Who I Am

Who I Am
Part 8



"Umbrella?" > Jiyu


"Gw Udah pernah Tegasin Sama Lu Kan ! Jauhin Justin Dan temen temennya" Ucap Umbrella Sambil Menjambak Rambut Jiyu Lagi.


Awalnya Rigel ingin menyelamatkannya namun ia kalah cepat, Justin suda lebi dulu mendahuluinya.


Disisi lain Justin dengan cepat menarik tangan Umbrella dan Memeluk Jiyu, 4 People yang melihat Cuman terkejut melihat adegan di depannya.


"Harusnya Gw yang bilang ke lu dari dulu. Jauhin gw dan jangan celakain Jiyu, atau lu balik miskin lagi" Ucap Justin yang lngsung meggandeng Jiyu pergi disusul Teman Temannya yang lain.


-


"Lepasin gw !" Ucap Jiyu Sambil Menghempaskan Tangannya Yang Tadinya Dipegang Justin.


"Kita ketemu nanti jam 7 Gw jemput Lo !" Ucap Justin Lalu pergi bersama teman-temannya.


-


Di asrama,


"Gw pergi dlu ye, nyari makan" > Foxxy


"Owke" > Luki


Foxxy Mulai menjauh dari kamarnya dan perlahan menuruni tangga, hari masih cukup dikatakan sore untuk Foxxy, dia paling menyukai senja, saat berada di hujung tangga.


"BWAHHH!"


Foxxy terkejut, dan karena ia masih di tangga spontan dia terpeleset. Dengan cepat pria yang mengagetinya tadi menangkapnya, dan terjadilah adegan saling tatap mata.


"Apa kau ingin terus menatapku, foxxy?"


"Yakk ! Dasar Ethan edan" Ucap Foxxy sambil memukul Kepala Ethan


"Aishh, Sakit Foxx:("


"Bodo amat ye, Gw bodo amat"


"Jalan Yuk, Lu mau kemana?"


"Gaperlu Kepo luu !"


"Jalan Yuk !"


Ethan memakaikan penutup kepala dari jaket foxxy dan menarik tangan wanita yang ada di sampingnya ini.


Mereka bersenang senang bersama hingga saat ini waktu hampir menunjukkan pukul 7 Malam. Foxxy tersenyum senang apalagi dengan beberapa boneka bear, coklat dengan beberapa hadiah lainnya yang ada di tangannya dan perut kenyangnya yang semakin melengkapi kebahagiannya.


"Lu seneng?" Tanya Ethan dan memberhentikan langkahnya diikuti dengan anggukan Foxxy. Dan mereka kembali jalan menuju asrama.


-


"Foxxy, Tunggu !" Sontak Foxxy membalikkan Badannya


"Gapapa gajadi !" Ucap Ethan Foxxy masi mematung saat ini, Dia Berfikir yang tida tida, berhayal akan seperti sebuah drama. Pipinya memerah seperti kepiting rebus sekarang !!


"G-gw balik du-dulu" Pamitnya Sambil terbata bata, Ethan yang melihat hanya tersenyum dan berjalan kembali ke asramanya.


-


"Uda malem, mau pulang? Keknya lu dah mabuk berat" Ajak Justin


"Gw masih pengen minum !"


"Lu dah Mabuk, Tau gitu gw ga turutin kemauan lo tadi !"


"Justin, Jiyu?"


Merasa ada yang memanggilnya, Justin menoleh,


"Bukan Urusan Lo, Ayo pergi !" Ucap Justin Dan lalu menggendong Jiyu mengarah ke Mobil Yang ia pakai tadi.


-


"Iya bentar !!"


"Jiyu !!"


"Tolongin ya, dia mabuk. Tadi gw liat Foxxy Sama Ethan di Street Food keknya mereka pulang malem"


"Kalian mabuk-mabukan?"


"Jiyu yang minta !"


Lalu Justin meninggalkan asrama itu, dan kembali ke asramanya. Wanita yang ditinggalkan hanya cemberut.


-


Karena bosan yang melanda, apalagi Foxxy Belum datang juga Luki memutuskan keluar asrama untuk mencari angin dan sekedar jalan jalan.


Karena posisinya ia sedang memakai earphone hingga saat ini ia sedang sangat terbawa suasana dengan lagunya, sampai sampai ia tak fokus dengan perjalanannya.


Brakkk !!


"Ah maafkan aku, aku benar benar tak sengaja" Ucap Luki sambil membantu memungut barang - barang orang yang di tabraknya.


"Ah gapapa ! Saya juga salah" Tunggu ada yang aneh ! Luki merasa pernah mendengarkan suara itu. Namun ia tetap fokus dengan barang barang yang berjatuhan itu, sampai tak sengaja kedua tangan mereka bertemu, dan mata mereka menatap kaget satu sama lain, dengan posisi tangan yang saling bersentuhan. Mereka sadar dan jalan bersama lalu keadaan kembali canggung sampai luki,


"Maaf maaf ga sengaja hehe" > Luki


"Lu harus berapa kali ngomong maaf?" > Rigel


"Gatau Dah Jadi Hobi hew hew" > Luki


"Yaudah Gw pulang dlu ye" > Rigel Sambil menaikki motornya.


"Oiya, itu motor lu? Oke gw jalan dlu !" Luki berjalan di trotoar, dia sudah biasa jalan sendiri seperti ini, tapi sepertinya ia salah mengambil alur jalan.


"****** gw"


Ucapan Luki setelah melihat beberapa preman diujung jalan sedang menatap Luki lapar. Luki berusaha berbalik, tapi bukannya lolos ia malah terjebak, ia terkepung sekarang. Dia hanya bisa berdoa sekarang.


"Yatuhan tolong lukii, tolongg"


Sampai ada helm terbang yang datang ke arah luki,


"Naik luk, gw anter ! Cepet !" Ucap Rigel sambil mengegas sepeda motornya.


"Pegangan luk !" Dengan sontak luki memegang perut rigel seakan memeluk tak ingin kehilangan sangat eratt


Yah si rigel menang banyak empuk empuk ya gel:')


Dan Gass !! Mereka berjalan melewati para preman tersebut, dan lolos ! Merasa sudah sedikit jauh rigel berhenti sebentar, karena ia tau Luki sekarang sedang menggigil ketakutan.


"Luk lu gapapa?"


Bukannya menjawab Luk malah mempererat pelukannya di Rigel.


Karena terlalu hanyut dalam pelukan luki tertidur dengan posisi memeluk Rigel Dari belakang, Rigel yang tahu itu langsung kembali menjalankan motornya kembali menuju asrama sekolah. Sebenarnya sedikit kesusahan menyetir motor sambil memegangi Luki yang tengah tertidur, entah apa yang ia pikirkan sekarang, seperti bukan Rigel pada aslinya.


Setelah sampai di asrama, ia langsung membawa Luki ke kamarnya dan membaringkan Di kasurnya serta menyelimuti, dirasa semua sudah selesai ia berjalan kembali menuju motornya.


Saat hendak ke depan gerbang ia melihat pemandangan yang tak enak. Astaga apa ini?


To be continued . . .