Who Be First Love Arumi

Who Be First Love Arumi
6. aku menolak



#Kelas 1-A


Setelah pemberitahuan dari wali kelas yang mengatakan mereka harus meneliti semua grup yang ada di sekolah lalu memilih salah satunya untuk diikuti. Semua murid kelas itu pun mulai berhamburan keluar.


Ryo yang baru saja melangkahkan kaki, menatap diam kerumunan gadis yang berdiri di depan kelasnya.


“hey! Apa yang kalian lakukan disini? Kalian menghalangi jalan tauu..” ucap seorang dari arah belakang para gadis itu. Semuanya menatap si dia tak terkecuali Ryo.


“lebih baik kalian semua bubar dan laksanakan tugas yang sudah diberikan!” gadis itu berucap lagi dan semua kerumanan gadis itu mulai membubarkan diri tanpa perlawanan.


“emang siapa si dia, nyuruh kita kek guru aja, padahalkan tadi kita hanya mau tanya klub apa yang akan dipilih Mifuki, tapi malah diusir”


“apa kau tidak tau..? dia itu senior kita, anak kelas 3 sekaligus ketua osis”


“whatt?? Beneran ni? Tuh gadis ketua osis??”


“iyalah, apa tadi kau tak liat tanda osis di tangannya? Dan di hari upacara pembukaan, dia juga ada disana loo, dia yang berdiri di samping para guru waktu itu”


“oh itu, aku baru ingat, untung tadi kita ngga ngelawang ya saat dia suruh kita bubar, coba tadi kalo kita membantah, mungkin bakal berabe ni ceritanya”


Setelah melihat kepergian para gadis itu yang sudah menjauh, Ryo pun mulai berjalan pergi melewati satu-satunya gadis yang masih berdiri didepannya sejak tadi.


“Ryo Mifuki”


Ryo menghentikan langkahnya. Gadis itu berjalan dekat kearahnya. “ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu”


“tapi sebelum ku berbicara lebih lanjut, bisa kita pindah ke dalam ruanganku”


Ryo menuruti dan mereka pergi menuju ruang osis yang letaknya tak jauh. Gadis itu mulai duduk dikursinya dan Ryo duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


Saat ini ruang osis tengah sepi karena anggota yang lain sedang ada tugas diluar. Jadi tersisalah mereka berdua didalam.


“walau kita sudah pernah bertemu di hari upacara pembukaan, tapi akan kuperkenalkan diriku lagi, aku Ume Haname, ketua osis SMA TOMA”


Ryo hanya diam dan sedikit menunduk memberi hormat pada Ume, walau si Ume seorang gadis, tapi dia tetaplah seorang senior sekaligus ketua osis sekolah yang pantas dihormati.


“maksudku membawamu kesini atas perintah para guru dan kepala sekolah, dari hasil rapat kami para osis dan guru, kami menunjukmu menjadi kandidat ketua osis tahun depan setelah kelulusanku”


Ryo hanya diam tak merespon.


“mungkin ini terlalu awal menjadikanmu kandidat ketua osis tahun depan, mengingat kau baru saja masuk ke SMA ini dan masih kelas 1, walaupun begitu, potensi yang kau miliki sangat cocok untuk posisi ketua osis, jadi kau-“


“aku menolak”


“whattt?? Kau menolak? Mengapa kau menolak kesempatan bagus ini? Semua orang mendambakan posisi ini, dan kau menolaknya? Apa ada alasan lain?”


“tidak ada” jelas Ryo yang langsung berdiri, menunduk sebentar lalu pergi.


Ame menatap pintu yang baru saja tertutup. “ternyata tidak semudah yang dipikirkan, dia menolak tanpa alasan, tapi aku tidak akan menyerah semudah itu Ryo Mifuki, perintah para guru mutlak untukku, jadi tugasku menjadikanmu ketos berikutnya tidak akan berakhir sampai disini"


Ryo yang sudah berjalan jauh dari ruang osis sedikit menghela napas. Menjadi kandidat ketua osis? Huh dia sama sekali tidak tertarik akan hal itu.


Matanya yang sedang memandang keluar jendela, menatap fokus dua gadis yang sedang berjalan disana. Lebih tepatnya, menatap gadis yang sedang berjalan sambil memakan donat.


“Arumi..”


Ryo mulai berjalan mengikuti langkah mereka dari belakang dan berakhir di gedung olahraga. Disana ada klub basket yang sedang latihan.


“ternyata di klub basket, semuanya cowok.. ku kira bakal ada tim cewek juga.., ne Arumi bagimana kalo kita mengunjungi klub yang lain saja”


“hey, apa kalian melihat dua gadis tadi?”


“hum aku melihatnya, sepertinya mereka anak kelas 1”


“mereka berdua sangat cantik, apalagi gadis yang lagi makan donat tadi, dia tipeku sangat”


Langkah Ryo terhenti sekejap.


“wah dia juga tipeku, bagimana kalo kita bertanding siapa yang berhasil melakukan shoot 5 dalam 3 menit, berarti dia berhak memiliki gadis donat itu”


Kalimat terakhir dari anggota klub basket itu membuat tanduk Ryo berdiri. Apa maksud mereka berkata seperti itu, Arumi hanya miliknya, dan tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya.


Ryo segera berbalik dan berjalan kembali masuk ke dalam lapangan dengan wajah dingin. “akan ku hentikan permainan kalian”


Sebuah bola mulai di lemparkan ke atas, dan beberapa orang mulai melompat memperebutkan bola itu. Tapi sayang, salah satu dari mereka tak ada yang mendapatkan bola itu.


Mereka semua menatap ke cowok berseragam yang masuk ke lapangan tanpa izin dan mengambil bola mereka.


“hey siapa kau?”


Ryo hanya diam dan mulai melangkah menuju ring lalu masuklah bola dengan satu lompatan dari Ryo. Semuanya diam menatap. Ryo kembali mengambil alih bola dan mereka semua mulai tergerak tuk merebut kembali bola mereka tapi tak bisa. Ryo menghindari setiap perlwanan mereka dengan mudahnya dan melakukan shoot kedua.


“Wow..” Seru mereka bersamaan.


“hebat juga kau melakukan 2 shoot secepat itu, tapi jangan senang dulu, kau tak lupa kan sedang berada di kawasan kami, jadi tak akan kami biarkan kau melakukan ini semau mu”


Segeralah mereka bermain borong memperebutkan bola itu. Tapi tak semudah pemikiran mereka. Ryo tidak membiarkan mereka menyentuh bola sedikitpun dan dia melakukan shoot lagi, lagi dan lagi.


Mereka semua kewalahan. Mereka tak percaya dikalahkan semudah ini oleh amatiran yang tak mereka kenal. Jangankan satu shoot balasan, menyentuh bola itu darinya saja terasa sangat menyulitkan. Bahkan sekarang dia sudah melakukan 10 kali shoot dalam 3 menit.


Ryo menghentikan permainannya. Melempar bola ke sembarang arah lalu berjalan pergi.


“hey, katakan siapa dirimu? Kau sangat hebat memainkan bola basket, bagimana kalo kau ikut bergabung dan menjadi kapten kami?”


“aku menolak” tegasnya lalu melirik mereka sebentar. “aku memenangkan pertandingan ini, jadi jangan ada yang berani dekati gadis donat itu” ucapnya lagi lalu berjalan pergi.


Semua anggota klub basket itu menatap diam.


“hey, apa dia melakukan permainan ini hanya untuk gadis itu? Apa dia mendengar pembicaraan kita tadi?”


“hum sepertinya begitu dan mungkin dia pacar gadis itu”


“wah kita salah langkah ni, tapi btw, aku masih penasaran siapa dia?”


“dari wajahnya, sepertinya dia anak baru, anak kelas 1”


“dia orang yang tepat untuk mengisi posisi kapten, kita harus membuatnya mau bergabung ke dalam klub kita untuk memenangkan pertandingan musim panas nanti, bagimana?


Semuanya mengangguk setuju.


“kalo si gadis donat itu sudah punya pacar, berarti aku milih yang satunya aja aa...”


“kau mau cari mati yaa?? Dia itu pacarnya si Kenshi tauuu..”


“astaga, dari tadi serba salah mulu, Kok nasib jomblo gini amat sihh”