
lalu Xue menjawab "baiklah" lalu dia duduk disampingku. lalu aku bilang "Xue aku minta tolong boleh."
lalu Xue menjawab "iya. apa itu" lalu aku bilang "Xue sini kita baring dikasur bersama, tapi jangan salah paham ya kita tidak akan berbuat macam-macam (sambil menahan malu)"
lalu Xue menjawab "baiklah." lalu Xue berbaring disampingku, lalu aku mengajaknya berbicara tentang fungsi obat-obatan. tapi Xue menjawab nya dengan benar, dia tahu betul fungsi obat-obatan.
lalu Xue bilang "sekarang waktunya tidur." lalu aku menjawab "baiklah." lalu aku pun tertidur. lalu Xue melihat aku tertidur dan Xue terkejut karena tangan kanan nya dipegang oleh Xi.
lalu Xue bilang "Xi aku merindukanmu, sudah ratusan tahun kita tidak ketemu akhirnya Aku menemukanmu lagi Xi (sambil mengelus kepala Xi)"
lalu Xue pun tertidur lelap. lalu pada keesokan harinya aku pun terbangun dan terkejut karena tangan aku berada didada nya dan aku berada diperlukan nya dan apa lagi aku yang memeluk nya.
aku pun mencoba melepaskan tangan ku, tapi aku ketahuan oleh Xue. lalu Xue bilang " apakah kamu tidur nyenyak Xi."
aku pun menjawab "emm... Iya aku tidur nyenyak (sambil malu)" sambil melepaskannya. tiba-tiba Xue menarik tanganku dan berkata "Apakah kamu puas Xi setelah memelukku."
lalu aku pun menjawab "Apa maksud kamu (malu)" lalu Xue menjawab "Hah.. baiklah, melepaskanmu tapi kalau terulang lagi aku tidak bisa."
lalu Xue mencium pipiku dan turun dari kasurku, sambil merapikan bajunya yang kusut tadi dan Xue bilang" Aku akan pergi ke dapur untuk memasak."
aku yang melihatnya pergi. aku langsung masuk ke selimut dan aku bilang "apa yang kuperbuat tadi (≧▽≦).
lalu Xi bertanya "Apa yang kamu masak Xue"? lalu Xue menjawab "Aku mau masak kue Teratai Naga, kue bulan, Bakpao, dll. itu untuk kita makanan penutup supaya kita tidak bosan saat bekerja nanti."
lalu aku bilang" oh, jadi begitu kalau begitu aku juga bantu kamu masak."lalu aku pergi ke lemari dan mengambil pisau dan bahan-bahan nya, lalu aku pun memotong-motong bumbu-bumbu nya.
lalu aku bilang "suasana di dapur seperti sang suami yang memasak untuk istrinya dan dibantu oleh istrinya." tanpa sengaja aku mengatakannya.
lalu tidak sengaja Xue mendengarkan nya. lalu Xue berjalan mendekatiku, aku yang melihat Xue mendekati aku, aku pun mundur sambil membawa pisau.
lalu aku bilang "Apa yang kamu lakukan" aku pun terus mundur dan terpojok ke dinding, lalu aku mau bicara, tiba-tiba mulut aku ditutup dengan tangan Xue.
lalu tanganku yang memegang pisau menodongkan di pinggang belakang Xue. Xue yang mengetahuinya akhirnya melepaskan tangannya dan mundur. akhirnya aku pun menaruh pisaunya, tiba-tiba tanpa kusadari Xue sudah di belakangku.
lalu tiba-tiba Xue memegang daguku dan berkata "Apa yang kamu katakan tadi Xi, Hmm..."
lalu aku memalingkan wajahku dan berkata "Hmm.. tadi aku mengatakan, kita seperti suami istri (sambil malu)"
lalu Xue bilang "Hmm... Apakah kamu ingin kita menjadi suami istri (sambil membisikan di telingaku)" lalu aku mendorongnya dan berkata "Ayo kita masak, ini sudah kesiangan waktunya membuka toko." lalu Xue menjawab "Ayo kita masak dan bekerja, tetapi suatu hari aku akan meminta jawabanmu tadi Xi" (。•̀ᴗ-)✧