
KRAAAAK...
salah seorang pria merobek baju Hilda dan langsung mencoba melecehkannya.
"diam! jangan bersuara kalau tidak aku akan menembak mu & anak mu!" tegas pria kurus yang merobek baju Hilda.
"lihatlah dadanya yg besar & penuh itu." ucap pria brkulit hitam.
"lihat juga badannya yg berisi itu. dia kelihatan sangat nikmat." pungkas pria bermata biru.
dengan sekuat tenaga Hilda mencoba melawan namun apa daya kekuatan Hilda tak seberapa di bandingkan dengan pria-pria bengis itu. satu persatu pakai Hilda mereka lucuti sehingga terpampanglah tubuh polos Hilda di depan mereka semua.
"lihat tubuhnya yg menggoda itu? punya ku langsung bergairah begitu melihatnya." ucap pria bermata biru.
"aku juga jadi sangat bergairah." sambung pria berambut keriting.
dengan pandangan kabur & deraian air mata Adam hanya bisa melihat setiap kejadian saat istri tercintanya di lecehkan oleh pria-pria bengis itu, begitu juga dengan Dan yang hanya bisa menangis melihat semua tragedi penyiksaan yg di alami ayah & ibunya.
"aku mohon jangan sakiti keluarga ku. jangan apa-apakan aku, suami ku & anak ku..." lirih Hilda memohon pengampunan.
"heh jal*ng! dengarkan aku baik-baik. dulu saat suami mu mengusir kami dari tambang dia juga tak mau mendegarkan permintaan maaf kami! jadi untuk apa sekarang aku mendengarkan mu" ucap pria berbadan kurus sembari meraba-raba tubuh Hilda.
"suami mu telah membuat ku menjadi pengangguran & akibatnya pacar ku meninggalkan ku. hidup ku hancur karna suami mu!" ucap pria berambut keriting sembari membuka celananya.
Hilda di lecehkan habis-habisan oleh 4 pria (pria berambut keriting, pria bermata biru, pria berkukit hitam & pria kurus) sementara pria berbadan gempal tengah menduduki tubuh Adam sembari tertawa terbahak-bahak melihat semua kejadian mengenaskan itu. akibat dari kebengisan mereka kem*lu*n Hilda robek & banyak mengeluarkan darah Hilda hanya bisa merintih merasakan kesakitan yang dahsyat itu.
hancur seketika keluarga bahagia itu pada malam itu. semua menjadi terasa gelap & pahit karna kebengisan pembalasan dendam dari pria-pria itu yang sampai tega menyiksa & membunuh keluarga bahagia itu.
"apa salah ku pada kalian sehingga kalian melakukan semua ini hah!" teriak Adam dengan membabi buta sambil mencoba untuk melawan pria-pria jahat itu.
"kau bertanya tentang apa kesalahan mu mr. Adam hill?! dengarkan aku baik-baik kau telah menghancurkan kehidupan kami & keluarga kami dengan sok bertingkah seperti boss & berani memecat kami semua hanya karna hal sepele!" ucap pria berbadan gempal sambil menarik kerah baju tidur Adam.
"kalian yg salah bukan aku!" teriak Adam.
"kau bilang kami yang salah?! dengarkan aku baik-baik Adam kau yang dari awal bertingkah sok seperti boss & terlalu mengatur segalanya hanya karna kau yang di percaya melakukan proyek ini & dengan semena-mena kau memecat kami hanya karna kami mencuri sedikit batu bara itu!" pungkas pria kurus sembari mendorong Adam sampai tersungkur & kemudian menginjak-injak Adam sampai tak bedaya.
DOOOOOR...
tiba-tiba terdengar suara keras letupan senjata api & tak lama berselang darah pun emngalir dari tubuh Adam & menggenang.
"ADAAAAAAAAAAAM..." teriak Hilda dengan hati yang hancuur.
"AYAAAAAAAH..." teriak Dan sembari berlari menghampiri ayahnya & mencoba untuk menyelamatkan ayahnya dengan cara menekan kuat-kuat luka bekas tembakan yang ada di dada ayahnya itu.
"wah... pintar sekali bocah tampan ini." ucap pria bermata biru sembari mengelus rambut Dan.
"jangan sentuh anak ku!" amarah Hilda memuncak.
"kalian manusia biadap! kalian membunuh suami ku & melecehkan aku! kalian semua manusia-manusia terkutuk!!!" maki Hilda
dengan terduyun-duyun & berlinangan darah Hilda menghampiri Dan menariknya dalam pekukannya & melindunginya dengan sisa-sisa nafas & tenaganya.
"lepaskan aku ibu lepaskan! aku harus menekan luka ayah agar dia tak kehabisan darah..." teriak Dan sembari memberontak agar lepas dari peluka ibunya itu.
"cukup Dan cukup!" bentak Hilda Kuat pada Dan sembari memegang wajah anaknya itu.
ibu & anak itu saling pandang dengan deraian air mata.
"ayah mu sudah meninggal Dan biarkan dia pergi dengan tenang!"
"ayaaaah... tidak aku mohon selamatkan ayah ku..." tangis Dan sembari memeluk ibunya yg sudah tak berdaya akibat lukanya.
"sudah! cepat habisi mereka berdua agar kita bisa cepat pergi dari kota ini." perintah pria berbadan gempal.
mendengar itu mata Hilda langsung membulat & seketika memeluk anaknya dengan erat untuk melindunginya.
DOOOOOR...
suara tembakan telepas, tubuh Hilda seketika tergeletak menindih tubuh Dan yang sedang memejamkan mata. melihat Hilda yang sudah tak bergerak lagi para pria itu mengira kalau Hilda & Dan sudah meninggal & mereka langsung pergi meninggalkan rumah keluarga Adam hill yang malam itu hancur oleh perbuatan mereka.
kebahagian, kehangatan & kecerian dari keluarga itu dalam semalam lenyap seketika akibat dari tragedi yang tak pernah terkira akan terjadi.
"Dan..." panggil Hillda dengan suara lirih sambil memiringkan tubuhnya ke arak kanan.
"de-ngar-kan i-bu nak. per-gi-lah da-ri sini k-au ha-ru-s ber-tahan hi-dup & tum-buh de-ngan ba-ik a-gar k-au bi-sa mem-balas-kan ke-ma-tian a-yah & Ibu mu..."
Hilda menutup mata & meninggal. setelah melihat kematian tragis dari ayah & ibunya seketika tatapan mata Dan berubah yang biasanya lembut, hangat & penuh cinta kini berubah menjadi tatapan kosong, gelap, dingin & penuh dengan dendam yang membara.
setiap tarikan nafasnya seolah sedang memburu & setiap detakan jantungnya terasa menggebu-gebu & berapi-api, tatapan matanya berubah menjadi sangat tajam & dalam seolah menyiratkan akan adanya begitu banyak luka di dalam sana. Dan menghampiri jasad ayahnya memeluknya dengan erat & menciumnya lembut lalu kembali pada ibunya memeluk & mencium jasad ibunya itu dengan oenuh kesedihan Dan juga mengambil kalung liontin berisikan photo mereka bertiga yang selalu di pakai oleh ibunya lalu ia memakainya.
Dan kemudian naik ke atas menuju kamarnya untuk mengemas barang-barangnya ia hanya membawa barang-barang yang menurutnya penting & berisikan kenangan kedua orang tuanya saja, kemudian ia pun bergegas pergi meninggalkan rumah tempatnya di besarkan itu .
"aku akan kembali hanya setelah aku menghancurkan mereka!" ucap Dan yg berdiri di depan pintu rumahnya sembari menatap lekat jasad kedua orang tuanya.
di tengah gelapnya malam Dan berjalan tanpa arah dia terus berjalan & berjalan tanpa memikirkan hal lainnya atau bagaimana nasibnya nanti. yang ia tau ia hanya harus terus berjalan, bertahan hidup & mencari keberadaan 5 pria yang telah menghancurkan hidupnya itu untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.
"hai bangunlah. ayo bangun." samar-samar terdengar suara wanita di telinga Dan yang membuatnya terbangun dari tidurnya.
"kenapa kau tidur di sini?" tanya wanita itu ramah sembari duduk di sebelah Dan.
"aku hanya menumpang tidur. maaf kalau aku sudah mengotori toko anda." jawab Dan dengan nada dingin.
"tidak apa-apa itu tidak masalah. kenapa kau tidur di sini & kenapa kau berkeliaran seperti ini? di mana rumah mu? apa orang tua mu tak mencari mu?" tanya wanita muda itu.
"orang tua ku sudah meninggal & sekarang aku tidak punya tempat tujuan." jawan Dan dingin.
"oh maafkan aku. aku turut berduka untuk kedua orang tua mu."
"emmmmh... terimakasih."
"sudah berapa lama kau berkeliaran seperti ini?" kembali wanita itu bertanya.
"6 hari."
KRUUUUUK...
suara perut Dan yang kuat pun terdengar dengan jelasnya, mengingat Dan yang selama 6 hari ini jarang sekali makan karna ia begitu sulit untuk menemukan makanan di kota itu.
"apa kau lapar?" tanya wanita itu dengan lembut.
"iya."
"kau mau makan?"
"iya."
"kalau begitu ayo masuklah ke dalam lalu aku akan memberikan mu makanan."
Dan & wanita muda itupun masuk kedalam restoran. (wanita itu adalah pemilik restoran masakan asia & dia juga adalah orang asia).
"apa kau suka ramen?"
"aku makan apa saja. karna sekarang kondisi ku tidak memungkinkan aku untuk pilih-pilih makanan jadi aku akan makan apa saja yang sekiranya bisa aku makan." ketus Dan dingin sembari menyeruput ramen yang tadi di sajikan wanita muda itu.
"aku tak mau banyak bertanya tentang keluarga mu yang sudah meninggal, aku... hanya ingin tau siapa nama mu & berapa usia mu boleh kah?"
"aku Dan & usia ku 7th."
"hai Dan. senang bisa bertemu dengan mu."
"kalau... kau. siapa nama mu?" Dan mulai mencoba bertanya dengan ragu-ragu.
"aku Park min ji. kau bisa memanggil ku dengan panggilan Ji usia ku 24th & aku berasal dari Korea selatan."
"hai Ji." ucap Dan dengan polosnya sembari makan.
"aku berkuliah di sini."
"aku selalu merasa bosan saat tak maauk kuliah, jadi... karna keluarga ku dari kalangan orang yg mampu aku iseng-iseng saja untuk buka restoran ini." Ji bercerita dengan semangatnya.
"kalau kau kaya kenapa kau mau capek-capek bekerja?" tanya Dan dengan sinis.
"hanya untuk sekedar mengisi waktu luang ku saja. aku selalu mengalami kebosanan setiap kali tidak melakukan apapun."