
nah ini dia tokoku "ayo masuk Xue" lalu Xue menjawab "baik nona Xi (sambil memandang halaman tokoku)" lalu aku bilang "nah ayo kutunjukkan di mana letak obat-obatannya."
lalu kami berputar-putar untuk menunjukkan tempat tokoku, sekaligus tempat halaman. lalu aku bilang "Hah... Xue kita istirahat dulu ya di ruanganku, Aku capek banget soalnya."
lalu Xue menjawab "baik nona mari kita istirahat dulu" setelah sampai diruanganku, aku langsung lari kekasurku.
lalu aku bilang "Aku tidak menyangka bahwa tempat ini sangat luas." lalu Xue menyodorkan/menawarkan teh kepada aku.
lalu aku menjawab "Terima kasih, tapi kamu letakkan di meja saja tetapi kamu bagaimana tahu di mana letak teh itu, Apakah kamu kemarin itu."
lalu Xue menjawab "iya, tapi emangnya nona Xi suka minum teh ya, karena 1lemari isinya teh semua."
lalu aku menjawab"oh. itu emang betul aku suka teh, tapi teh yang ku suka rasa buah bersih yang ditaburi bunga sakura." lalu aku bangun dan duduk di meja (sambil meminum teh)"
lalu aku bertanya ke Xue "Xue kenapa kamu ingin jadi tabib, kenapa tidak kerja menjadi jabatan."?
lalu Xue menjawab"itu aku tidak tertarik tapi aku suka jadi tabib, karena tabib menyelamatkan nyawa orang lain."
lalu aku menjawab "oh. jadi begitu" lalu aku bertanya lagi "Xue Apakah kamu seorang pangeran, karena sifat dan kepribadian pribadian kamu mirip dengan seorang pangeran."
lalu Xue menjawab "tidak, aku bukan seorang pangeran. tapi jangan salah paham tapi ini ciri khas dari desaku." lalu aku menjawab "oh. jadi begitu"
kilat yang menyambar berkali-kali. aku pun berteriak dan badanku bergetar (karena aku teringat dengan masa laluku).
Xue yang mengetahuinya, langsung memelukku dengan erat. dan dia membisikkan dan berkata "kamu jangan takut, aku akan selalu di sisimu."
aku yang mendengarkannya pun merasa malu dan mukaku kututupin dengan tanganku. dalam beberapa jam badai kilat pun belum berhenti.
lalu Xue bilang "ayo Xi berdiri kita duduk beberapa jam nanti kamu sakit" lalu Xue berdiri dan mengulurkan tangannya untuk berdiri.
lalu aku bilang "Anu.. maaf Xue tapi kakiku rasanya lemas karena terlalu lama duduk tadi (sambil malu)."
lalu Xue menjawab "Hah... baiklah, itu aku minta maaf Xi." lalu aku bengong dan kaget karena kita tiba-tiba menggendong aku.
lalu aku bilang "Xue cepat turunkan aku (sambil malu dan memberontak)" lalu Xue menatap ku dan bilang "kalau Xi tidak bisa diam, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang."
aku yang benar omongan Xue, aku aku pun langsung berhenti bergerak. lalu Xue menurunkan aku dikasur. dan Xue bilang "kamu tidur lah, dan kuncilah pintunya aku mau pulang dan aku pinjam dulu payungnya."
lalu dia pun berbalik dan aku tanpa sadar memegang bajunya. lalu Xue bertanya "ada apa Xi, apa kamu membutuhkan sesuatu."
lalu aku pun sadar dan menjawab "oh. itu tidak apa-apa" lalu aku bilang lagi "emm... Xue kamu di sini lebih lama (sambil malu (≧▽≦)).