, dia lihat di sana, di bukunya, dua tetes darah menutupi beberapa kata di lembaran tersebut.


Sontak pemandangan darah tersebut menyebabkan bernafas dengan cepat dan terputus-putus dengan keringat bercucuran di dahinya.


Kenangan buruk itu, kenangan yang tidak bisa ia lupakan berputar kembali di kepalanya.


Kang Il Joon yang melihat gelagat aneh Clara mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan menaruhnya tepat di bawah hidung Clara dan dengan tangannya yang lain di bawah dagu Clara, mendongakkan kepalanya.


Dengan nafasnya yang masih memburu, Clara terpaksa menatap langit-langit kelasnya.


Di sana, di langit-langit yang berwarna putih, kenangan mengerikan itu diputar berulang-ulang.


Clara menutup matanya erat mencoba mengenyahkan bayangan mengerikan itu dari penglihatannya.


"Hey, Clara." panggil Kang Il Joon pelan agar tidak mengganggu guru yang tengah menjelaskan di depan.


Tapi semua fokus kelas telah tertuju padanya karena suara krasak-krusuk yang berasal dari tempatnya.


"Kang Il Joon, tolong antar Clara ke UKS." titah guru yang dikenal dengan nama Nayna itu kepada Kang Il Joon.


Kang Il Joon mengangguk dan berusaha menarik Clara agar bangun dari duduknya.


Tarikan yang dirasakan Clara menyentaknya dari bayangan menyeramkan tersebut.


Clara mengambil alih pengangan Kang Il Joon pada saputangan yang masih menempel di bawah hidung nya dan menyapukannya untuk mengelap darah yang menempel.


Clara melipat sapu tangan itu tanpa melihatnya dan menggunakan sisi lainnya untuk mengelap lagi sisa darah yang dirasa masih ada di atas bibirnya.


"Clara, kamu bisa pergi ke UKS untuk istirahat." ucap Bu Nayna pada Clara.


Clara mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


Saat ia bangkit tak lupa ia menghadap ke arah Kang Il Joon yang masih menatapnya dan mengatakan terima kasih tanpa suara dan berlalu menuju toilet.


Walaupun ia diperintahlan menuju UKS, tapi Clara lebih memilih toilet untuk menenangkan dirinya.


TBC


Jangan lupa vote dan comment


Maaf jika ada Typo☺