
Hmmm... kalian mau tidak ku sembunyikan di tasku. Serigala kamu duduk di leherku aku tidak masalah. lalu Ular kamu mengelilit tanganku saja aku tidak keberatan tapi kamu jangan mengelilit terlalu kuat, jika ada bahaya kamu keraskan saja lilitannya. kalau Anjing dan Rubah kalian masuk saja ditasku, tetapi Anjing dan Rubah tidak setuju.
hmm.. bagaimana yah. lalu aku berkata hah!! kalau gini saja Rubah kamu ikut aku berjalan saja kalau kamu capek kamu ku gendong, sedangkan anjing ku gendong saja. bagaimana, Akhirnya mereka setuju.
Akhirnya kami berangkat bersama. di pertengahan jalan aku melihat Rubah dia kelihatan lelah akhirnya ku gendong, meskipun dia memberontak, aku bilang ke rubah tersebut "kamu sedang terluka jadi jangan memberontak." akhirnya dia pun tidak memberontak lagi.
setelah habis dari perjalanan aku melihat tanaman yang ku cari. Aku berkata " tempatnya hampir sampai" lalu tiba-tiba ular mengencangkan lilitannya. lalu aku bilang "ada bahaya kah??"
ular itu menggelengkan kepala. lalu aku tanya apa kamu lapar. ular itu mengganggu, lalu aku kasih mereka makan tetapi mereka menolak. lalu aku bilang apa makanan mereka. tiba-tiba serigalak menggigit leherku, aku pun terkejut. lalu aku marah " Apa yang kalian lakukan."
tiba-tiba yang lain menggigit tanganku, lalu aku bilang jadi kalian hewan vampir, sambil menahan sakit. lalu mereka selesai menghisap darahku. lalu aku pingsan, tiba-tiba ada yang memampahku dan aku membuka mataku sedikit ternyata ada 4 seorang pria tampan. lalu aku pingsan.
setelah aku bangun aku bingung, tetapi aku masih mengantuk, lalu aku bangun ternyata sudah petang. aku pun bangun lalu aku langsung bingung di mana aku berada. aku kok di kamar setelah itu aku keluar dari kamarku. lalu aku berkata " rumahnya besar sekali dan ditambah kok sepi ya rumahnya dan bukannya ada pembantu."
seketika aku masuk ke ruangan tersebut. setelah pelayan itu melaporkan kalau ada undangan. seorang pria berambut putih berkata " Baiklah taruh saja di meja kantor ku." setelah ditaruh di meja. pria berambut putih bilang melewati telepati kepada pelayan tersebut " tutup pintunya dan jaga ruangan ini." pelayan itu menjawab "Baik tuan." lalu dia keluar dari ruangan tersebut. aku pun juga keluar tiba-tiba aku diperintahkan " siapa yang mengizinkan mu keluar. hmmm...."
aku pun kaget dan menghadapnya. Aku menjawab "itu bukannya aku juga keluar setelah apa yang tadi keluar."lalu pria itu menjawab angkatlah kepalamu kenapa kamu. itu aku takut tiba-tiba ada suara asing lagi, "kenapa kenapa kamu takut tenang saja."
lalu aku menaikkan kepalaku dan ternyata telah disana ada seorang lelaki yang berambut biru laut. lalu pria itu berbicara " kamu tentang saja, sini kamu duduk dulu kamu pasti bingung kenapa kamu di sini." aku pun mengangguk. setelah aku dipersilakan duduk, aku pun menunjuk ke sofa lalu aku melihat di sana atas orang lelaki yang berambut pirang yang sedang tertidur. lalu lelaki itu ditegur dengan seorang lelaki berwarna biru laut tersebut, lalu ia berkata "Chi kenapa aku tidur lagi di sofa, kalau ingin tidur di kamarmu sendiri."
rambut pirang tersebut bilang "iya iya suaramu seperti terompet saja Mei." lalu dia bangun dan melihatku lalu ia bilang "Apakah dia gadis itu" lalu rambut putih bilang" iya itu dia" sambil ekspresi bangga dan terharu.
lalu aku bertanya "Anuu... bisakah kita membicarakan yang tadi. lalu dia berkata "Baiklah."