You Are

You Are
Chapter 03



A. K Internasional High School


Pagi itu, Clara mengenakan seragam olahraga karna jadwalnya adalah olahraga. Tidak hanya kelasnya, tapi juga beberapa kelas lainnya berada di lapangan yang luas.


A. K Internasional High School sangat luas dan juga sangat mewah tentunya.


Saat ini, Clara sedang berdiri dipinggir lapangan sambil menunggu waktu pelajaran dimulai. Lapangan luas yang dapat menampung seluruh siswa-siswi A. K Internasional High School itu dilengkapi dengan taman bunga yang asri dipinggirnya dan wastafel yang berjajar dengan indah.


Kring... Kring... Kring...


Bunyi bel terdengar menggema sampai ke pelosok A. K Internasional High School yang menandakan waktu pelajaran akan segera dimulai.


Clara segera meninggalkan tepian lapangan menuju ke tempat siswa siswi teman sekelasnya yang lain.


Rambut indahnya yang biasa tergerai kini telah diikat satu ke atas, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Menambahkan kesan sexi yang membuat seluruh mata siswa laki-laki tertuju padanya. Dengan wajah datarnya tanpa mengidahkan seluruh perhatian yang tertuju padanya, dia berjalan semakin ketengah karna pelajaran olahraga akan segera dimulai.


Setelah beberapa jam pelajaran olahraga pun selesai. Clara yang lelah karna beraktivitas dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya mengambil handuk yang berada di dalam tasnya dan mengeringkan keringat yang membasahi wajahnya. Karna tidak nyaman dengan sisa keringat yang mulai terasa lengket, Clara mendekati salah satu wastafel yang terdapat dipinggir lapangan untuk membasuh wajahnya dengan air dingin agar lebih segar.


Setelah memutar cran di wastafel, air langsung mengalir. Clara menengadahkan tangan di bawah air yang mengalir, menampung air yang mengalir dengan tangan mungilnya lalu menyapukan air kewajahnya. "Pemandangan yang sangat indah" begitulah fikiran para siswa laki-laki yang melihat aksinya. Namun, Clara tidak memedulikan tatapan lapar siswa laki-laki yang memperhatikannya.


Setelah mengganti seragam olahraga dengan kemeja putih dan rok rampel sabatas lutut dengan rambut yang tergerai, Clara melangkahkan kakinya kearah kantin sekolah.


"Waahh sapa tu yang duduk di tempat kak Dave dkk? Kayaknya itu orang nggak tau atau cari mati?" bisik seorang siswi kepada teman di sampingnya. Clara yang tidak sengaja mendengar bisik-bisik kedua siswi tersebut hanya berlalu tanpa memedulikannya.


Saat Clara akan membeli roti dan air putih, tiba-tiba saja keadaan di sekitarnya berubah hening seolah tidak ada orang yang mengisi kantin tersebut. Namun Clara tetaplah Clara, ia hanya melanjutkan langkah kakinya menuju salah satu pedagang untuk membeli apa yang dia mau sampai tiba-tiba suara seseorang menggelegar.


"Woi ngapain lo duduk di tempat gue?"


"Maa.. Maaff kak ssaya ngak tttaaauuu klk ini tem tempat kakak" kata seorang siswi berkacamata dengan terbata-bata.


DaveĀ  memang sangat tidak suka jika seseorang mengambil apa yang telah ia klaim sebagai miliknya diambil oleh orang. Ya... dia adalah Daverin Austin Aurixie dkk.


"Oooh lo nggak tau? Nggak tau apa nggak mau tau hah??" katanya dengan suara yang menggelegar.


"Sssa ssa ya beneran nggak tttau kkkakk" ucap siswi berkacamata tersebut dengan terbata-bata karna takut


Tidak puas hanya dengan mencela dan mencaci-maki, Dave mengambil kari yang berada di atas meja dan berencana menumpahkan kari tersebut di kepala siswa berkacamata itu. Clara yang mengetahui tujuan Dave, segera melangkah untuk menghentikan aksi tersebut. Namun naas, saat Clara telah berada di hadapan siswi berkaca mata tersebut untuk menghentikan aksi Dave, justru Clara yang kena guyur oleh Dave.


Sambil menutup mata, Clara meniup kesal rambutnya yang lepek dan akan menutupi wajah cantiknya karna tumpahan kari sambil membuka matanya setelah berhasil meniup rambut lepeknya.


Sontak aksi Clara yang mencoba untuk menghentikan Dave membully siswi berkacamata tadi membuat semua orang yang berada di kantin berbisik.


"Lo..." kata Dave terputus karna Clara telah beranjak dari tempat dan geram karna Clara juga telah menghentikan aksinya.


"Clara Alisyana Alixie, menarik" kata seorang yang lebih terdengar seperti bisikan dari kejauhan.


Saat membersihkan diri dalam salah satu bilik toilet, tiba-tiba ada yang mengetok bilik toilet yang sedang digunakan oleh Clara.


Tok... Tok... Tok...


"Sapa?" tanya Clara dari dalam bilik toilet.


"Ini aku, yang tadi kamu tolingin."


Clara membuka pintunya. Seorang sisiwi dengan kacamata yang tadi dibantu oleh Clara berdiri sambil memegang seragam baru. Ia kemudian menyodorkan seragam tersebut kepada Clara.


"Kamu pakek itu aja, soalnya seragam kamu ketumpahan kari" katanya setelah Clara mengambil seragam yang disodorkan gadis tersebut.


"Makasih atas yang tadi, aku nggak tau klk nggak ada kamu, pasti saat ini aku lagi nangis di dalam bilik toilet"


"Hhaahh.. Sans aja lagi" kata Clara dengan wajah datarnya.


"O ya nama aku Claudia" kata gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Clara" katanya sambil membalas uluran tangan Claudia.


Setelah selesai membersihkan diri, Clara melewati lorong yang sudah mulai sepi menuju ke kelas karna jam istirahat akan segera berakhir. Saat sudah dekat dengan kelas, tiba-tiba ada tangan yang mencekal lengannya.


Clara sedikit terperanjat karna terkejut. Namun sedetik kemudian wajahnya kembali datar. Clara berusaha melepaskan cekalan tangannya dari siswa tersebut. Namun semakin ia berusaha melepaskan semakin erang genggaman orang tersebut pada lengannya.clara digeret menjauhi kelasnya menuju halaman belakang. Saat tiba di halaman belakang baru tangannya dilepaskan oleh siswa tidak dikenal tersebut.


"Clara Alisyana Alixie" kata laki-laki tersebut sambil memutar tubuhnya, memperlihatkan wajah pada Clara.


TBC


Kira-kira siapa nih pria misterius yang bawa Clara ke lapangan belakang sekolah?


Sorry for typo


Jangan lupa vote dan comment