You Are

You Are
Chapter 02



Clara menelungkupkan wajahnya di atas meja, berusaha untuk tidur, bel istirahat telah berbunyi satu menit yang lalu. Saat para siswa-siswi yang lain pergi ke kantin untuk makan, Clara memilih untuk tidur. Karna saat ini Clara sedang tidak memiliki uang untuk membeli makanan.


Kang Il Joon memasuki kelas dengan membawa roti dan air mineral ditangannya, saat duduk di kursinya, dia melihat Clara yang sedang tertidur. Rambutnya yang tergerai menutupi sebagian wajahnya. Kang Il Joon mengulurkan tangannya untuk menyelipkan rambut yang menutupi wajah Clara. Namun urung ia lakukin saat Clara terlihat terusik dalam tidurnya, bergerak gelisah dan mengeluarkan keringat dingin di dahinya.


Kang Il Joon melihat tangan Clara yang ada di atas meja terkepal kuat, ia tahu pasti saat ini gadis cantik itu tengah mimpi buruk. Saat ia melihat lagi kearah wajah gadis tersebut, ia melihat air mata menetes membasahi wajah cantiknya, dan semakin banyak berkeringat. Lagi, Kang Il Joon mengulurkan tangannya ke wajah Clara untuk menghapus air matanya, saat tiba-tiba gadis tersebut bangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu dengan wajah yang pucat.


Kang Il Joon langsung memalingkan wajahnya. Tidak ingin membuat kontak mata dengan Clara, karna ia yakin pasti saat ini pipinya memerah malu karna hampir saja ketahuan memperhatikan orang yang tengah tertidur.


Clara tidak menghiraukan kehadiran Kang Il Joon, ia segera menghapus air matanya yang mulai terasa lengket. Ya,,, mimpi buruk itu datang lagi menghampiri Clara. Kejadian di mana saat ia kehilangan orang yang ia sayangi tepat di depan matanya.


~ Flasback on ~


...Saat itu, Clara baru saja pulang dari cafe tempatnya bekerja. Saat akan memasuki rumahnya, ia mendengar suara ayahnya yang berteriak, ia yakin saat ini ayahnya tengah berteriak ke ibunya....


...Clara bergegas masuk kerumah saat mendengar sesuatu terjatuh dan menimbulkan suara yang cukup keras. Clara menduga-duga benda apakah yang jatuh sampai menimbulkan suara yang keras seperti itu....


...Betapa terkejutnya Clara saat ia melihat sang ibu yang tergeletak di lantai yang dingin dekat sofa di ruang keluarga tersebut. Dan sang ayah, hanya diam mematung dengan tangan berkacak pinggang dan wajah yang memerah karna emosi. Di samping sang ayah berdiri seorang wanita yang dikenal oleh Clara sebagai sahabat sang ibu karna ia pernah dikenalkan oleh ibunya. Clara berlari ke arah ibunya tanpa menghiraukan kehadiran wanita tersebut. Dengan air mata yang mengalir dan membasahi pipi mulusnya, ia mengangkat kepala sang ibu dan menidurkannya di atas pahanya yang di tutupi rok sebatas lututnya....


..."Clara, ibu sangat menyayangimu nak, apa pun ya ng ter jadi ja ngan per nah marah atau mem benci a yah mu, kar na (terdengar helaan nafas) dia adalah pah lawan yang memi liki jasa be sar da lam hid upmu, dan dia ada lah cinta per tama bagi anak per empuannya. Seburuk, apapun keadaannya nanti, jangan pernah menangis dan jangan pernah lari" kata sang ibu dengan terbata-bata dan hampir seperti bisikan....


...Sang ibupun tersenyum dan mengulurkan tangannya menghapus air mata sang anak, belum sempat menghapus air mata Clara tangan sang ibu jatuh dan terkulai lemas....


~ flashback off ~


Clara masih terengah-engah setelah bangun dari tidurnya, memori itu kembali berputar di kepalanya, seakan kaset rusak, memori menyakitkan itu selalu terulang. Wajah Clara semakin pucat saat ucapan sang ayah beberapa waktu lalu terngiang di kupingnya, sampai ia merasa kepalanya mulai berkunang-kunang dan kegelapan menariknya.


Kang Il Joon dengan sigap menangkap tubuh Clara yang limbung dan hampir terjatuh dari duduknya. Dia langsung mengangkat tubuh Clara yang terkulai lemas ala bridal stile menuju UKS.


Untungnya, pada saat ini masi jam istirahat sehingga lorong yang dilewatinya masih lenggang dan tidak banyak siswa-siswi yang berlalu lalang, sehingga mempermudah Kang Il Joon membawa Clara menuju UKS.


"Haisss wanita ini sangat menyusahkan" katanya menggerutu.


Seorang perawat wanita yang memang ditugaskan di UKS itu langsung menghampiri Clara dan mengecek keadaannya. Ia mengatakan keadaan Clara kepada Kang Il Joon.


Kring... Kring... Kring...


Bel pun berbunyi yang menandakan jika waktu istirahat telah usai.


"Kamu sebaiknya kembali ke kelas, biarkan siswi ini beristirahat untuk sementara waktu" kata perawat tersebut dengan sopan.


"Baik, kalau begitu saya permisi" kata Kang Il Joon sambil menundukkan kepalanya dan meninggalkan UKS.


Clara pun membuka matanya dengan perlahan, lalu ia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan penglihatannya yang masih rabun. Clara terduduk, kepalanya kembali berdenyut karna dia terduduk dengan cepat. Diapun memegangi kepalanya. Dia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya yang menunjukkan jam pelajaran saat ini tengah berlangsung. Clara segera turun dari brankar tempatnya tidur, baru saja kakinya menapak di lantai, kepalanya berdenyut dan kehilangan keseimbangannya. Clara terhuyung dan hampir saja terjatuh, saat tiba-tiba tangan kekar seseorang menyangga bahunya.


"Klk masih pusing ngapain dipaksain sih? Untung aja gue tangkep" suara dingin seorang pria terdengar samar-samar di telinga Clara.


Saat telah berdiri dengan tegap, Clara membungkukkan kepalanya tanda trimakasih kepada orang dihadapannya, lalu segera berjalan melewati pria tersebut keluar dari UKS menuju kelas tanpa melihat wajah pria tersebut.


"Clara Alisyana Alixie" gumamnya, setelah sekilas melihat nametag Clara


TBC


Sorry for typo


Jangan lupa vote dan comment