
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
setelah mencium kening vino
"riana, awasi anak ini" ucap zeno, sudah 5 hari zeno bersama dengan anaknya, 2 hari yang lalu zeno memergoki anaknya yang sedang berbicara sendiri di taman dekat rumah sakit
___________________________________________
kira kira beginilah kejadiannya
seperti biasanya zeno mencium vino yang sedang tertidur, setelah itu zeno pergi dari ruangan vino
tit (pintu tertutup)
vino yang sedang pura pura tidurpun, membuka sebelah matanya
"apa pak tua itu sudah pergi"batin vino
"sepertinya begitu" batin vino, membuka matanya sepenuhnya
" Sepertinya gue butuh udara segar, obat obatan yang ada di ruangan ini membuat hidung gue tidak berfungsi dengan baik" batin vino, setelah itu vino berdiri lalu berjalan perlahan lahan, ketika sudah sampai didekat pintu, vino membuka pintunya sedikit, melihat kesana kesini, dirasa sudah aman, vino membuka pintunya sepenuhnya setelah keluar vino menutup kembali pintunya, lalu berjalan jalan melilingi ruangan rumah sakit, beberapa menit setelah berkeliling, matanya tidak sengaja melihat taman di rumah sakit, itulah yang dia butuh kan sekarang, menghirup udara segar, sambil melihat pemandangan, tanpa menunggu lama vino berjalan ke taman mendudukan dirinya di kursi
vino menutup matanya, dia terlalu lelah akhir akhir ini, tidak seperti di dunianya dulu
"setelah di pikir pikir, bagaimana yah kabar ke dua orang tua gue, jika mereka pulang ke rumah, apa mereka bakalan kaget melihat anaknya yang tertidur, seperti orang mati" batin vino di akhiri dengan kekehan
"mungkin" ucap seseorang
vino yang mendengar suara seseorang pun, membuka matanya, mata vino melihat sekeliling taman, vino tidak menemukan satu orang pun yang berada di taman, hanya ada dirinya seorang, lantas dari mana asal suaranya
" ini aku vino, aku ada di pikiranmu jadi berhentilah mencari diriku di taman kau tidak akan menemukanku" ucap vino
"bilang dong dari tadi, lo membuat tenaga gue terkuras sia sia" ucap ciel
(setiap vino ketemu vino yang asli kita panggil vino yang palsu dengan nama aslinya, ngerti ga ngertilah yah masa ga ಠ∀ಠ )
" jadi mau apa lo datang tiba tiba, bukankah lo udah jadi mayat ko bisa ngajak ngobrol orang yang masih hidup" ucap ciel bertanya
"mulutmu sungguh pedas yah ciel, padahal aku datang ke sini hanya ingin memberi tahumu
"apaan buruan gue ga punya banyak waktu" ucap vino ngegas
dengan sabarnya vino menjelaskan tentang kedua orang tua ciel
"ouh" ucap ciel ber ouh ria
vino bingung dengan reaksi ciel bukankah sekarang ciel seharusnya senang, bahagia, mendengar cerita tentang orang tuanya, lantas kenapa jawabannya cuman ouh doang, ada apa dengan dirinya, bukankah sebelumnya ciel membicarakan orang tuanya, lantas kenapa reaksinya cuman ouh, sepertinya vino merasa tertekan dengannya
" ci ciel, kenapa reaksimu cuman ouh doang" ucap vino bertanya
" iyah terus gue harus bilang waw gitu" ucap ciel menunjukan jarinya ke depan
" ta tapi" ucapan vino terpotong
" udahlah mending lo balik ke alam lo, gue juga mau balik ke kamar gue, gue mau turu" ucap ciel mengibaskan tangannya
lagi lagi vino tertekan, seharusnya kan ciel yang harus menuruti perintah vino, kenapa vino yang harus menuruti perintah ciel, vino kan hantu sedangkan ciel hanyalah manusia biasa, ternyata yang di katakan orang orang benar, manusia lebih setan dari pada setannya sendiri, vino yang merasa bingung pun akhirnya memilih kembali ke alamnya