Who Be First Love Arumi

Who Be First Love Arumi
3. do-nat-ku



Di perjalanan pulang, Arumi masih menikmati donatnya. Tiba-tiba ada seorang nenek yang melintas didepannya dan nenek itu baru saja mengalami masalah, tasnya sobek yang mengakibatkan beberapa sayuran dari tasnya berhamburan jatuh dijalan.


Arumi segera berjalan cepat menghampiri nenek itu lalu membantunya mengumpulkan semua sayur yang ada di jalan, tapi sebelum itu dia menaruh dulu kotak donatnya diatas kotak pos yang kebetulan ada dibelakangnya. Setelah semuanya terkumpul, dia segera menaruhnya didalam tas cadangan yang dibawa nenek itu. Setelah mengucapkan terima kasih, nenek itu pun pergi.


Arumi segera berbalik kebelakang tuk mengambil kembali kotak donatnya, tapi sayang seribu sayang, baru saja tangannya menyentuh kotak itu, tiba-tiba ada seekor anjing yang menggigit rampas kotak itu lalu lari.


Arumi tersentak dan menatap anjing cokelat itu, dia segera lari mengejar. Dia tak rela kotaknya dibawa lari anjing itu, soalnya masih ada sisa donatnya didalam.


Tapi pengejaran ini sungguh melelahkan bagi Arumi, padahal baru satu gang dia lewati tapi lelahnya minta ampun. you know lah, si Arumi itu paling parah dalam hal olahbadan. Jadi jangan tanyakan berapa nilai pelajaran olahraganya.


Dia masih terus mengejar sampai tak sadar kalau dia sudah mengikuti anjing itu hingga ditengah lapangan sepak bola dan disana ada beberapa orang yang juga sedang bermain bola.


Dan lebih sadisnya, ada bola yang baru saja ditendang kuat dan mengarah tepat kearahnya. Semua menatap kaget melihat itu, Namun sebelum itu terjadi ada seorang cowok yang dengan cepat menendang kembali bola itu dengan kuat hingga terlempar jauh.


Cowok itu menatap garang ke Arumi yang mau berlari lagi mengejar anjing itu tapi segera dihentikan oleh cowok itu, dia menarik kerak baju Arumi yang membuatnya tidak bisa lari. Arumi meronta “lepaskan aku, aku mau mengejar anjing itu..”


“hey, apa kau gila hah? Apa matamu sudah tidak berfungsi lagi? Tidak bisa liat apa kalo ini lapangan sepak bola, bukan tempat kejar-kejaran”


Wajah Arumi shock seketika melihat anjing tadi melahap habis donatnya yang ternyata tinggal satu. “do-nat-ku”


Cowok itu merasa kesal perkataannya tak digubris sama sekali, dia segera membalikkan badan Arumi, “woy-“ kalimatnya terhenti ketika menatap mata Arumi yang sudah berkaca-kaca. “donatku..donatku..anjing itu memakan donat terakhirku...”.


he? cowok itu kebingunan, jadi semua ini karna donat.. dan tanpa dia sadari Arumi sudah berjalan pergi. Dan lebih terkejutnya Arumi sudah berada di luar lapangan. Dia menatap lumayan lama.


“seragam itu-“


“hey Mitami! Bolanya sudah tidak ada, bagaimana dengan latihan kita?”


Mitami berjalan ke tepi lapangan lalu mengeluarkan sebuah bola dari dalam ranselnya dan menendang ke salah satu temannya. “latihan tetap dilanjutkan”


“baik kapten!” sorak mereka serempak.


########


“tadaimaa..”


Arumi berjalan lesuh setelah melepas sepatunya. Sesampainya dikamar, dia menekan kontak lampu lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur.


Dia masih memikirkan soal donat terakhirnya yang dimakan anjing itu. “donatkuu..”


TING


Ada notifikasi pesan masuk di ponselnya. Dia mengambil ponselnya yang berada dimeja lalu membaca. Sedetik kemudian dia tersenyum senang. “yosha! Tinggal seminggu lagi”


Tiba-tiba terdengar pintu kamarnya terbuka.


“A-chan..”


Arumi menatap ke pintu, terlihat ibunya yang sedang menatapnya juga.


“ternyata kamu sudah pulang, maaf ibu tidak mendengar suaramu tadi, sekarang gantilah pakaianmu dan mandi, ibu mau pergi ke minimarket dulu, apa A-chan mau sesuatu?”


Mata Arumi berbinar “DONAT”


Beberapa jam kemudian, Arumi dipanggil ibunya karena makan malam sudah siap. Dia segera menuju meja makan, terlihat ayahnya juga sudah berada disitu.


Ada tempura udang, saus kecap pedas, sushi udang dan sayur capcai udang.


“tadi ada promosi udang besar-besaran diminimarket, jadi ibu ngga sadar sudah beli banyak”


Mereka semua sudah duduk dikursinya masing-masing, dan makan malam Keluarga kecil Nasao itu pun dimulai setelah mengucapkan “itadakimasu..” bersamaan.


Selesai makan, Arumi membantu ibunya membersihkan meja dan cuci piring. Setelah itu dia mendekati ibunya yang tengah membuat kopi malam untuk sang ayah.


“donatku jadi dibelikan bu?”


“iya, ibu menaruhnya di lemari tadi”


“oke, makasih bu”


Sebuah kecupan kecil mendarat dipipi ibunya, setelah itu dia segera menuju lemari dan mengambil kotak putih yang dia yakini itu kotak donatnya.


Dia menikmati donatnya di sofa tengah rumah, ayahnya juga disana dan sedang menatap layar laptopnya sambil sesekali menyeruput kopi yang dibuat ibunya tadi.


Setelah semua urusan didapur beres, ibunya segera ikut bekumpul dan duduk di samping Arumi.


“A-chan, bagimana sekolah barunya tadi?”


Arumi segera menghentikan kegiatan makan donatnya dan menatap sang ibu.


“sekolahnya besar dan bagus, ada tamannya juga diatas atap. Pokoknya the best, ohya ibu masih ingat kan sama Ryo Mifuki?”


Sang ibu mengangguk. “dia anak cowok yang dulu pernah se TK denganmu kan?”


Arumi mengangguk. “ternyata dia juga sekolah disitu, sekarang dia sudah tambah hebat, tadi saja dia jadi perwakilan kami untuk berpidato karena dia adalah murid lulusan terbaik”


“hum begitu, berarti dia baru kembali dari luar negri setelah 9 tahun yaa..”


“dan satu lagi bu, disana juga ada Miku-sensei”


“Miku-sensei? Bukannya dia guru TK mu dulu?”


Arumi mengangguk. “tapi sekarang dia sudah jadi guru SMA juga, dan panggilnya bukan Miku-sensei lagi tapi sudah Fumi-sensei”


“wah berarti kalian reuni dong”


“iya, tadi Fumi-sensei juga mengatakan hal yang sama, dan tadi dia juga mentraktirku, sebenarnya bukan aku saja, Mifuki juga diajak, tapi dia nolak”


Ibunya tersenyum. “ibu senang kau mendapatkan hari yang menyenangkan di sekolah baru, ya sudah, setelah donatmu habis, jangan lupa gosok giginya dan jangan tidur kemalaman, ayah juga yaa.. jangan terlalu larut dengan pekerjaannya, ibu mau tidur dulu”


Anak dan ayah itu mengangguk bersamaan dan ibu pun berjalan masuk kedalam kamar.