VINO AND CIEL

VINO AND CIEL
chapter 1




.......


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Cengeng banget si nih cewe di senggol dikit nangis dikit dikit nangis lemah banget, kalau gue jadi ni cewe, gue senggol balik lah yah kali nangis" ucap ciel membaca novel yang berjudul jadilah satu satunya untuk ku, lebay emang


ciel sebenarnya tidak suka baca novel, tapi saat mengantar temannya membeli buku novel, ciel tidak sengaja melihat salah satu novel yang entah kenapa membuatnya penasaran akan jalan ceritanya, jadilah dia membelinya, ciel tinggal sendiri di rumah yang cukup sederhana, kemana kedua orang tuanya? mereka, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya, tapi meski begitu orang tua ciel tidak lupa akan anaknya sendiri, mereka sering mengirimkan uang untuk ciel


"kenapa tuh para cowo mau sama dia sih, mereka tuh bego apa tolol, kalau gue jadi salah satu dari mereka mendingan gue mundur, ogah banget gue ngejar cewe ke gitu, bukannya suka malah ilfil, auh ah mending gue turu siapa tau ketika gue tidur gue ketemu ama bidadari surga" ucap ciel menyimpan novel nya di mejanya, lalu pergi tidur


ciel.... gumam seseorang


ciel bangunlah...... ucapnya


ciel.... ucapnya lagi


ciel yang terusik pun terbangun dari tidurnya, matanya perlahan lahan terbuka, ciel menyimpitkan matanya


"kayanya gue lagi mimpi deh, perasaaan kamar gue ga putih semua" ucap ciel, lalu berdiri


" apa gue lagi mimpi yah ko ke terasa nyata" ucap ciel menggaruk kepalanya


" tidak ciel ini bukan mimpi" ucap seseorang yang tiba tiba sudah ada di belakang ciel


" siapa, apa jangan jangan suara yang gue denger itu berasal dari lo dan juga yang bawa gue kesini itu lo kan" ucap ciel waspada


orang itu tidak menjawabnya malahan tersenyum


" ciel aku membutuhkan bantuan mu" ucanya


" ha? lo butuh bantuan gue, kenapa gue harus ngebantu orang yang ga gue kenal sama sekali" ucap ciel


"aku tau kamu pasti akan jawab begitu, tapi kumohon bantu lah aku, bantu lah aku untuk mengubah sikap mereka terhadapku" ucapnya


" idih, ga gue ga mau, kenapa ga lo aja, lo kan bisa kenapa harus minta bantuan gue ucap ciel tak terima


orang itu menggelengkan kepalanya


itu mustahil, aku tidak bisa kembali ke tubuh ku karena aku sudah mati, aku butuh seseorang yang bisa memasuki tubuhku, dan aku memilih dirimu ciel, aku yakin hanya kau lah yang bisa mengubah sikap mereka terhadapku" ucapnya


" tapi kalau gue masuk ke tubuh lo, tubuh gue yang yang asli gimana, apa jangan jangan tubuh gue bakalan... ucap ciel terpotong


" tidak, kamu akan kembali ke tubuh aslimu, setelah kamu menyelesaikan semua tugasmu, bagaimana apa kamu mau membantuku ciel, hanya kamu satu satunya harapan yang ku punya" ucapnya sedih


ciel merasa tak tega


" baiklah gue setuju tapi ada syaratnya" ucap ciel menunjukan 1 jari


"apa itu?" ucapnya penasaran


"gue mau, semua yang gue jalani atas kehendak gue sendiri, gue ga mau di jadiin boneka, gimana lo setuju" ucap ciel


orang itu yang seakan paham pun menggangukan kepalanya


"good jadi gimana caranya gua masuk ke tubuh lo" ucap ciel bingung, dia sudah melihat sekeliling tidak ada pintu bercahaya biasanya kalau di novel novel pasti selalu ada pintu cahaya yang menuntunnya ke alam lain, ini kok malah ga ada


" sebelum itu, perkenalkan nama akuu vino, sampai jumpa ciel, aku akan menemuimu lagi nanti ucapnya menjentikan jarinya


"ha?, tunggu nama itu kan, ciel ingin mendengkati vino tapi sebelum itu, tiba tiba ada lubang besar di bawah kaki ciel, yang membuatnya terjatuh


"vino anj, kenapa lo telat kasih tau nama lo.... ucap ciel berteriak lalu