Who Be First Love Arumi

Who Be First Love Arumi
2. ngerti nggaa?



“ne-ne.. bukankah kamu yang tadi teriak diruang aula?”


Arumi terpaku diam. Dia segera menengok kebelakang. “hehe..iya” dia jadi malu sekarang, semua orang mulai mengenalinya karena hal itu.


“ohiya, kamu dapat kelas mana?”


“aah..kelas 1-B”


Gadis berambut pendek itu tersenyum “wah kita sama, aku juga dapat kelas itu, btw namamu siapa? Aku Sena Kufuji”


“aku Arumi Nasao, salam kenal Kufuji-”


“eitss..panggil saja Sena, aku tidak suka dipanggil dengan margaku”


“oh maaf”


“its okay Arumi, btw ku panggil Arumi tak apakan?”


Arumi hanya mengangguk mengiyakan.


“ne-ne Arumi, apa kau punya hubungan khusus dengan si Murid perwakilan kita tadi?”


Arumi tersentak dan segera menggeleng. “tidak ada hubungan khusus apapun, hanya saja kami pernah satu TK dulu”


Sena manggut-manggut. “oh gitu, jadi kalo ku tikung ngga apakan?”


“Se-Na-Ku-Fu-Ji~”


Sena tersentak. Dia mengenali suara yang baru saja mengeja namanya. Sena segera membalikkan badan dengan perlahan dan Arumi juga menatap cowok itu, matanya sedang mengarah tajam ke Sena.


“siapa lagi cowok yang ingin kau pacari..? apa aku masih belum cukup untukmu?”


Sena segera mendekati cowok itu dan memeluk tangan kirinya sambil tersenyum. “tadi itu cuma bercanda.. lagian mana mungkin aku selingkuh darimu ne, Taka-kun”


Taka hanya diam, tapi raut wajahnya sudah kembali normal tak seperti tadi. Tapi sungguh, wajah si Taka tadi benar-benar garang sangat, Arumi aja sampai merinding tadi.


Sena kembali tersadar dan menatap terkejut Arumi yang masih berada disitu dan menatap mereka berdua.


“ohya Arumi, maaf ya atas kejadian barusan”


“eh iya, ngga papa”


“btw Taka-Kun, dia teman sekelasku, namanya Arumi”


“aku Arumi Nasao” tambah Arumi.


Taka menatap diam Arumi. “Taka Kenshi, kelas 2-A”


Arumi baru menyadari kalau si Taka pacarnya Sena adalah senior, dia segera membungkuk pelan.


“ah Arumi, kau tidak perlu seformal itu padanya, lagian dianya juga tidak peduli akan hal itu, iyakan?”


“kau juga harus melakukan hal yang sama, aku seniormu disini”


“aiishh..”


Melihat wajah Sena yang cemberut membuat Taka spontan memcubit pipi Sena. “ngerti nggaa?”


“iya-iya aku ngerti..”


“baguslah”


“tapi Taka-kun, bukannya hari ini upacara penerimaan yang khusus murid baru aja, lalu kenapa murid kelas 2 hadir?”


“ooh~”


“tapi sekarang tugasku sudah selesai, jika kalian ingin mengetahui seluk beluk sekolah ini, akan aku temani”


“oke, kamu ikut juga kan Arumi?”


Arumi mengangguk iya dan mereka mulai berjalan bersama. Si Taka jalannya duluan sedangkan Sena lebih memilih berjalan dengan Arumi dibelakang Taka. Taka sih hanya maklum, lagiankan mereka juga sama-sama cewek.


“maunya kita kemana dulu?” tanya Taka dan segera disahuti dengan cepat oleh Sena. “kelas kami, kelas 1-B”


Taka mulai mengarah mereka ke satu koridor lalu menunjuk ruang yang bertuliskan 1-B. “itu kelas kalian”


Sena dan Arumi tersenyum senang bersamaan, dengan segera mereka berdua mendekati kelas itu dan berniat masuk, tapi pintunya terkunci.


“kalian sudah boleh masuk ke kelas ini besok, karena hari ini semua kelas memang di kunci untuk keamanan”


“ne-ne Taka-kun, kau kan osis yang piket hari ini.. pasti kuncinya ada padamu kan?”


Taka mengarahkan pandangannya kearah lain. Pacarnya ini memang sadis dalam menebak. “tapi takkan ku buka pintunya”


“yaaa..~~ kok gitu amat sih sama pacar sendiri, ayolah Taka-kun~”


“peraturan tetaplah peraturan Sena”


Mendengar itu, Sena langsung ngambek, Arumi segera mendekatinya. “sudahlah Sena, tak apa biar hari ini tak bisa, tapi besokkan kita sudah bisa masuk kedalam kelas ini, iyakan Kenshi-senpai?”


Taka mengangguk dan Sena kembali seperti biasa. “baiklah~, tapi dengan satu syarat” dia menatap fokus Taka. “pulang sekolah nanti, kau harus mentraktirku creepe pisang”


Taka mengusap acak rambut Sena. “akan ku traktir”


Sena tersenyum. “oke, aku mau 3”


“kau benar-benar menguras dompetku Sena”


Arumi yang menyaksikkan itu hanya tersenyum. Dia tengah membayangkan kalo seandainya dia punya pacar, apa dia juga akan di traktir donat dan mungkin bukan 3 yang dia minta, tapi satu pabrik sepertinya.


“Arumi”


Arumi segera tersadar dan menatap kembali Sena. “ya?”


“berikutnya kita akan ke ruang guru, mau ikut?”


Arumi mengangguk dan mereka melanjutkan tour dadakan mereka. Dan tak terasa sekarang sudah jam 3:45 siang menjelang sore. sudah waktunya pulang sekolah.


Sena yang sudah selesai mengganti sepatunya segera menatap ke Arumi yang berada di loker sepatu yang lain.


“ne-ne Arumi, aku pulang duluan ya..soalnya si Taka udah nungguin”


“iya”


Dan Sena pun pergi tak lupa melambaikan tangan pada Arumi, dan hal sama juga dilakukan Arumi. Setelah itu dia segera membuka loker sepatunya dan menatap kaget sebuah kotak.


Arumi segera mengeluarkan kotak itu, ada selembar kertas kecil diatasnya. “semoga kesukaanmu masih sama”. Itulah yang tertulis dikertas itu.


Arumi kembali menatap kotak itu dan membukanya, ternyata didalamnya ada 6 buah donat dan dalam 3 detik kemudian matanya berbinar. “ya jelas kesukaanku masih sama” dia mulai mengambil satu donat dan menggigitnya dengan senang. “enaakkk” ucapnya lalu mulai berjalan pergi.


Dibalik loker sepatu Arumi tadi, ada seorang cowok yang tengah bersandar. Dia tersenyum kecil. “ternyata masih sama, aku senang kau tidak berubah”


“hey Mifuki, apa yang kau lakukan disitu, masih belum mau pulang?” teriak seorang cowok yang mungkin teman sekelas Ryo.


“hum” ucapnya yang langsung minggat dari tempat itu dan pergi.