Who I Am

Who I Am
WHO I AM



-Part 3-


Setibanya dirumah , Jiyu memberikan helmnya ke justin dan ,


"Yak , Calon menantu terimakasih !" Tunggu ! ucapan siapa itu? yang membuat Jiyu dan Justin menatap penuh tanya satu sama lain.


"Eomma?" Ucap Jiyu penuh tanda tanya.


"Kenapa kau tak pernah bilang pada eomma punya pacar setampan dan sekeren ini ! ha Park Jiyu !" Ucap eomma Jiyu sambil mengusap rambut Justin lagi lagi yang membuat Jiyu terbelalak.


"Yak Eomma ! dia hanya mengantarku. Teman Tak lebih ! Jangan mengada ngada !" Ucap Jiyu kesal , eomma nya benar benar.


"Eomma masuk deh ! besok besok suruh paman kim yang menjemputku jika pak ari tak bisa datang" Tutur Jiyu Sambil Mendorong eommanya agar masuk ke rumah. Eommanya hanya tertawa , lalu masuk kerumah nya kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


"Maaf Soal Eomma Gw , Lu gosah baper ! Tiap Cowo main ke rumah gw pasti dibilang menantunya" Ucap Jiyu sambil memberikan Helm yang tadi dia pake kepada Justin.


"Siapa Nama lo tadi? Thx yaa !" Ucap Jiyu Sambil Menepuk Nepuk Lengan Justin. Justin menatap Jiyu sebentar , dan Sreet ! Apa ini ! Justin menarik lengan Jiyu sampai mata mereka bertemu satu sama lain , bahkan sekarang Jiyu bisa merasakan nafas Justin. Apa ini ! kenapa kenapa Jiyu deg deg an? Kenapaa?!


"Justin , inget itu" Ucap Justin dan langsung melepaskan genggaman tangannya tadi di Jiyu. Jangan tanyakan Jiyu! Dia sedang berdiri dengan tatapan kosongnya sekarang !


Jiyu mulai tersadar akan kepergian Justin. Ia menatap punggung dan motor Justin yang semakin lama semakin Menghilang. Jiyu merasa dirinya dah gila harus masuk kerumah dan meminum obat penenangnya.


Keesokannya di sekolah , Yap Seperti biasa Jiyu Jalan Bak Seorang Model Yang Turun Dari mobilnya. Setiap pagi dia akan diantar oleh appanya , dia tak tahu hal kemarin akan terjadi lagi atau tidak semoga saja tidak ! harapnya, Tunggu , Ada yang berbeda dengan Jiyu hari ini.


"Yakk Jiyuu , Kau mengganti model rambutmu? apa ini? coklat? atau merah? dna apa ini? curly? kau semakin tomboy Park Jiyu" Entah yang dikatakan Foxxy itu sedang bertanya atau meledek intinya dia kesal.


"Pagi pagi sudah membuat mood ku hilang" Batin Jiyu.


"Yak dasar kudet" Ucap Jiyu sambil menonyor kepala Foxxy.


"Auburn brown Bukan coklat atau pun merah !" Ucap Jiyu Lalu meninggalkan Foxxy. Sedangkan Foxxy masih mengusap kepalanya , yang benar saja dia di tonyor ! apa dia akan gila? aarkk dia pasti tak mau itu terjadi , dan memutuskan untuk pergi ke cafe sekolah untuk sarapan.


-


disisi lain , Jiyu mulai berjalan di koridor sekolah.


"Kenapa?! mereka melihatku seperti itu? apa ada yang salah dengan rambut baruku? Aish mengapa kemarin aku merubahnya. Tak apa lagi pula aku sudah bosan , ingin mencoba hal baru apa salahnya?" Batin Jiyu


"Hei liat , si swag kelas kita teman teman ! kau mengganti rambutmu Jiyu? kau tampak benar benar seperti preman sekarang Jiyu , Swagg !" Ucap Teman sekelasnya , Payung Ah tidak bukan itu maksudku , ulang yah ulang !


"Hei liat , si swag kelas kita teman teman ! kau mengganti rambutmu Jiyu? kau tampak benar benar seperti preman sekarang , Swagg !" Ucap Teman sekelasnya , Umbrella Yang disusul tawa satu gengnya. Temannya yang lain hanya menatap Jiyu kagum "Cantik" Mungkin itu pikiran mereka saat ini.


Sedikit informasi untuk Umbrella , dia anak dari pemilik parfum terkenal , Anak Tiri bukan kandung. Dia di adopsi karena kedua orang tuanya meninggal , dan disitulah karena ia dikelilingi uang Umbrella menjadi sombong dan tamak.


"Yah Terserah Kalian , jangan berulah. Kalo tak ingin ada masalah dengan ku" Ucap Jiyu sembari menyenggol bahu Umbrella dan membanting tasnya kasar. Lalu Ia memutuskan melihat pemandangan dari luar jendela. Yap ! tebakan kalian benar , Jiyu duduk bangku kedua dari belakang tepat sebelah jendela yang mengarah ke halaman sekolah.


"BWAA ! !" Jiyu terlonjak dari tempat duduknya bukan , bukan terlonjak lagi dia jatuh duduk di lantai.


"Jiyu-yaa mianhae" Ucap Justin Yang tadi muncul dari jendela membuat Jiyu jatuh dari tempat duduknya dan membantunya kembali ke tempat duduknya


"Yakk ! Justin bedebah" Ucap Jiyu sambil menjitak kepalanya sedangkan yang dijitak hanya meringis dan tertawa kecil.


"Sakit?"


"Pertanyaan Macam apa ini? Justin ini benar benar ingin sekalii ku hancurkan masa depannya" Batin Jiyu . Justin terkejut , tiba tiba saja dia bisa mendengar suara hati Jiyu.


"Apa yang terjadi? kenapa? Gamungkin" Batin Justin Semakin menjaddi Jadi,


"Ha? apa tadi jus gadenger ? bisa ulang ga?" tanya Jiyu.


"Gaperlu , gw pergi dlu ya. Kelas mau dimulai Rigel sama Ethan pasti dah nyari gw. duluan ya !" ucap Justin mengacak acak rambut Jiyu dan meninggalkannnya sendiri , lagi.


Sekarang Jiyu menatap kosong keluar jendela. Menimang-nimang , perasaannya saat ini , Ya ! Jiyu tidak tahu perasaannya sekarang tapi yang pasti Jiyu merasa aman Jika dekat Justin.


"Apasi gosah mikirin dia trus napa keknya akhir akhir ini obat gw ga mempan deh." Ucap Jiyu pada dirinya sendiri sambil menggebrak mejanya dengan buku , yang membuat teman" nya terheran heran. Jiyu yang menyadari hanya nyengir tanpa bersalah.


Tiba - Tiba . . .


"Woi !" Ucap seseorang sambil menjambak rambut Jiyu hingga dirinya yang tadinya tertidur sekarang berdiri dengan keadaan rambutnya yang dijambak.


"Ngapasi lo ! dateng dateng jambak rambut gw" Ucap Jiyu sambil berusaha melepas jambakan wanita didepannya. Bukannya terlepas Jiyu malah merasakan jambakan itu semakin kuat dan mulai meringis sakit.


"Lu yah !" Ucap Umbrella sambil menjambak Jiyu semakin keras.


"Apasi ell , gw gapaham lepasin gw atau-" Ucap Jiyu Terpotong.


"Atau apa? atau apa? ha? masi ngelawan lo ! ****** dasar." Ulah Umbrella semakin menjadi jadi. Karena merasa tertindas Jiyu melawan , jujur ini pertama kali , biasanya dia hanya di bully dengan perkataan oleh Umbrella tapi ini fisik. Merasa terganggu Jiyu pun menjambak balik Umbrella dan menggelitik perut Umbrella Tindakan Ini membuat Umbrella melepaskan jambakannya, dan kesempetan ini jiyu pakai menjambak Umbrella , mengangkatnya dan membantingnya ke sembarang arah, Jiyu menginjak perut Umbrella kali ini.


"Gw dah bilang kan dari awal jangan macem", lu gaada alasan tiba tiba gini yang gila lu apa gw? Kalo lu mau nyombong atau ngebully. Lu salah orang , Ell" Ucap Jiyu dilanjut menekan perut Umbrella. Teman sekelasnya bahkan sekarang tak habis pikir dengan Jiyu , mereka hanya menatap kosong , kagum dengan mulut yang terbuka.


Mungkin siapa yang melihatnya pasti menganggap Jiyu gila, tapi kenyataannya bukan dia yang memulainya , dia tengah tertidur lalu diusik dengan jambakan rambutnya siapa yang salah? Jiyu benar benar ingin di rumah sakit saja sekarang.


"Aishh , lebih baik berteman dengan orang gila daripada berteman dengan waras tapi berotak gila seperti ia, dasar manusia berotak guguk" batin Jiyu.


Disisi lain tanpa ia sadari Umbrella bangkit dan berjalan ke arah Jiyu , lagi. Gengnya yang mengetahui gerak gerik Umbrella mulai membantunya dan menahannya karena kondisi yang sudah parah , lebam di mana mana. Namun bukan Umbrella namanya kalo tidak membesar-besarkan masalah , Ia menghampiri Jiyu Dan-


"Brengsek lu !" Ucap Umbrella sambil mengambil kaca yang dipegang Jiyu dan membantingnya ke tanah. Jiyu yang mulai muak berdiri dari tempat duduknya dan menatap tajam mata Umbrella, lagi lagi persaingan sengit terjadi.


"Gw gabakal tinggal diem Park Jiyu, lihat apa yang bakal gw lakuin. Ini semua perbuatan lo" Ucap Umbrella sambil menyetel video rekaman tentang Jiyu yang melukainya. Tapi sayang disitu tidak ada scene dimana Umbrella dulu yang melukainya. Jiyu hanya menunjukkan smirknya dan mengambil handphone tadi secara tiba tiba yang membuat Umbrella terkejut bukan main, lalu mematahkannya menjadi dua , membantingnya dan menginjaknya. Oh my God ! Handpone itu benar benar rusak sekarang, Jiyu mengambil memori hp itu, lalu mematahkan dan membakar dengan korek yang selalu ada di saku Jiyu berakhir membuangnya ke lantai. Umbrella yang benar benar terkejut mulai memadamkan api , tapi semua terlambat memori hpnya sudah terbakar.


"Mau apa lo, Hah? lawan main lo salah kalo sama gw , Ell. Oiya anak tiri jangan aneh aneh deh kalo gamau diusir dari rumah , jangan macem macem sama gw klo lo dah tau konsekuensinya. Atau lo bakal miskin lagi dan keluarga itu bakal ngebuang lo dan . . . lo balik lagi jadi gembel" Ucap Jiyu terang - terangan, Umbrella melotot tak percaya.


"Inget yah Perusahan Bokap lo itu dibawah perusahaan bokap gw. Mau merasakan Miskin lagi? dengan keluarga baru?" Ucapan Jiyu kali ini benar benar membuat Umbrella geram.


"Gw peringatin sama lo yah , Jangan ungkit masa lalu gw ! Dan jauhin justin" Ucap Umbrella sambil mendorong bahu kiri Jiyu.


"O lu kaya gini gegara gw deket sama Justin Terus lu suka sama dia , cinta monyet dan berakhir sad girl? , coba lihat lagi perasaan Justin , klo dia suka lo gabakal deket cewe lain. Anak tiri aja sombong , Dasar manusia berotak Guguk" Ucap Jiyu dan mulai meninggalkan Umbrella.


Jiyu berjalan ke UKS , sendiri dengan keadaan benar benar seperti orang gila. Rambut acak-acakan dan kulit kepala yang terluka dan penuh darah karena ulah Umbrella. Jiyu pusing sekarang !


"Foxxy Kemana siih ! giliran dibutuhin ilang" Gerutu Jiyu.


"Yak Park Jiyuu ! !" Itu suara orang ditunggu tunggu , Jiyu berbalik dan melihat Foxxy bersama rigel.


"Foxx Tolong Gw !" Panggil Jiyu lemah lalu pingsan, dengan segap pria yang menjadi topik masalah pertengkaran antara Umbrella dan Jiyu menangkap Jiyu.


"Justin?"


_*To Be Continued . . .*_


Jangan lupa like, koment dan voite ya kak.... terima kasih