You Are

You Are
Chapter 01



A.K Internasional High School  adalah salah satu sekolah dengan reputasi sangat baik. Menjadi sarang bagi kaum Red carpet dan anak dari orang-orang berpengaruh di Jakarta. Dengan lulusan terbaik yang bisa masuk ke universitas ternama di seluruh dunia.


Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut tergerai sebatas pinggang yang menutupi permukaan tas ransel yang dikenaknnya.


Gadis tersebut adalah Clara Alisyana Alixie, seorang gadis sederhana, keluarga dengan pendapatan yang berkecukupan tentunya tidak akan bisa masuk ke sekolah tersebut, namun karna kecerdasan dan IQ di atas rata-rata sehingga dia bisa bersekolah di sekolah impian melalui jalur beasiswa. Bahkan dengan nilai sempurna baik nilai akademik maupun non akademik.


Ya,,,, Clara memang sangat cerdas, tidak hanya dibidang akademik tapi juga nonakademik, namun ia memiliki kelemahan yang berusaha ia tutupi dengan sekuat tenaga, yaitu takut akan darah atau penyebab seseorang terluka. Walaupun ia menguasai ilmu bela diri ketika sudah berhubungan dengan darah maka ia akan lemas, sesak nafas, bahkan yang paling parah ia bisa pingsan di tempat.


A.K Internasional High School  juga terkenal karna siswa-siswi yang bersekolah di sana memiliki paras yang bisa dikatakan diatas rata-rata. Namun, yang sangat terkenal adalah tiga laki-laki tampan dari marga keluarga Aurixie dan Kang, mereka adalah calon pemilik A.K Internasional High School.


Baru saja Clara melewati pagar dan menginjakkan kaki di lapangan yang sangat luas, ia sudah melihat pemandangan yang tidak mengenakkan. Di sana di ujung lapangan di bawah pohon rindang terlihat beberapa siswa yang sepertinya kelas XI sedang menggoda beberapa siswi yang melewati mereka. Namun, yang jadi sorotan Clara bukan hanya karna kejadian tersebut namun, ia juga harus melewati gerombolan tersebut untuk sampai di kelasnya.


Sebelum berjalan melewati gerombolan tersebut Clara menghela nafas lelah, berharap dia bisa berjalan dengan tengan tanpa mendengar hiruk pikuk sekelompok laki-laki tersebut yang tengah menggoda siswi yang akan masuk kelas.


Saat Clara akan melintas dengan kepala yang tertunduk karna tidak ingin melihat penampakan di depannyapun langkahnya terhenti karna dihalang oleh seseorang. Dengan enggan Clara pun mengangkat kepalanya dari sepasang sepatu yang berada di depannya ke wajah sang empu sepatu.


Ya dia adalah Daverin Austin Aurixie salah satu calon penerus A.K Internasional High School, dengan wajah tampan di atas standar yang dijuluki badboy karna sering membully siswa maupun siswi yang dianggapnya mengganggu pandangan matanya, dan yang membuat masalah kepadanya.


"Permisi, apakah anda bisa minggir dan tidak menghalangi jalan saya?" tanya Clara dengan nada dan wajah datar tanpa ekspresi.


"Waahhh sinting nih cewek berani banget ngomong ke Dave dengan tampang datar kek papan triplek" kata salah satu orang yang dikenal Bams kepada orang di sebelahnya "Untung cakep" sambungnya dengan suara yang cukup keras.


"Oh lo mau lewat?" tanya Dave dengan alis terangkat sebelah.


"Ya ofcourse karna saya harus segera ke kelas untuk mengikuti pelajaran" dengan wajah yang masih datar.


"Tapi sayangnya gue nggak bakaln ngasih lo lewat dengan seenak jidat"


"Wiiiihh seru nih kayanya" kata Bams mulai tertarik seraya berbisik kepada Bima laki-laki di sebelahnya yang juga mulai penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Clara Alisyana Alixie"  gumam Dave yang membaca nametag Clara.


Clara memutar bola matanya jengah dengan sikap Dave.


"Jadi, bisakah anda menyingkir sekarang juga dari hadapan saya?" kata Clara tak sabar.


Clara menghela nafas lelah 'lagi'. Dalam waktu singkat ia sudah dua kali menghela nafas. "Terserah anda mau menyingkir atau tidak, saya bisa memutar." katanya akhirnya tidak ingin berlama-lama berurusan dengan laki-laki yang tak ia kenal yang menghalangi jalannya.


Baru saja ia akan berbalik, lengannya dicekal oleh Dave. "Lo fikir lo bisa pergi gitu aja hah?"


Tidak ingin berurusan lagi dengan Dave, iapun menghempaskan lengannya agar terlepas dari cekalan tangan Dave. Dan lengan Clarapun terlepas dari cekalan tangan Dave hanya dengan satu kali hentakan.


"Tolong jangan halangi jalan saya karna saya sedang tidak ingin mencari masalah" setelah mengatakan itu Clara pun berlalu dari hadapan Dave yang terpaku karna Clara dengan mudah bisa melepas cekalan tangannya.


Clarapun telah sampai di depan pintu kelas yang bertulisakan XA pada papan yang tergantung di atas pintu. Clarapun melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan tersebut.


Kring... Kring... Kring...


Bel masuk pun berbunyi, menandakan sebentar lagi pelajaran pertama akan dimulai. Para siswa dan siswi yang lainpun mulai memasuki kelas yang juga dimasuki Clara.


Saat orang lain sibuk memilih tempat duduk dan teman duduk, Clara memilih tempat duduk paling pojok, tentunya tanpa berniat untuk berinteraksi dengan siswa lainnya karna ia lebih memilih duduk sendiri.


Seorang laki-laki tampan dengan wajah datarnya memasuki kelas dan berjalan kearah meja paling belakang tempat di Clara telah memposisikan dirinya, bagaikan sebuh keajaiban, suasana kelas yang tadinya ribut seketika menjadi sepi dan mencekam dan menghentikan seluruh aktivitas yang sedang dilakukan, seperti teebius akan pesona sang laki-laki tampan tersebut. Seluruh perhatian kini terarah kepada sang laki-laki tampan.


Bukan karna hanya ketampanannya yang menyebabkan menjadikannya pusat perhatian, tapi sapa yang tidak mengenalnya, ya,,, dia adalah Kang Il Joon anak dari marga keluarga Kang salah satu pendiri A.K Internasinal High School. Salah satu tuan muda dengan predikat badboy karna terkenal dingin dan tak tersentuh dia akan membully orang yang telah mengusik ketenangannya dengan sangat parah sampai orang tersebut jera dan tidak berani lagi mengusiknya.


Karna sudah tidak ada tempat kosong lagi, Kang Il Joon duduk di sebelah Clara, karna hanya itu satu-satunya tempat yang belum terisi.


Clara hanya menatap datar ke arah samping saat seorang laki-laki duduk di sampingnya dan langsung menelungkupkan kepalanya ke atas meja. Clara hanya menghela nafas melihat tingkah orang yang bahkan tidak ia kenal tersebut.


Tak lama setelah itu seorang guru masuk ke dalam kelas tersebut dan menyampaikan peraturan sekolah serta membagikan jadwal pelajaran. Setelah itu guru tersebut keluar dan meninggalkan kelas tersebut.


TBC


Sorry for typo


Semoga kalian tetap suka dengan cerita ini:)