Who Be First Love Arumi

Who Be First Love Arumi
4. fighting



Pagi yang cerah menemani perjalanan Arumi ke sekolah. “hoaamm...” ini sudah kesekian kalinya dia menguap pagi ini, anime semalam yang dia tonton membuatnya baru tertidur jam 4 dan alhasilnya begini.


Yah Walaupun matanya terasa berat untuk terbuka saat ini tapi dia masih bisa berjalan dengan benar. Dan sekarang dia sudah sampai di stasiun.


Arumi segera menaiki kereta yang baru saja tiba. Tanpa pikir panjang dia langsung duduk di bangku yang kosong, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk tidur.


Ryo yang sejak tadi berada di dalam kereta menatap diam Arumi yang tengah duduk dengan mata tertutup. Disana ada juga pria yang duduk disamping Arumi.


Ryo terus memperhatikan sampai Arumi yang sudah tertidur pulas mulai terlihat miring kesamping.


Dia yang menyadari itu segera berjalan cepat dan tepat waktu, kepala Arumi hampir saja bersandar dibahu pria tadi.


Kepala Arumi yang tertahan oleh tangannya mulai dimiringkan kesisi yang lain. Ryo duduk dikursi sebelah yang kosong lalu menyandarkan kepala Arumi ke bahunya.


Ryo menatap lama wajah Arumi yang tertidur pulas lalu tersenyum “tetaplah seperti ini”


7 menit kemudian kereta berhenti dan pintu keluar pun terbuka.


Arumi masih tertidur, Ryo segera memukul pelan kepala Arumi dengan ranselnya dan dengan seketika Arumi terbangun, dia perlahan membuka matanya dan menatap buram Ryo.


“Mifuki..”


“bangunlah! Sebentar lagi pintunya akan tertutup”


Arumi segera berdiri sembari mengusap matanya dan berjalan mengikuti belakang Ryo yang sudah jalan duluan.


Saat hampir mendekati sekolah, Ryo menghentikan langkahnya dan Arumi juga melakukan hal yang sama.


“tunggulah disini, setelah aku masuk, baru kau boleh jalan lagi” ucap Ryo tanpa berbalik dan langsung berjalan pergi.


Arumi menuruti dan diam ditempat memperhatikan Ryo yang sudah berjalan menjauhinya.


Baru saja kaki Ryo melangkah masuk ke dalam gerbang, dalam seketika kerumunan para gadis mendekatinya sambil memberikan sebuah kado dan ada juga yang meminta foto bersama.


Ryo hanya diam dan tak menggubris mereka sama sekali, dia tetap berjalan dengan tatapan lurus kedepan.


Sebenarnya inilah alasan dia menyuruh Arumi untuk menunggu disana dan berjalan masuk kesini setelah dia.


Karena dari sana dia sudah menyadari ada kerumunan para gadis didalam gerbang. Karena tak ingin Arumi diganggu para gadis itu jadi dia lebih memilih cara ini.


Arumi yang baru saja melangkahkan kakinya didalam gerbang langsung terdiam menatap Ryo yang sedang dikerumuni para gadis.


“wow, kepopuleran Mifuki tidak pernah berubah yaa..”


Dia kembali berjalan masuk ke dalam sekolah melewati kerumunan para gadis itu dan menatap Ryo yang juga sedang menatapnya.


“fighting” hanya satu kata itu yang bisa dia ucapkan untuk keadaan Ryo saat ini.


###########


“ne-ne Arumi, aku senang tempat duduk kita berdekatan”


Arumi menatap Sena yang duduk di bangku sebelahnya. “aku juga”


Keaadan yang tadinya bising, hening seketika saat seorang wanita muda masuk kedalam kelas mereka, kelas 1-B. Dia terlihat sangat cantik dan anggun, itulah yang dipikirkan semua murid saat ini.


“selamat pagi anak-anak”


“pagii..”


“saya Mika Shinoya, walis kelas kalian, panggil saja Shinoya-sensei”


“baik Shinoya-sensei!!” seru mereka semua serempak.


“segala urusan yang terjadi didalam kelas ini merupakan tanggung jawab sensei, jadi kalian jangan berbuat ulah yaa, pahamkan”


“paham sensei”


“nah karena kita kelas baru, jadi harus ada yang jadi ketua kelas, wakil dan anggota piket lainnya, sekarang sensei akan mulai mengabsen dan nama yang sensei panggil harus berdiri didepan ya”


Mulailah Shinoya-sensei mengabsen nama murid kelasnya satu-satu. Dan beberapa orang sudah ditunjuk sensei sebagai ketua kelas dan wakil, dan piket mereka pun sudah dibagikan.


Arumi mendapat piket hari selasa dan tepat hari ini juga hari selasa, jadi hari ini Arumi punya tugas piket yang harus dikerjakannya.


Sedangkan Sena mendapatkan piket hari sabtu, dia benar-benar tidak suka ini, padahal tadi dia berharap bisa satu piket dengan Arumi, tapi ternyata tidak.


Setelah pelajaran pertama selesai, Arumi mendapatkan tugas piket pertama dari Shinoya-sensei yaitu mengumpulkan lembaran biodata semua murid lalu membawanya ke ruang guru.


Lembaran biodata tadi lumayan banyak membuat Arumi agak sedikit susah melihat jalan, saat akan menaiki tangga, salah satu kakinya salah menginjak anak tangga yang mengakibatkan Arumi terpeleset dan jatuh.


Tapi tenang kok, dia ngga langsung jatuh ke lantai, soalnya ada seseorang yang menopang badannya dari belakang.


Arumi segera berdiri kembali dan menunduk. “arigatou..” ucap Arumi tanpa menatap lalu berjalan lagi.


“woy!”


Langkah Arumi terhenti. Dia kembali menatap ke belakang, menatap wajah cowok bertampang galak yang juga tengah menatapnya.


“bukankah kau bocah kemarin yang mengejar anjing karena donat”


Arumi mengedipkan matanya berkali-kali. Dia memang mengejar anjing yang mencuri donatnya kemarin tapi dia tidak ingat siapa cowok ini.


“jadi benar dugaanku, kau adalah murid sekolah ini dan kau pasti bocah kelas 1”


Arumi terdiam mendengar ucapan cowok didepannya ini. Dia mencoba mengingat kembali kejadian kemarin dan ya, dia baru mengingat wajah cowok ini, dia yang kemarin menarik kerak bajunya dan juga memarahinya. “aah.. kau-“


“ck, sopanlah pada seniormu, aku Suzuki Mitami”


Arumi segera menunduk. “ah maaf Mitami-senpai”


“hn, lain kali jangan seperti kemarin lagi dan lihatlah langkahmu sebelum berjalan”


“baik senpai”


Setelah itu Suzuki mulai berjalan pergi dan Arumi melanjutkan tugasnya kembali.